Keliru, Klaim Ini Video Aksi Anarki Warga India Akibat Frustasi karena Covid-19

Sabtu, 8 Mei 2021 11:56 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video Aksi Anarki Warga India Akibat Frustasi karena Covid-19

Video yang memperlihatkan puluhan warga India yang mencegat dan merusak sebuah mobil serta memukuli seorang pria berseragam dalam mobil tersebut beredar di Facebook. Video itu diklaim menunjukkan warga India yang melakukan aksi anarki akibat frustasi dan marah karena penerapan lockdown di tengah pandemi Covid-19.

Akun ini membagikan video berdurasi 30 detik tersebut pada 4 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi sebagai berikut:

“BREAKING NEWS. India dengan cepat tenggelam dalam anarki dan kekacauan perkotaan. Di India orang yang frustrasi dan marah sudah merasa muak. Mereka memukuli polisi dan tentara karena pembatasan koped dan penegakan proses. Bentrokan ini telah meletus di seluruh India karena pemerintah mencoba melakukan lockdown yang lebih diktator dan fasis."

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video ini tidak terkait dengan kebijakan lockdown di India di tengah pandemi Covid-19

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, video tersebut tidak terkait dengan kebijakan lockdown di India untuk menahan penyebaran virus Corona. Protes warga yang berujung pada pembakaran mobil polisi itu terjadi Distrik Bhadrak, India. Mereka marah lantaran ada seorang warga yang tewas saat dikejar oleh polisi.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tempo mula-mula mengambil gambar tangkapan layar video tersebut. Lalu, gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa cuplikan video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal milik stasiun televisi lokal India, Kalinga TV, pada 13 Januari 2021.

Video ini berjudul “Warga Membakar Van Polisi setelah Seorang Anak Muda Meninggal karena Diduga Dipukuli Polisi di Bhadrak”. Peristiwa yang sama juga pernah diberitakan oleh stasiun televisi lokal India, Prameya News7, pada 15 Januari 2021. Video berita itu diunggah ke YouTube dengan judul “Enam Orang Ditangkap karena Membakar Kendaraan Polisi di Bhadrak”.

Dilansir dari Prameyanews.com, ketegangan meletus ketika warga Bhadrak membakar mobil polisi dan menghantam seorang petugas, setelah kematian seorang pemuda di Alinagar Square di distrik tersebut pada 13 Januari 2021. Pemuda itu bernama Bapi Mahalik, warga Desa Hatuari.

Menurut warga setempat, peristiwa berawal ketika Mahalik pergi ke rumah saudara perempuannya untuk bekerja. Dalam perjalanan, polisi diduga tiba-tiba mengejarnya karena beberapa alasan yang dirahasiakan. Saat polisi mengejarnya, Mahalik ketakutan dan jatuh ke kolam di sekitar lokasi kejadian, lalu meninggal karena tenggelam.

Warga setempat pun melakukan pemblokiran jalan antara Bhadrak dan Chandbali, dengan menempatkan jenazah di jalanan dan melakukan protes dengan membakar ban. Saat polisi tiba di lokasi untuk mengendalikan situasi, warga yang marah meronta-ronta dan membakar kendaraan mereka. Mereka juga melempari batu karena pasukan polisi yang dikerahkan untuk mengendalikan situasi bertambah.

Newindianexpress.com melaporkan pula peristiwa itu. Kejadian ini bermula ketika seorang pemuda berusia 22 tahun bernama Bapi Mahalik ketakutan melihat kedatangan polisi di rumahnya. Ia pun melarikan diri hingga terjun ke dalam kolam dan mencoba berenang. Namun, dia terjebak dalam ganggang dan tenggelam hingga tewas.

Mahalik sendiri bukanlah target polisi. Polisi yang datang ke rumahnya bermaksud memeriksa adik iparnya, Ashok Malik, terkait sebuah kasus lama. Namun, karena Mahalik berlari, polisi mengira dia adalah Malik dan terus mengejarnya.

Insiden ini membuat kesal warga setempat yang kemudian melakukan protes dan memblokir jalan Bhadrak-Chandbali dekat Alinagar selama dua jam pada 13 Januari 2021 sore. Para pengunjuk rasa yang meletakkan jenazah Mahalik di jalanan juga membakar ban.

Saat aksi unjuk rasa, sebuah kendaraan dari Pos Polisi Pirahat yang membawa tersangka melewati jalur tersebut. Sementara personel di dalam kendaraan tidak mengetahui adanya protes tersebut, warga setempat berasumsi bahwa mereka berasal dari kantor polisi Tihidi. Warga pun melampiaskan kemarahan mereka terhadap kendaraan tersebut.

Situasi pandemi di India

Di tengah gelombang kedua pandemi Covid-19 di India, per 7 Mei 2021, jumlah keseluruhan kasus infeksi virus Corona di negara tersebut menembus 21,49 juta, yang tersebar di kota-kota padat penduduk hingga desa-desa terpencil. Adapun jumlah kasus baru di India pada hari itu mencapai 414.188 kasus dengan 3.915 kematian.

Perdana Menteri India Narendra Modi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk segera memberlakukan penguncian nasional yang jauh lebih ketat. Para ahli medis, pemimpin oposisi, hingga beberapa hakim Mahkamah Agung mendesaknya untuk menerapkan lockdown, sebagai satu-satunya pilihan untuk menghambat penyebaran virus Corona.

Modi, yang mengadakan konsultasi dengan para pemimpin terpilih dan pejabat negara bagian yang terkena dampak paling parah pada 6 Mei, sejauh ini telah menyerahkan tanggung jawab untuk memerangi virus kepada pemerintah negara bagian yang tidak memiliki perlengkapan yang memadai.

Srinath Reddy, Presiden Public Health Foundation of India, sebuah konsultan publik swasta, mengakui bahwa sejumlah negara bagian memang mengalami intensitas epidemi yang berbeda, tapi "strategi nasional yang terkoordinasi" masih sangat diperlukan.

Menurut Reddy, keputusan soal penanganan Covid-19 perlu didasarkan pada kondisi lokal, tapi harus dikoordinasikan oleh pusat. "Seperti orkestra yang memainkan partitur yang sama, tapi dengan instrumen yang berbeda," kata Reddy.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video warga India yang melakukan aksi anarki akibat frustasi dan marah karena penerapan lockdown di tengah pandemi Covid-19, keliru. Video tersebut menunjukkan aksi protes warga yang berujung pada pembakaran mobil polisi di Distrik Bhadrak, India, pada 13 Januari 2021. Warga marah lantaran seorang pemuda yang dikejar oleh polisi tewas akibat tenggelam setelah kabur dan terjun ke sungai.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya