Keliru, Klaim Microsoft Masukkan Chip ke Vaksin Pfizer

Selasa, 27 April 2021 19:21 WIB
 


 
Keliru, Klaim Microsoft Masukkan Chip ke Vaksin Pfizer

Klaim bahwa raksasa teknologi milik Bill Gates, Microsoft, memasukkan chip ke dalam vaksin Covid-19 buatan Pfizer beredar dalam dua pekan terakhir. Klaim ini disertai dengan artikel berbahasa Inggris yang dimuat oleh situs Valuewalk.com pada 9 April 2021 dengan judul "Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms".

Akun ini membagikan klaim beserta gambar tangkapan layar artikel tersebut pada 14 April 2021. Akun itu pun menulis, "Akhirnya Pfizer mengakui menempatkan chip/teknologi nano Microsoft (Bill Gates) dalam vaksinnya, dengan melimpahkan bukti yang luar biasa dan sebelum seseorang mengambil vaksin ke laboratorium dan menghancurkannya."

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait vaksin Covid-19 Pfizer dan chip buatan Microsoft.

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil verifikasi Tim CekFakta Tempo menunjukkan bahwa artikel berjudul "Pfizer Announces Covid-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms" itu sebenarnya adalah artikel satire. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, satire adalah sindiran atau ejekan. Dengan demikian, artikel tersebut tidak berdasarkan fakta atau peristiwa yang benar-benar terjadi.

Sebelum dimuat di situs Valuewalk.com, Tempo menemukan bahwa artikel tersebut dimuat pertama kali di situs The Stonk Market pada 8 April 2021. Situs ini memberikan keterangan bahwa mereka adalah situs satire keuangan. Konten-konten yang mereka buat ditujukan untuk memberikan humor harian dan membuat stonk naik. Stonk adalah plesetan yang merupakan gabungan dari kata stock (saham) dan zonk (kosong).

Situs itu mempublikasikan artikel satire berisi tiga paragraf yang menyatakan Pfizer menandatangani kesepakatan dengan Microsoft untuk mengintegrasikan chip prosesor pluton dalam vaksinnya untuk mengurangi efek. Artikel ini pun menyebut Apple juga dikabarkan berencana menandatangani kesepakatan serupa dengan Moderna, namun belum terkonfirmasi.

Tempo kemudian menelusuri informasi tentang chip prosesor pluton. Chip ini tidak mungkin ditanamkan ke dalam vaksin, termasuk vaksin Covid-19, karena ukurannya lebih besar. Prosesor pluton diluncurkan oleh Microsoft pada 17 November 2020 dan digunakan untuk keamanan komputer dengan sistem operasi Windows.

Dikutip dari laman resmi Microsoft, berikut penjelasan tentang chip prosesor pluton:

"Hari ini, Microsoft bersama mitra silikon terbesar kami mengumumkan visi baru keamanan Windows untuk membantu memastikan pelanggan kami terlindungi saat ini dan di masa depan. Bekerja sama dengan mitra silikon terkemuka AMD, Intel, dan Qualcomm Technologies Inc, kami mengumumkan prosesor keamanan Microsoft Pluton. Teknologi keamanan chip-ke-cloud ini, yang dipelopori di Xbox dan Azure Sphere, akan membawa lebih banyak lagi kemajuan keamanan ke PC Windows masa depan dan menandakan dimulainya perjalanan dengan ekosistem dan mitra OEM."

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa perusahaan teknologi milik Bill Gates, Microsoft, memasukkan chip ke dalam vaksin Pfizer, keliru. Klaim itu bersumber dari artikel yang dipublikasikan oleh situs yang khusus menyajikan konten-konten satire dan humor tentang keuangan.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya