Keliru, Screenshot Berita yang Memuat Pernyataan Gibran bahwa Jadi Pemimpin Tak Perlu Pintar

Senin, 28 Desember 2020 14:19 WIB
 


 
Keliru, Screenshot Berita yang Memuat Pernyataan Gibran bahwa Jadi Pemimpin Tak Perlu Pintar

Gambar tangkapan layar atau screenshot berita dengan judul yang memuat pernyataan putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, beredar di media sosial. Menurut judul itu, Gibran menyatakan bahwa menjadi pemimpin tidak perlu pintar. Judul tersebut berbunyi "Gibran: Kata Bapak Jadi Pemimpin Itu Tidak Perlu Pintar, Makanya Saya Akan Mencalonkan Diri Menjadi Walikota".

Dalam gambar tangkapan layar itu, terlihat bahwa berita tersebut dimuat pada 24 April 2020 pukul 11.46 WIB. Berita yang diketahui dimuat oleh situs media Kompas.com juga memuat foto Gibran yang mengenakan peci. Salah satu akun yang membagikan gambar itu adalah akun Facebook Afrie AR, tepatnya pada 20 Desember 2020. Akun ini pun menulis, "Gak perlu pintar."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Afrie AR yang memuat klaim keliru terkait foto yang diunggahnya.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri sumber foto dalam gambar tangkapan layar berita tersebut dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa gambar tangkapan layar di atas merupakan hasil suntingan.

Foto tersebut pernah dimuat oleh Kompas.com pada 24 April 2020 pukul 11.46 WIB, sama seperti yang terlihat dalam gambar tangkapan layar itu. Namun, judul asli berita ini adalah "Gibran: Bila Patuh Anjuran Pemerintah, Wabah Corona Segera Usai".

Redaksi Kompas.com pun telah memastikan bahwa gambar tangkapan layar yang beredar itu merupakan hoaks dan telah disunting bagian judulnya oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Dalam berita yang aslinya, pada 24 April 2020, putra sulung Presiden Jokowi itu mengimbau agar para pemudik yang berada di perantauan untuk menahan diri terlebih dahulu seiring dengan adanya imbauan dari pemerintah terkait penyebaran Covid-19.

"Bagi teman-teman yang sedang berada di perantauan mohon menahan diri untuk tidak mudik terlebih dahulu. Karena kita tak tahu, jangan-jangan kita adalah OTG (Orang Tanpa Gejala)," kata Gibran dalam sebuah video di Solo, Jawa Tengah.

Alasan Gibran ikut pilkada

Gibran maju sebagai calon Wali Kota Solo dalam Pilkada 2020 setelah mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Gibran dipasangkan dengan Teguh Prakosa. Dalam Pilkada Solo 2020, pasangan ini melawan Bagyo Wahyono-FX Supardjo.

Dilansir dari Kompas.com, Gibran memutuskan maju di Pilkada Solo setelah bertemu dengan Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Dirinya menyatakan siap terjun ke dunia politik.

"Beberapa tahun terakhir ini saya mulai bertemu banyak orang. Saya beranggapan bahwa kalau begini-gini terus, orang yang bisa saya bantu itu cuma ya begini-gini saja," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, pada 1 November 2019.

"Misal, saya punya CSR, saya punya les Inggris gratis muridnya sudah ribuan. Kalau saya cuma jadi pengusaha, yang bisa saya bantu cuma ribuan saja. Kalau saya bisa masuk politik, yang bisa saya bantu ya kalau di Solo 600 ribu orang melalui kebijakan saya," katanya.

Sebagai wujud keseriusannya maju dalam Pilkada Solo 2020, Gibran pun mengatakan akan menyerahkan beberapa bisnis kepada sang adik, Kaesang Pengarap, anak ketiga Presiden Jokowi.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar berita yang memuat pernyataan Gibran bahwa jadi pemimpin tak perlu pintar, keliru. Redaksi Kompas.com telah memastikan bahwa gambar tangkapan layar yang berasal dari Kompas.com tersebut merupakan hasil suntingan. Judul asli berita itu adalah “Gibran: Bila Patuh Anjuran Pemerintah, Wabah Corona Segera Usai”, dimuat pada 24 April 2020 pukul 11.46 WIB.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya