[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Beri Penghargaan ke Ridwan Saidi Meski Kerap Mengkritiknya?

Jumat, 11 September 2020 11:22 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Jokowi Beri Penghargaan ke Ridwan Saidi Meski Kerap Mengkritiknya?

Unggahan yang berisi klaim bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan penghargaan kepada budayawan Betawi, Ridwan Saidi, beredar di Facebook. Unggahan ini berisi dua gambar yang berbeda. Pertama, gambar tangkapan layar berita dengan foto Ridwan yang berjudul "Ini 'Dosa-dosa' Jokowi di Mata Ridwan Saidi".

Kedua, foto seorang pria paruh baya yang mirip dengan Ridwan yang sedang bersalaman dengan Presiden Jokowi di Istana Negara. Pria tersebut mengenakan jas dan peci hitam, serta terkalung tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama di lehernya.

Unggahan ini pun memuat dua teks. Pertama, tulisan di bagian atas yang berbunyi "Pak Jokowi hanya mempraktekkan ajaran yang beliau anut, balaslah keburukan dengan kebaikan." Kedua, teks di bagian bawah yang tertulis "Sibuk menghitung dosa Pak Jokowi, malah dibalas dengan pemberian penghargaan. Itulah akhlak seorang Presiden Jokowi".

Salah satu akun yang membagikan gambar itu adalah akun Sam Budi, yakni pada 5 September 2020. Akun ini pun menulis, "Di taruh mana muka Ridwan saidi." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah direspons lebih dari 500 kali, dikomentari sebanyak 167 kali, dan dibagikan sebanyak 34 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Sam Budi.

Apa benar Jokowi memberikan penghargaan kepada budayawan Betawi Ridwan Saidi meski kerap mengkritiknya?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, Presiden Jokowi tidak pernah memberikan penghargaan kepada budayawan Betawi Ridwan Saidi. Foto dalam unggahan akun Sam Budi, yang memperlihatkan pria yang mirip dengan Ridwan dan bersalaman dengan Jokowi, adalah hasil suntingan.

Untuk memeriksa klaim dalam unggahan akun Sam Budi, Tempo mula-mula menelusuri foto pria yang mirip dengan Ridwan yang bersalaman dengan Jokowi itu dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan foto yang identik. Namun, pria dalam foto itu bukan Ridwan, melainkan Harifin Andi Tumpa, Ketua Mahkamah Agung periode 2009-2012.

Foto tersebut pernah dimuat oleh kantor berita Antara dalam artikelnya yang berjudul "Penganugerahan Tanda Gelar Kehormatan untuk Harifin Tumpa" pada 15 Agustus 2019. Antara memberikan keterangan bahwa peristiwa dalam foto tersebut terjadi saat Harifin menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama di Istana Negara Jakarta pada 15 Agustus 2019.

Sejumlah kesamaan antara foto ini dengan foto dalam unggahan akun Sam Budi, baik atribut yang dikenakan maupun latar belakang, terlihat dengan jelas. Setidaknya, terdapat enam kesamaan antara kedua foto tersebut.

Tempo juga mendapatkan foto Ridwan Saidi yang identik yang ditempelkan pada foto Harifin Tumpa. Foto Ridwan tersebut pernah dimuat oleh Liputan6.com dalam artikelnya yang berjudul “Dikritik Ridwan Saidi, Jokowi: Saling Serang Itu Biasa” pada 9 Desember 2013.

Ridwan Saidi merupakan budayawan Betawi yang kerap melontarkan kritiknya terhadap Jokowi. Pada 2013, dilansir dari Merdeka.com, ia menyebut Jokowi tidak pantas menjadi presiden. Kemudian, pada 2014, dikutip dari Okezone.com, Ridwan menyebut deretan dosa-dosa Jokowi.

Ridwan Saidi juga pernah memberikan pernyataan yang kontroversial mengenai sejarah. Beberapa di antaranya, seperti dilansir dari Detik.com, adalah menyebut Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Tarumanegara fiktif belaka dan menyatakan tidak pernah ada kerajaan di Ciamis.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Presiden Jokowi memberikan penghargaan kepada budayawan Betawi Ridwan Saidi meski kerap mengkritiknya, keliru. Foto yang digunakan untuk menyebarkan klaim itu adalah hasil suntingan. Foto aslinya menunjukkan peristiwa ketika Jokowi memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama pada Harifin Andi Tumpa, Ketua Mahkamah Agung periode 2009-2012 di Istana Negara pada 15 Agustus 2019. Wajah Harifin dalam foto itu ditempel dengan foto wajah Ridwan.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya