[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Pembacaan Alquran oleh Erdogan di Hagia Sopia?

Selasa, 4 Agustus 2020 18:17 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Pembacaan Alquran oleh Erdogan di Hagia Sopia?

Video yang memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang membacakan ayat-ayat Alquran di sebuah masjid beredar di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai video pembacaan Alquran oleh Erdogan di Hagia Sophia. Video ini menyebar setelah, pada 11 Juli 2020, Erdogan mengumumkan bahwa Museum Hagia Sophia kembali berstatus sebagai masjid.

Di Facebook, video tersebut diunggah akun Kangpri Tual pada 18 Juli 2020. Dalam video berdurasi 1 menit 44 detik tersebut, Erdogan yang mengenakan jas hitam itu membacakan ayat-ayat Alquran menggunakan pengeras suara. Selain dihadiri sejumlah pejabat, peristiwa itu juga disaksikan oleh para pengunjung yang memadati masjid tersebut.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Kangpri Tual.

Namun, apa benar video di atas adalah video pembacaan Alquran oleh Erdogan di Hagia Sophia?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa masjid dalam video tersebut bukanlah Hagia Sophia.

Video yang sama dengan kualitas yang lebih tinggi pernah diunggah oleh kanal TVNET di MRchannel pada 15 Juli 2019. Video itu diberi judul dalam bahasa Turki yang artinya "Presiden Erdoham membaca Alquran" dan keterangan "Presiden Erdogan membaca Alquran di Masjid Millet dalam semangat para martir 15 Juli.”

Video tersebut juga pernah dimuat oleh situs media berbahasa Turki, Yenisafak, pada 15 Juli 2019 dengan judul “Bacaan Alquran untuk para martir kita dari Presiden Erdogan”. Dalam keterangannya, tertulis bahwa video itu merupakan video saat Erdogan membaca Alquran dalam upacara yang digelar untuk para martir setiap 15 Juli.

Kantor berita Turki Anadolu Agency pun pernah mengunggah video tersebut ke YouTube pada 15 Juli 2019 dengan judul “Presiden Erdogan membaca Alquran untuk para martir 15 Juli”. Dalam keterangannya, Anadolu Agency menulis, "Presiden Recep Tayyip Erdogan menghadiri acara yang diadakan di Masjid Bestepe Millet. Presiden Erdogan membaca Alquran di sini untuk para martir".

Dilansir dari Anadolu Agency, memperingati tiga tahun upaya kudeta FETO pada 15 Juli 2016, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengumumkan penetapan tanggal 15 Juli sebagai hari libur nasional. Di Turki, tanggal 15 Juli memang diperingati sebagai Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional yang diramaikan dengan berbagai acara untuk menghormati para martir yang gugur melawan para pemberontak.

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di Amerika Serikat, Fetullah Gulen, mengatur upaya kudeta yang berhasil dikalahkan pada 15 Juli 2016, menyebabkan 251 orang tewas dan sekitar 2.200 lainnya terluka. Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Dilansir dari Hurriyet Daily News, sebagai bagian dari upacara pada 15 Juli 2019, Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu untuk pertama kalinya dengan para veteran dan kerabat para martir di depan Istana Kepresidenan. Mereka kemudian berbaris ke sebuah monumen yang didirikan untuk memperingati tanggal 15 Juli, disertai dengan Lagu Kebangsaan 15 Juli.

Erdogan meletakkan bunga di Monumen Martir tersebut dan berdoa bagi mereka yang binasa. Setelah meninggalkan bunga di Monumen Martir, Erdogan menghadiri sebuah acara di Masjid Bestepe Millet di mana para peserta acaranya membacakan ayat-ayat Alquran. Erdogan kemudian menghadiri sesi khusus 15 Juli yang diadakan di parlemen, yang menyatukan anggota parlemen untuk memperingati upaya kudeta.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video pembacaan Alquran oleh Presiden Erdogan di Hagia Sophia keliru. Video tersebut diambil di masjid Masjid Bestepe Millet pada 15 Juli 2019 dalam rangka Hari Demokrasi dan Persatuan Nasional Turki.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya