[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Uji Coba tentang Virus Corona yang Takut Suara Azan?

Kamis, 16 April 2020 12:38 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Uji Coba tentang Virus Corona yang Takut Suara Azan?

Video yang diklaim sebagai video uji coba oleh ilmuwan tentang virus Corona Covid-19 yang takut dengan suara azan beredar di media sosial. Video yang berasal dari YouTube itu berjudul "Ooh ternyata Corona takut sama suara adzan..ini hasil uji coba kedokteran AS".

Di Facebook, tautan video tersebut diunggah oleh akun S Riyanthi Gemini pada 13 April 2020. Akun ini menulis narasi, "Subhannallah. Allahu Akbar. Simak video nya." Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah dibagikan lebih dari 3.300 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook S Riyanthi Gemini.

Adapun di YouTube, video tersebut dibagikan oleh kanal Bima MLD pada 12 April 2020. Namun, judulnya berbeda dengan judul yang terdapat dalam unggahan akun S Riyanthi Gemini. Video itu diberi judul "AS membandingkan antara suara musik dengan suara adzan".

Video yang telah ditonton lebih dari 250 ribu kali ini terdiri dari tiga segmen. Dalam segmen pertama, terlihat software di komputer yang menunjukkan frekuensi audio saat azan dan sebuah lagu diperdengarkan. Terdengar pula suara seorang pria yang sedang memberikan penjelasan.

Segmen kedua memperlihatkan seorang pria yang tengah memasuki sebuah kafe. Dalam video tanpa suara ini, pria tersebut sempat berbicara dengan karyawan kafe. Adapun segmen ketiga merupakan video animasi mengenai bentuk dan struktur virus Corona covid-19.

Apa benar video di atas merupakan video uji coba ilmuwan tentang virus Corona yang takut dengan suara azan?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, video unggahan kanal Bima MLD tersebut merupakan gabungan dari tiga video yang konteksnya berbeda-beda. Berikut ini fakta mengenai tiga video itu:

Video Segmen I

Video ini pernah diunggah oleh kanal YouTube Mehbooba pada 11 Oktober 2016 dengan judul "The Spiritual Healing Effects Of Adhaan (call to prayer)". Mehbooba memberikan keterangan bahwa video itu menunjukkan perbandingan efek mendengarkan musik dengan mendengarkan azan terhadap tubuh.

Menurut Mehbooba, getaran memiliki pengaruh yang besar terhadap tubuh. Saat mendengarkan musik atau percakapan biasa, intensitas getaran suara berefek pada apa yang tubuh rasakan. Musik yang agresif bisa mengganggu, sementara suara yang lembut bisa menenangkan.

Intensitas getaran suara itu pun dapat diukur dan divisualisasikan. Video yang diunggah Mehbooba ini menunjukkan sebuah instrumen yang bernama CymaScope yang bisa memproyeksikan pola geometris fisik dari getaran suara tertentu.

Namun, di bagian akhir keterangannya, Mehbooba menegaskan bahwa klaim dan potensi manfaat dari instrumen ini tidak semuanya dapat dibuktikan secara ilmiah. "Pengalaman pribadi setiap orang menjadi faktor penentu," demikian keterangan yang ditulis oleh Mehbooba.

Video Segmen II

Video ini pernah diunggah oleh akun Twitter @Kenan_n pada 26 Maret 2020. Namun, video tersebut memiliki suara dan terdengar rekaman suara seseorang yang sedang mengaji.

Akun itu pun menuliskan keterangan: Seorang muslim Palestina berjalan melewati toko milik orang Yahudi dan bertanya kepada orang Yahudi itu, "Mengapa Anda mendengarkan Al Quran padahal Anda bukan seorang muslim?" Orang Yahudi itu pun berkata, "Kata-kata terberkati ini berasal dari Allah. Saya berharap bahwa kata-kata ini akan dihormati oleh Allah."

Video Segmen III

Di YouTube, video animasi mengenai bentuk dan struktur virus Corona Covid-19 tersebut pernah diunggah oleh kanal Elara Systems pada 18 Maret 2020 dengan judul "Coronavirus - COVID-19". Video berdurasi 1 menit 12 detik itu diberi keterangan:

"Elara berkolaborasi dengan Jason McLellan, Associate Professor of Molecular Biosciences di University of Texas di Austin, dan dengan National Institutes of Health (NIH) dalam membuat animasi tentang Coronavirus Spike Protein MoA ini.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan video uji coba ilmuwan tentang virus Corona Covid-19 yang takut dengan suara azan, keliru. Video segmen pertama dan kedua tidak terkait dengan virus Corona. Video segmen pertama mengenai perbandingan suara azan dengan sebuah lagu pun telah beredar di YouTube pada 2016, jauh sebelum munculnya virus Corona Covid-19 di Wuhan, Cina, pada Desember 2019.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya