[Fakta atau Hoaks] Benarkah Minum Alkohol Bisa Membunuh Virus Corona Covid-19?

Senin, 16 Maret 2020 14:40 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Minum Alkohol Bisa Membunuh Virus Corona Covid-19?

Narasi bahwa minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19 beredar di media sosial. Narasi itu dilengkapi dengan gambar tangkapan layar sebuah video berita yang berjudul "Alcohol kills coronavirus". Dalam gambar itu, terdapat pula logo stasiun televisi asing, CNN, dan salah satu news anchor senior CNN, Wolf Blitzer.

Salah satu akun yang membagikan narasi beserta gambar tangkapan layar tersebut adalah akun Facebook Ronald Charles Rorimpandey, yakni pada 5 Maret 2020. Akun ini menulis, "Wowww ... Ayooo ... terus Budaya dari leluhur minuman Cap Tikus harus ditiadakan ... ??? Mikir dulu apa ... !!! Peace ..."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ronald Charles Rorimpandey yang memuat narasi sesat mengenai minum alkohol bisa membunuh virus Corona.

Apa benar minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim "minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19", Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri gambar tangkapan layar di atas. Menurut verifikasi oleh organisasi pemeriksa fakta Afrika Timur, PesaCheck, gambar itu palsu.

Berdasarkan penelusuran Tempo dengan reverse image tool Yandex dan Google, gambar tersebut berasal dari situs pembuat template meme. Template itu sengaja diproduksi untuk dipakai sebagai parodi. Situs yang menyediakan template itu adalah Astrologymemes.com dan Me.me.

Klaim minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19?

Dilansir dari Times of India, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak benar minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19. Ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.

WHO menegaskan bahwa alkohol dan klorin bisa dipakai untuk mendesinfeksi permukaan sebuah benda. Namun, keduanya tetap harus digunakan di bawah rekomendasi yang tepat. "Jadi, salah jika Anda mengatakan bahwa mengkonsumsi produk alkohol atau bir dapat membantu mencegah Covid-19," ujar WHO.

Untuk melindungi diri dari penularan virus Corona, WHO merekomendasikan untuk sering mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer) dengan kandungan alkohol lebih dari 60 persen. Selain itu, WHO juga menyarankan untuk menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan.

Berdasarkan arsip berita Tempo, para dokter pun memperingatkan bahwa alkohol tidak berpengaruh terhadap penularan virus Corona Covid-19. Menurut mereka, cara untuk menghindari penyebaran virus Corona adalah dengan mematuhi imbauan kesehatan serta tidak melakukan kontak dengan pasien yang terinfeksi.

Sayangnya, sejumlah warga Iran mempercayai klaim "minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19" itu dan akhirnya meninggal. Hal ini diketahui setelah sebuah rumah sakit di Teheran, Iran, menerima banyak pasien dalam beberapa hari terakhir yang keracunan karena minum alkohol dengan harapan dapat mencegah infeksi virus Corona.

Dilansir dari Kompas.com, hingga 10 Maret 2020, tercatat sebanyak 44 warga Iran di Khuzestan dan Alborz tewas akibat keracunan alkohol. Mereka meninggal karena menelan etanol dan metanol tingkat industri. Sementara itu, lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit di Khuzestan.

Menurut laporan ABC, karena Iran melarang warganya meminum alkohol yang terdapat dalam minuman, korban meminum alkohol yang berasal dari industri yang biasa digunakan sebagai sanitizer. "Salah satu korban jadi buta dan korban lainnya dalam kondisir kritis," ujar juru bicara Fakultas Ilmu Pengetahuan Medis Universitas Ahwaz, Ali Ehsanpour.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa minum alkohol bisa membunuh virus Corona Covid-19 adalah klaim yang keliru. Menurut WHO, ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya