[Fakta atau Hoaks] Benarkah WHO Serukan untuk Isolasi Cina karena Virus Corona Wuhan?

Kamis, 6 Februari 2020 12:56 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah WHO Serukan untuk Isolasi Cina karena Virus Corona Wuhan?

Situs Era Muslim memuat sebuah artikel yang berjudul "Darurat Corona, WHO Serukan Dunia Isolasi Cina" pada 31 Januari 2020 lalu. Berita itu dibuka dengan paragraf tentang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang resmi mengumumkan darurat kesehatan global seiring dengan semakin banyak dan luasnya korban yang terinfeksi virus Corona Wuhan atau 2019-nCoV.

Sebagaimana dengan yang tertera dalam judul, artikel itu menyebutkan bahwa Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, meminta seluruh negara untuk tidak membiarkan warganya melakukan perjalanan ke Cina, termasuk dalam urusan dagang. Artikel tersebut diklaim bersumber dari kantor berita Reuters.

Artikel itu pun menyebutkan: "WHO tidak merekomendasikan dan benar-benar menentang untuk melakukan perjalanan atau perdagangan dengan China," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti diberitakan Reuters, Jumat (31/1).

Gambar tangkapan layar artikel di situs Era Muslim yang memuat narasi keliru mengenai pernyataan WHO soal darurat kesehatan global.

Benarkah Reuters melaporkan bahwa WHO menyerukan untuk mengisolasi Cina karena virus Corona Wuhan?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo membandingkan artikel yang ditulis situs Era Muslim dengan laporan asli yang dipublikasikan Reuters. Berita yang dimuat Reuters pada 31 Januari 2020 tersebut berjudul "WHO declares China virus outbreak an international emergency".

Dalam berita Reuters, WHO memang mendeklarasikan bahwa epidemi virus Corona Wuhan merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat global. WHO mengumumkan keputusan itu setelah digelarnya pertemuan Komite Darurat, sebuah panel ahli independen di Jenewa, Swiss, pada 30 Januari 2020, di tengah meningkatnya penyebaran virus ke sekitar 18 negara.

Namun, dalam berita Reuters, tidak ditemukan pernyataan dari Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang meminta negara-negara di dunia untuk mengisolasi Cina. Ia menegaskan bahwa deklarasi tersebut bukanlah bentuk ketidakpercayaan terhadap Cina.

Berikut pernyataan asli dari Ghebreyesus dalam berita Reuters: "Let me be clear, this declaration is not a vote of no confidence in China. Our greatest concern is the potential for the virus to spread to countries with weaker health systems."

Selain itu, WHO menentang kebijakan pembatasan perjalanan dan perdagangan dengan Cina. Hal ini termuat dalam paragraf ke-8 hingga ke-11. Deklarasi darurat global WHO tersebut memicu rekomendasi kepada seluruh negara untuk mencegah atau mengurangi penyebaran penyakit lintas batas, sambil menghindari campur tangan yang tidak perlu dalam perjalanan atau perdagangan.

Meskipun tidak memiliki wewenang hukum untuk menjatuhkan sanksi kepada negara-negara di dunia, WHO dapat meminta pemerintah suatu negara untuk memberikan penjelasan ilmiah atas segala pembatasan perjalanan atau perdagangan yang mereka lakukan dalam keadaan darurat global.

Di akhir pernyataannya, Ghebreyesus memuji kesigapan pemerintah Cina dalam membatasi penyebaran wabah virus Corona WUhan. Ia pun menegaskan bahwa WHO menentang segala pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan Cina.

Gambar tangkapan layar berita di Reuters.

Dalam situs resminya, WHO juga menyatakan tidak merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan atau perdagangan dengan Cina, termasuk tidak memperkenankan tindakan yang dapat mempromosikan stigma dan diskriminasi.

Berikut pernyataan WHO di situs resminya: "The Committee does not recommend any travel or trade restriction based on the current information available. Countries must inform WHO about travel measures taken, as required by the IHR. Countries are cautioned against actions that promote stigma or discrimination, in line with the principles of Article 3 of the IHR."

Menurut WHO, untuk melawan virus Corona Wuhan, diperlukan upaya yang substansial dalam berbagi informasi dan hasil penelitian. Hal ini sesuai dengan Pasal 44 International Health Regulations (IHR) 2005 di mana komunitas global harus terus menunjukkan solidaritas dan kerja sama dalam mengidentifikasi sumber virus baru tersebut dan potensi penularannya dari manusia ke manusia, kesiapan terhadap kemungkinan impor kasus, dan penelitian untuk mengembangkan pengobatannya.

Komunitas global pun diminta memberikan dukungan kepada negara-negara yang berpenghasilan rendah dan menengah untuk merespons kasus ini dan memfasilitasi akses untuk diagnosa, vaksin, serta terapi.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, informasi bahwa WHO menyerukan untuk mengisolasi Cina dengan menentang perjalanan sera perdagangan dengan Cina adalah informasi yang keliru. Sebaliknya, WHO menyatakan bahwa mereka tidak merekomendasikan adanya pembatasan perjalanan ataupun perdagangan dengan Cina.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya