[Fakta atau Hoaks] Benarkah Raja Keraton Agung Sejagat Sebut yang Plonga-Plongo Saja Bisa Jadi Pemimpin?

Jumat, 17 Januari 2020 13:38 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Raja Keraton Agung Sejagat Sebut yang Plonga-Plongo Saja Bisa Jadi Pemimpin?

Narasi bahwa Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso Hadiningrat, membela diri dengan menyebut yang plonga-plongo saja bisa jadi pemimpin viral di media sosial. Narasi itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah judul berita yang berbunyi "Pembelaan Raja Agung Sejagad: Yang Plonga Plongo Bisa Jadi Pemimpin, Masa Saya Ndak Boleh Jadi Raja?".

Dalam gambar tangkapan layar itu, tercantum pula tanggal dimuatnya berita itu, yakni pada 15 Januari 2020 pukul 05.30 WIB. Selain itu, terdapat foto Totok yang memakai baju kebesarannya dan berada di atas seekor kuda. Di belakangnya, samar terlihat istri Totok, Fanni Aminadia alias Kanjeng Ratu Dyah Gitarja, yang merupakan permaisuri Keraton Agung Sejagat.

Di Facebook, salah satu akun yang membagikan gambar tangkapan layar itu adalah akun Gusti Harto Sukrin, yakni pada 15 Januari 2020. Akun ini pun memberikan narasi, "Benar juga tu kata raja agung sejagat. Yg planga plongo bisa, masa saya gak boleh."

Selain akun Gusti Harto Sukrin, akun Putra Inka juga mengunggah gambar tangkapan layar itu pada hari yang sama. Akun ini memberikan narasi, "Waduh Bisa Kena Pasal Makar Nich Raja Agung Sejagad, Dan Pasti Di Cap Radikal Sama kaum Dungu Cebong, Kok Esepsinya Tepat Banget Sich Bikin Kaum Dungu Pada Emosi Dan Marah" Pastinya, Sabar Yach Bong Yang Ngomong Itu Raja Sejagad Lho, Benar Ndak Pemirsa Yg Di Omongkan Raja Agung Sejagad Ini?? Yg Oon Saja Bisa Jd Plesiden Masa Dia Ga Boleh Jd Raja Sich."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Gusti Harto Sukrin serta akun Putra Inka di Facebook yang memuat narasi keliru mengenai Raja Keraton Agung Sejagat.

Benarkah Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso Hadiningrat, membela diri dengan menyebut yang plonga-plongo saja bisa jadi pemimpin?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri pemberitaan di media dengan memasukkan kata kunci "pembelaan Raja Agung Sejagat yang plonga-plongo" di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun pemberitaan yang memuat pernyataan yang diklaim berasal dari Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso Hadiningrat, itu.

Tempo pun memotong foto Totok yang terdapat dalam gambar unggahan akun Gusti Harto Sukrin serta akun Putra Inka dan menelusurinya dengan reverse image tools Google. Hasilnya, ditemukan beberapa berita di media arus utama yang memuat foto tersebut. Berdasarkan penelusuran lebih jauh, berita yang digunakan dalam gambar unggahan kedua akun di atas adalah berita dari situs media Kompas.com.

Namun, judul berita Kompas.com itu telah diedit. Judul asli berita yang dimuat pada 15 Januari 2020 tersebut adalah "Viral Raja Kerajaan Agung Sejagat, Ternyata Pernah Dirikan Jogja DEC". Dalam berita itu pun, tidak ditemukan kalimat bahwa Totok mengatakan "yang plonga-plongo bisa jadi pemimpin, masa saya ndak boleh jadi raja?".

Gambar tangkapan layar berita di Kompas.com tentang viralnya Keraton Agung Sejagat. Credit: Turnbackhoax.id

Berita tersebut menceritakan ramainya perbincangan di media sosial tentang Keraton Agung Sejagat. Pada 15 Januari 2020, "Keraton Agung Sejagat" menjadi trending di Twitter dan telah dibicarakan sebanyak lebih dari 9 ribu kali.

Dikutip dari berita di Kompas.com tersebut, Keraton Agung Sejagat mulai dibicarakan publik setelah mereka mengadakan acara wilujengan dan kirab budaya pada 10-12 Januari 2020. Keraton Agung Sejagat mengklaim, hingga kini, memiliki pengikut sebanyak 450 orang.

Berdasarkan penelusuran, Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso Hadiningrat, pernah mendirikan organisasi kemasyarakatan yang bernama Jogjakarta Development Committee atau Jogja DEC pada 2016.

Totok menyebut Jogja DEC didirikan guna membantu menjalankan misi kemanusiaan. Menurut dia, organisasi ini memiliki jaringan setingkat dunia yang didanai lembaga keuangan tunggal dunia, ESA Monetary Fund, yang bermarkas di Swiss.

Jogja DEC pun berjanji akan memberikan dana US$ 50-200 kepada anggotanya. Mereka yang telah bergabung juga akan mendapatkan NIK (Nomor Induk Kemanusiaan) yang disebut Totok bersifat global. Ketika itu, Toto mengklaim telah memiliki pengikut sebanyak 10 ribu orang.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi bahwa Raja Keraton Agung Sejagat, Totok Santoso Hadiningrat, membela diri dengan menyebut yang plonga-plongo saja bisa jadi pemimpin merupakan narasi yang keliru. Gambar unggahan akun Gusti Harto Sukrin serta akun Putra Inka di atas merupakan hasil editan dari berita di Kompas.com yang berjudul "Viral Raja Kerajaan Agung Sejagat, Ternyata Pernah Dirikan Jogja DEC".

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya