[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tri Susanti yang Mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya adalah Saksi Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019?

Rabu, 28 Agustus 2019 17:06 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tri Susanti yang Mendatangi Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya adalah Saksi Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019?

Gambar tangkapan layar tayangan iNews TV dan BeritaSatu TV yang menampilkan wajah Tri Susanti diunggah oleh akun Facebook S Arif W pada Selasa, 20 Agustus 2019. Unggahan itu diberi narasi, “Lihat provokator pengusiran mahasiswa Papua, jadi ingat saksi sidang sengketa pilpres di MK.”

Gambar tangkapan layar akun Facebook S Arif W terkait Tri Susanti.

Gambar tangkapan layar pertama menampilkan wajah Tri Susanti saat wawancara dengan iNews TV terkait kedatangan massa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16 Agustus 2019.

Dalam gambar tangkapan layar kedua, Tri Susanti terlihat tengah bersaksi dalam sidang sengketa Pemilihan Presiden 2019. Gambar tersebut diambil dari tayangan Berita Satu TV.

Hingga kini, unggahan itu dikomentari sebanyak 529 kali dan dibagikan lebih dari 12.000 kali.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tempo, gambar tangkapan layar pertama yang diunggah akun Facebook S Arif W memang bersumber dari tayangan iNews TV. Tayangan tersebut dapat disaksikan melalui kanal YouTube iNews TV yang dipublikasikan pada 16 Agustus 2019.

Video tersebut diberi judul "Tak Mau Kibarkan Merah Putih, Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Dikepung Ormas". Video itu juga ditayangkan dalam program iNews Pagi pada 17 Agustus 2019.

Dalam video berdurasi 1 menit 51 detik itu, Tri Susanti yang kerap disapa Susi itu memberikan keterangan sejak menit 0:59 hingga menit 1:09.

“Setelah ditinggal ternyata bendera tersebut dirobek dan dimasukkan ke selokan dan dipatah-patahkan. Ini yang akhirnya menimbulkan amarah ormas dan masyarakat Surabaya,” kata Susi.

Video tersebut juga banyak beredar di media sosial Twitter. Salah satunya yang dibagikan oleh akun @MasihYGKemarin pada 19 Agustus 2019.

@MasihYGKemarin menuliskan narasi, “Yang ini Pak Denny coba liat kok Ada saksi 02 Ada disana dulu di sidang MK katanya tinggal di Kenjeran nah Alamat asrama Papua Jl. Kalasan No.10, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Kota SBY, Jawa Timur 60131 nah APA dekatan atau bagaimana Pak?"

Sementara itu, gambar tangkapan layar yang kedua pun memang bersumber dari tayangan BeritaSatu TV. Tayangan itu diunggah oleh kanal BeritaSatu TV di YouTube pada 19 Juni 2019.

Dalam video itu, Susi berstatus sebagai saksi tim kuasa hukum calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Laman suara.com menyebutkan Susi kembali bikin geger dan menjadi bahan perbincangan di media sosial belakangan ini. Susi pun menjadi topik terpopuler di lini massa Twitter.

Dalam tayangan di iNews TV, Susi mengaku menyaksikan perusakan bendera Merah Putih di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Setelah ditinggal, ternyata bendera tersebut dimasukkan ke selokan dan (tiangnya) dipatah-patahkan, ini yang akhirnya menimbulkan kemarahan dari ormas dan masyarakat," katanya.

Melalui penelusuran jejak digital, Susi sebelumnya beberapa kali tepergok hadir dalam beberapa aksi massa selama Pilpres 2019.

Bukan cuma itu, Susi juga pernah menjadi saksi tim kuasa hukum Prabowo dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK. Dalam sidang itu, Susi membeberkan kejanggalan soal Daftar Pemilih Tetap (DPT) di lingkungan tempat tinggalnya di Surabaya.

Akun twitter @AnakKolong_ juga mengunggah video yang memperlihatkan momen di mana Susi tertangkap kamera dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung ricuh pada 1 Desember 2018. Ia bergabung bersama ratusan warga dan gabungan ormas untuk menghadang aksi Aliansi Mahasiswa Papua yang sedang memperingati hari kemerdekaan Papua Barat.

Pada 20 Agustus 2019, mewakili ormas di Surabaya, Susi pun menyatakan permintaan maafnya. Pernyataan tersebut disiarkan kanal BeritaSatu TV di YouTube.

Gambar tangkapan layar tayangan BeritaSatu TV terkait Tri Susanti.

Permohonan maaf Susi juga diwartakan laman detik.com. Permintaan maaf tersebut terkait dengan teriakan rasis di asrama mahasiswa Papua di Surabaya.

"Kami atas nama masyarakat Surabaya dan dari rekan-rekan ormas menyampaikan permohonan maaf apabila ada masyarakat atau pihak lain yang sempat meneriakkan itu," kata Koordinator Lapangan Aksi Ormas Surabaya, Tri Susanti alias Susi, di Markas Polda Jawa Timur pada 20 Agustus 2019.

Susi mengklarifikasi bahwa alasannya mendatangi asrama mahasiswa Papua itu hanya untuk membela bendera Merah Putih yang isunya dirusak serta dibuang.

Dilansir dari laman vivanews.com, setelah kejadian tersebut, Pengurus Cabang 1330 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI/Polri (FKPPI) mencabut status keanggotaan Susi.

FKPPI merasa tercatut dengan aktivitas Susi saat menggerakkan massa dalam insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada 16-17 Agustus 2019.

FKPPI terusik karena nama organisasi itu turut melekat pada diri Susi. Selain FKPPI, kader atau simpatisan dari ormas lain yang dikabarkan datang menggeruduk asrama mahasiswa Papua ialah Pemuda Pancasila dan Front Pembela Islam (FPI).

"FKPPI tidak pernah keluarkan instruksi," kata Ketua FKPPI Jawa Timur, Gatot Sudjito, di Surabaya pada 22 Agustus 2019.

Gatot mengaku pihaknya sudah pernah mengeluarkan peringatan kepada Susi terkait aktivitasnya di luar organisasi. Sebab, acap kali, nama FKPPI ikut terbawa-bawa. Padahal, Susi bergerak atas nama pribadi dan di luar instruksi maupun urusan FKPPI. "Sudah pernah kita kasih peringatan," ujarnya.

KESIMPULAN

Berdasarkan semua sumber yang ada, Tri Susanti yang mendatangi asrama mahasiswa papua di Surabaya merupakan orang yang sama dengan salah satu saksi tim kuasa hukum Prabowo dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di MK.

ZAINAL ISHAQ