[Fakta atau Hoaks] Benarkah Metro TV dan Indosiar Sengaja Mengubah Hasil Quick Count Pilpres 2019 yang Semula Memenangkan Prabowo?

Kamis, 18 April 2019 18:37 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Metro TV dan Indosiar Sengaja Mengubah Hasil Quick Count Pilpres 2019 yang Semula Memenangkan Prabowo?

Sejak Rabu 17 April 2019, narasi yang menyebutkan bahwa dua stasiun televisi: Metro TV dan Indosiar, mempermainkan hasil quick count Pemilihan Presiden 2019 marak beredar di media sosial.

Tuduhan itu beredar disertai sejumlah video yang menampilkan grafis data hasil quick count yang memenangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Narasi tentang Metro TV disebarkan oleh akun Al-Ikwan Eryudawan di Facebook pada 17 April 2019. Ia membagikan sebuah video talk show Metro TV dengan beberapa analis politik, salah satunya dengan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.

Suara latar dalam video itu mengatakan:
“Saya menemukan bukti, karena saya menggunakan Indi Home yang merecord setelah siaran berjalan, ya itu bisa di-rewind. Ini bukti nyata kalau Prabowo itu menang. Kita lihat buktinya. Dan semua kaget melihatnya. Prabowo menang bro…”

Setelah itu, video tersebut menampilkan grafis data hasil penghitungan cepat sejumlah lembaga survei. Yakni:

LSI Denny JA
Jokowi - Ma’ruf Amin = 45,19 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 54,81 %

Indo Barometer
Jokowi - Ma’ruf Amin = 45,66 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 54,34 %

Charta Politica
Jokowi - Ma’ruf Amin = 44,83 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 55,17 %

SMRC
Jokowi - Ma’ruf Amin = 44,77 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 55,23 %

Poltracking
Jokowi - Ma’ruf Amin = 43,56 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 56,44 %

Vox Pol
Jokowi - Ma’ruf Amin = 43,42 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 56,58 %

Lalu suara pria dalam video kemudian melanjutkan, “Nah semua pada bingung. Gak kabaca, katanya. Digantilah di sini, akhirnya Prabowo dibuat kalah lagi. Artinya kecurangan di TV itu memang bisa terjadi dengan cepat, karena di sini langsung berubah. Ada kepanikan.”

Sedangkan narasi tentang Indosiar, dibagikan di halaman Sahabat Super di Facebook. Akun itu membagikan video berdurasi 2 menit 55 detik, yang menampilkan grafis data hasil quick count LSI di mana pasangan 01 memperoleh 44,59 % dan 02 memperoleh 55,41 % saat suara masuk mencapai 60 persen.

Suara pria dalam video itu menyebutkan terjadi permainan hasil quick count saat grafis data Indonesia kemudian menampilkan sebaliknya: pasangan 01 memperoleh 55,34 % dan 02 mendapatkan 44,66 %.

Hasil Pemeriksaan Fakta
Mengenai narasi tentang MetroTV bisa dipastikan bahwa stasiun teve itu memang benar menggelar talk show “Live Event Presiden Pilihan Kita” pada Rabu 17 April 2019.

Dalam talk show itu, Metro TV sempat menampilkan grafis data hasil quick count yang memenangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno seperti potongan video yang dibagikan.

Namun, Metro TV telah memberikan klarifikasi bahwa grafis data hasil quick count yang menampilkan kemenangan Prabowo-Sandiaga adalah kesalahan teknis.

“Terdapat kesalahan teknis dalam penayangan grafis data hasil sementara penghitungan cepat Pilpres 2019 pada pukul 15.12 WIB. Di dalam tayangan tersebut terdapat perbedaan data grafis dengan election ticker yang muncul di layar,” tulis Metro TV dalam video klarifikasinya. 

Dalam video klarifikasi itu, Metro TV juga telah menampilkan grafis data hasil quick count yang benar. Yakni:

LSI Denny JA
Jokowi - Ma’ruf Amin = 55,61 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 44,39 %

Indo Barometer
Jokowi - Ma’ruf Amin = 54,35 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 45,65 %

Charta Politica
Jokowi - Ma’ruf Amin = 54,35 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 45,65 %

SMRC
Jokowi - Ma’ruf Amin = 54,83 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 45,17 %

Poltracking
Jokowi - Ma’ruf Amin = 55,26 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 44,74 %

Vox Pol
Jokowi - Ma’ruf Amin = 56,16 %
Prabowo - Sandiaga Uno = 43,84 %

Sedangkan terkait narasi tentang Indosiar, pihak Indosiar juga telah menyampaikan klarifikasi dalam program “FOKUS” dengan berbincang bersama Ade Mulyana, peneliti senior LSI Denny JA pada 18 April 2019.

Presenter FOKUS menyatakan bahwa Indosiar melakukan kesalahan teknis (human error) sehingga hasil data tertukar antara pasangan 01 dan 02 pada 17 April 2019 sekitar pukul 15.00 WIB. Angka yang benar, adalah kandidat nomor 01 memperoleh 55,34% dan kandidat 02 mendapatkan 44,66%.

Di acara itu, Ade Mulyana menjelaskan, bahwa Quick Count adalah produk ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi negara demokrasi di negara berkembang. Dengan quick count hasil pemilu lebih cepat diketahui dibandingkan penghitungan suara manual yang membutuhkan waktu lebih lama. Lembaga survei penyelengara quick count, kata dia, sangat menjaga akurasinya dan ketepatannya terhadap hasil resmi KPU. 

Ade mengakui sempat terjadi kesalahan teknis karena data digital yang dikirimkan dari LSI ke Indosiar tertukar. “Kami baru buka data jam 15.00 WIB, sesuai peraturan KPU. Waktu itu posisi sangat hectic saat data masuk. Ini kita bicara sangat teknis. Pihak LSI mengirimkan coding, coding itu tertukar ke pihak Indosiar. Seharusnya coding itu masuk untuk 01 tapi ternyata masuk untuk 02,” kata Ade.

Ade menjamin bahwa tidak ada kesalahan sampling maupun nonsampling dari LSI. Dia juga menyatakan tidak ada kesengajaan dari pihak Indosiar untuk menampilkan data tersebut.  

Hingga 18 April 20199, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin tetap memperoleh suara terbanyak versi hasil quick count. Data grafis hasil quick count secara real time bisa disimak dalam beberapa situs berita seperti: quickcount.tempo.co, juga di kompas.com dan viva.co.id

Kesimpulan
Dari fakta-fakta itu disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan Metro TV dan Indosiar mempermainkan hasil quick count adalah sesat.

Ika Ningtyas
 

 

 

  •