Keliru, Rina Kusumastuti Meraih Penghargaan Tertinggi karena Menemukan Metode Baru Menurunkan Berat Badan

Senin, 22 November 2021 14:27 WIB
 


 
Keliru, Rina Kusumastuti Meraih Penghargaan Tertinggi karena Menemukan Metode Baru Menurunkan Berat Badan

Informasi tentang seorang pelajar asal Indonesia yang berhasil meraih penghargaan tertinggi pada 2019, setelah menemukan metode baru tentang penurunan berat badan, beredar di Instagram. Pelajar tersebut diklaim bernama Rina Kusumastuti yang kuliah di salah satu universitas di Amerika Serikat.

Unggahan yang mempublikasikan cerita itu antara lain bisa ditemukan di sini, sini, dan sini. Seluruh unggahan memuat cerita yang sama dengan dilengkapi dua foto seorang perempuan dan laki-laki dalam pakaian wisuda.

Cuplikan cerita tersebut yakni:

Rina Kusumastuti ialah mahasiswi asal Indonesia yang berhasil menemukan formula unik yang mampu menurunkan berat badan dalam waktu singkat, tanpa perlu membatasi asupan makanan.

Temuan ini merupakan hasil dari penelitian dan proses penulisan tesisnya, di mana hasil temuannya ini menuai pujian dari para peneliti terkemuka di dunia.

Dalam temuannya ini, Rina menawarkan ide jenius yang proses realisasinya akan ditangani oleh struktur ilmiah Indonesia. Para pakar asupan makanan dan sejumlah pakar di bidang lain akan ikut ambil bagian dalam pengembangan produk di mana formulanya didasarkan atas hasil riset yang dilakukan Rina Kusumastuti.

Tangkapan layar unggahan dengan klaim bahwa Rina Kusumastuti meraih penghargaan tertinggi karena menemukan metode baru menurunkan berat badan

PEMERIKSAAN FAKTA 

Dari hasil verifikasi Tempo, cerita seorang pelajar Rina Kusumastuti yang meraih penghargaan tertinggi di 2019 karena menemukan metode baru penurunan berat badan, adalah tidak pernah ada. Narasi tersebut berulang kali muncul di internet sejak 2019, dengan mengubah foto maupun nama. 

Tempo telah mencari pemberitaan tentang kisah Rina Kusumastuti tersebut dengan berbagai kata kunci, baik dalam bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris. Namun kisah tersebut tidak pernah ada di media dalam negeri maupun luar negeri. Termasuk dengan menggunakan pencarian di Google Scholar untuk melacak hasil penelitian formula tersebut, hasilnya juga nihil. 

Tentunya sangat tidak masuk akal bagi media akan melewatkan cerita tersebut, jika memang kisah itu sesuai fakta. 

Berikutnya, Tempo mencoba melacak foto perempuan dalam unggahan tersebut dan diklaim sebagai Rina Kusumastuti. Dengan reverse image tool milik Google, Tempo menemukan foto tersebut pernah dipublikasikan di situs University College of Yayasan Pahang pada 8 Desember 2018. Foto itu dimuat dalam artikel mereka berjudul UCYP Talk on Employee Healthcare and Welfare.

Tempo kemudian melacak nama-nama pembicara dalam acara tersebut, lalu terhubung dengan Dr. Madihah Mazha. Dalam acara itu, Madihah hadir hadir sebagai Spesialis Medis International Islamic University Malaysia (IIUM) dan dia mempresentasikan tentang makanan sehat.

Saat dihubungi melalui Facebook messenger, Madihah mengatakan foto yang diklaim sebagai Rina Kusumastuti tersebut, adalah koleganya yang dulu bekerja sebagai staf marketing Pusat Spesiasil Media IIUM. Dia bernama Masniza Zahari. “I think someone using her picture,” kata dia kepada Tempo, Sabtu 20 November 2021. 

Sebagai seorang ahli diet, Madihah menjelaskan tidak mungkin berat badan seseorang bisa turun 15 kilogram dalam waktu sepekan. Menurut dia, hal itu bukan cara diet yang sehat. Normalnya, berat badan maksimal yang harus diturunkan adalah sekitar 0,5-1 kilogram per minggu atau 2-4 kg per bulan.

Beredar dengan foto berbeda

Tempo melacak kisah tentang Rina Kusumastuti di internet. Kisah pertama beredar 19 Desember 2019 sebagai konten sponsor yang dimuat oleh situs Tribunnews. Saat itu, foto yang ditampilkan berbeda dengan yang beredar pada 2021. 

Tangkapan layar unggahan artikel dan foto dengan keterangan wanita muslim Asia menyilangkan tangannya dan melihat ke kamera, dengan latar belakang teman-temannya.

Saat ditelusuri, foto ini lebih dulu dipublikasikan di situs stok foto Alamy pada 5 Mei 2019 dengan keterangan: wanita muslim Asia menyilangkan tangannya dan melihat ke kamera, dengan latar belakang teman-temannya.  

Foto tersebut juga digunakan dalam situs profil Universiti Malaysia Serawak.

Tak ada keterangan bahwa perempuan dalam foto tersebut bernama Rina Kusumastuti.  

Setahun kemudian, cerita tersebut dimuat di situs Citra Indonesia dengan judul Mendikbud Apresiasi Rina Kusumastuti Penemu Obat Turunkan Berat Badan pada 5 Juni 2020. Foto yang ditampilkan yakni seorang perempuan berhijab membentangkan bendera Merah Putih. 

Tangkapan Layar situs Citra Indonesia dengan judul Mendikbud Apresiasi Rina Kusumastuti Penemu Obat Turunkan Berat Badan pada 5 Juni 2020. Foto yang ditampilkan yakni seorang perempuan berhijab membentangkan bendera Merah Putih.

Saat ditelusuri, pelajar dalam foto tersebut adalah Latifah Mar’atun Solihah, yang saat itu menjadi pelajar Kelas XII SMAN 1 Teras, Boyolali. Dia meraih dua penghargaan sekaligus dalam kompetisi bergengsi International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Sabtu 20 Mei 2017.

Dikutip dari Solo Pos,  Latifah mengusung riset berjudul Anak-Anak Terbuang: Studi tentang Sikap Masyarakat terhadap ODHA/AIDS dalam ajang tersebut.

Dari berita tersebut, jelas menunjukkan bahwa penelitian yang dimenangi oleh Latifah tidak terkait dengan pelangsing badan. 

Selain tiga foto di atas, foto versi lain beredar seperti ini. Faktanya, perempuan dalam foto ini bernama Rahma. Foto tersebut pernah dipublikasikan di Shutterstock dengan keterangan: Dokumenter wisuda Rahma yang mendapatkan gelar sarjana di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 24 November 2018. 

Foto Dokumenter wisuda Rahma yang mendapatkan gelar sarjana di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 24 November 2018 yang diklaim sebagai Rina Kusumastuti di Media sosial. Sumber: Shutterstock

Iklan obat pelangsing

Cerita palsu tentang Rina Kusumastuti tersebut banyak digunakan untuk mempromosikan obat-obat pelangsing tubuh. Seperti akun Instagram Media Dakwah dan Ngaji Bekal Akherat yang memuat iklan pelangsing tubuh di bagian akhir cerita tentang Rina Kusumastuti.

Jika akun Media Dakwah mempromosikan produk Amanah Slimming, sedangkan akun Ngaji Bekal Akherat mengiklankan Freenesia Slim. Unggahan lain juga memiliki motif yang sama. 

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan Rina Kusumastuti, pelajar Indonesia yang menemukan metode baru menurunkan berat badan dan meraih penghargaan tertinggi adalah keliru. Cerita tersebut telah beredar sejak 2019 dan tidak pernah terjadi. Foto-foto yang diklaim Rina Kusumastuti diambil dari foto-foto lain yang tidak terkait dengan cerita tersebut. 

Tim Cek Fakta Tempo



  •  

    Selengkapnya