Keliru, Rencana Pandemi Covid-19 Dibuat Rockefeller pada 2010

Selasa, 16 November 2021 14:58 WIB
 


 
Keliru, Rencana Pandemi Covid-19 Dibuat Rockefeller pada 2010

Sebuah video berdurasi 2:20 menit berjudul Penyiar Fox News Menjelaskan Rencana Pandemi yang Dibuat Rockefeller pada Tahun 2010, beredar di Twitter, 15 November 2021. 

Video itu berisi tayangan Fox News berjudul “Dems Use Crises to Exert Control Over Your Lives”. Seorang presenter dalam tayangan itu, menjelaskan Yayasan Rockefeller mengeluarkan empat laporan tentang skenario yang bisa dimainkan dalam 15-20 tahun ke depan. Salah satu skenario itu adalah tentang pandemi global yang mirip terjadi seperti dalam setahun terakhir. 

Bagian dalam dokumen ditayangkan dalam video itu dengan judul huruf kapital, Scenario Narratives Lock Step. Isinya bagaimana pembatasan terhadap orang dan barang dilakukan, dan para pemimpin dunia memberlakukan aturan darurat untuk pembatasan, memakai masker dan pemeriksaan suhu tubuh. 

Saat artikel ini diturunkan, video itu telah dibagikan 90 kali dan disukai 172 orang.

Tangkapan layar unggahan dengan klaim rencana pandemi Covid-19 dibuat Rockefeller pada tahun 2010

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil dari pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan, laporan yang dibuat Yayasan Rockefeller tersebut bukan untuk merencanakan terjadinya pandemi Covid-19. Laporan itu dibuat sebagai skenario adaptasi internasional dan membentuk kemampuan apabila terjadi perubahan di masa depan. Skenario pandemi global dalam dokumen itu dibuat berdasarkan menghadapi wabah flu H1N1 pada 2009.

Narasi yang hampir sama pernah beredar pada Juli 2020. Saat itu klaim yang muncul adalah pendiri Rockefeller Foundation, David Rockefeller, sebagai pencipta virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. 

Salah satu akun juga mengunggah tautan dokumen "Scenarios for the Future of Technology and International Development" yang diterbitkan Rockefeller Foundation pada 2010. Dokumen ini yang disebut sebagai bukti bahwa Rockefeller menciptakan virus Corona penyebab Covid-19. 

Dokumen tersebut memang dikeluarkan oleh Rockefeller Foundation pada 2010 untuk membayangkan bagaimana dunia akan terkena dampak dalam empat skenario yang berbeda, salah satunya pandemi global. Dokumen tersebut bisa diakses di tautan ini:  

Skenario tersebut sebenarnya dibuat untuk merencanakan adaptasi internasional dan membentuk kemampuan untuk mengantisipasinya melalui teknologi. Dalam dokumen itu, sama sekali tidak disebutkan SARS-CoV-2 atau pandemi Covid-19.

Skenario tentang pandemi global tersebut tercantum pada halaman 18 yang ditulis berdasarkan pengalaman saat menghadapi wabah flu H1N1 pada 2009. Skenarionya, pandemi global akan menimpa pada 2012 dengan jenis virus yang sangat ganas dan mematikan. Bahkan, negara yang paling siap menghadapi pandemi dengan cepat kewalahan ketika virus melanda seluruh dunia, menginfeksi hampir 20 persen populasi global, dan membunuh 8 juta orang hanya dalam waktu tujuh bulan, di mana mayoritas dari mereka adalah orang dewasa muda yang sehat. Pandemi ini juga memiliki efek mematikan pada ekonomi: mobilitas internasional baik orang maupun barang, menghentikan industri yang melemahkan pariwisata dan menghancurkan rantai pasokan global.

Dikutip dari situs pemeriksa fakta Politifact, milik Poynter Institute di Amerika Serikat, laporan dari filantropi yang berbasis di New York itu  bukanlah rencana untuk menciptakan pandemi COVID-19. Laporan tersebut membayangkan empat cara di mana dunia mungkin berkembang, termasuk yang melibatkan pandemi influenza dan kontrol pemerintah yang lebih ketat dalam menanggapinya.

Presiden Yayasan Rockefeller menulis di dalam dokumen itu bahwa pihaknya menggunakan perencanaan skenario, "sebuah proses menciptakan narasi tentang masa depan berdasarkan faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi serangkaian tantangan dan peluang tertentu.”

Skenario itu digunakan oleh filantropi untuk "mengidentifikasi intervensi unik, mensimulasikan, dan melatih keputusan penting. yang dapat memiliki implikasi mendalam, dan menyoroti area koneksi dan persimpangan yang sebelumnya belum ditemukan."  

KESIMPULAN

Dari pemeriksaan fakta di atas, Tempo menyimpulkan klaim rencana pandemi Covid-19 yang dibuat Rockefeller pada tahun 2010 adalah keliru. Dalam dokumen itu, sama sekali tidak disebutkan SARS-CoV-2 atau pandemi Covid-19.

Tim Cek Fakta Tempo



  •  

    Selengkapnya