Keliru, Klaim Makam Mustafa Kemal Ataturk Mengeluarkan Bau Busuk

Rabu, 8 September 2021 23:52 WIB
 


 
Keliru, Klaim Makam Mustafa Kemal Ataturk Mengeluarkan Bau Busuk

Sebuah video vlog seorang Warga Negara Indonesia yang menyebut makam mantan Presiden Turki, Mustafa Kemal Ataturk, mengeluarkan aroma tidak sedap beredar di media sosial. Video berdurasi 8 menit 28 detik itu dibagikan dengan narasi bahwa kuburan Mustafa Kemal bau busuk.

Di Facebook, video tersebut dibagikan akun ini pada 28 Agustus 2021. Akun ini pun menuliskan narasi, “Orang ini Menyaksikan langsung dekat jen4zah makam orang ini.”

“Ampun. Perlu air. Lengket di leher euy. Bau-baunya tuh bau buntang ya. Tapi apa ane sendiri yang cium atau gimana. Ini apa idung saya yang salah ya. Saya udah cium bau bangkai nih. Merinding saya jadinya. Baunya itu mirip, saya pernah ikut mengebumikan jenazah di Saudi Arabia, di sana kan kuburannya kuburan sementara smua tuh, jadi dari batu bata yang gak di plaster. Jadi, antara satu kuburan dengan kuburan lain itu masih ada lobang angin untuk masuk. Jadi bau, aromanya keluar dari situ bikin saya mual dan ini juga seperti itu,” kata pria dalam video tersebut.

Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 2.500 kali dan mendapat lebih dari 3.400 komentar. Apa benar makam Mustafa Kemal Attaturk mengeluarkan bau busuk?

 Tangkapan layar unggahan dengan klaim Makam Mustafa Kemal Ataturk Mengeluarkan Bau Busuk

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menghubungi Yan Ainaya Al Choiroh, seorang mahasiswa asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Turki. Yan memastikan tidak ada bau busuk yang keluar dari makam Mustafa Kemal Ataturk.

Yan mengaku sudah dua tahun berada Turki. Terakhir kali ia mengunjungi museum makam Mustafa Kemal Ataturk pada 29 Agustus 2021.

“Selama berada disekeliling makam saya tidak mencium aroma apapun,” kata Yan kepada Tempo, Rabu, 8 September 2021.

Pengakuan serupa juga disampaikan seorang pengunjung asal Indonesia melalui video yang diunggah ke Youtube oleh kanal Faisal Nasution pada 15 April 2020 dengan judul, “Makam Mustafa kemal Attaturk Bau?? | Komplek Makam Mustafa kemal Attaturk.”

“Kata orang bau kuburannya. Eh tidak bau yah. Karena ini udara terbuka yah. kita tidak bisa mencium ada bau bau yah karena udaranya terbuka. Jadi kalau udara terbuka gini kita gak bisa mencium ada yang bau ada yang apa,” kata perekam video tersebut pada menit ke 2:55 hingga menit ke 3:22.

Kesaksian bahwa makam Mustafa Kemal tidak mengeluarkan bau busuk juga pernah disampaikan sepasang pengunjung asal Indonesia lainnya yang terekam dalam video yang diunggah ke Youtube oleh kanal setiahadikunto Channel pada 12 Februari 2021 dengan judul, “UNSENSOR NGERI!!!! LIAT MAKAM MUSTOFA KEMAL ATATURK JASAD YANG TIDAK DI TERIMA BUMI.”

Pengakuan keduanya terekam dalam video tepatnya pada menit 16:15 hingga menit 16:18.

“Ih katanya bau,” kata pria dalam video tersebut. “Sebenarnya nggak,” timpal perempuan di sampingnya.

“Tadi nggak karena kita pake masker kali yah. Trus ininya kebuka semua. Itu ngaruh juga,” ujar pria dalam video itu menjelaskan.

Dikutip dari situs ktb.gov.tr, Mustafa Kemal Ataturk meninggal pada tanggal 10 November 1938 pukul 09.05 pagi, di Istanbul, Istana Dolmabahce. Ia meninggal karena penyakit liver yang dideritanya.

Ia dimakamkan dengan upacara pemakaman di tempat peristirahatan sementara di Museum Etnografi di Ankara pada 21 November 1938. Setelah pembangunan Anitkabir (Makam Atatürk) ia dibawa ke tempat peristirahatan permanennya dengan upacara akbar pada 10 November 1953.

Makam Mustaa Kemal Ataturk berdimensi 75 x 52 x 17 m. Memiliki denah persegi panjang dan dikelilingi oleh 8 kolom di depan dan dekat fasad, dan 14 kolom di samping, masing-masing setinggi 14,40 meter.

Di sebelah kiri, pidato Atatürk kepada Pemuda Turki dan di sebelah kanan fasad mausoleum, pidato yang dia buat pada kesempatan HUT ke-10 Republik Turki, tertulis. Huruf-huruf relief batunya disepuh emas.

Mayat Atatürk dimakamkan di tanah di lantai dasar mausoleum. Ruang makam terletak tepat di bawah batu makam simbolis yang ditempatkan di lantai pertama mausoleum.

Ini memiliki denah segi delapan dalam gaya arsitektur Seljuk dan Ottoman, dan langit-langit piramidalnya dihiasi dengan mosaik dalam pola geometris. Lantai dan dinding dilapisi dengan marmer merah, hitam dan putih.

Di tengah ruang makam adalah sarkofagus marmer yang diposisikan ke arah selatan, ke arah Mekah. Cangkir kuningan berisi tanah dari semua provinsi dan dari Republik Turki Siprus Utara ditempatkan di sekitar sarkofagus marmer.

Dilansir dari BBC, Mustafa Kemal Atatürk lahir pada tahun 1881 di Salonika (sekarang Thessaloniki) yang saat itu merupakan Kekaisaran Ottoman. Ayahnya adalah seorang pejabat kecil dan kemudian menjadi pedagang kayu. Ketika Atatürk berusia 12 tahun, ia dikirim ke sekolah militer dan kemudian ke akademi militer di Istanbul, lulus pada tahun 1905.

Pada tahun 1911, ia bertugas melawan Italia di Libya dan kemudian di Perang Balkan (1912 - 1913). Dia membuat reputasi militernya memukul mundur invasi Sekutu di Dardanelles pada tahun 1915.

Pada Mei 1919, Atatürk memulai revolusi nasionalis di Anatolia, mengorganisir perlawanan terhadap penyelesaian damai yang diberlakukan di Turki oleh Sekutu yang menang. Ini terutama difokuskan untuk melawan upaya Yunani untuk merebut Smirna dan daerah pedalamannya. Kemenangan atas Yunani memungkinkan dia untuk mengamankan revisi penyelesaian damai dalam Perjanjian Lausanne.

Pada tahun 1921, Atatürk mendirikan pemerintahan sementara di Ankara. Tahun berikutnya Kesultanan Utsmaniyah secara resmi dihapuskan dan, pada tahun 1923, Turki menjadi republik sekuler dengan Atatürk sebagai presidennya. Dia mendirikan rezim partai tunggal yang berlangsung hampir tanpa gangguan sampai 1945.

Dia meluncurkan program reformasi sosial dan politik revolusioner untuk memodernisasi Turki. Reformasi ini termasuk emansipasi wanita, penghapusan semua institusi Islam dan pengenalan kode hukum Barat, pakaian, kalender dan alfabet, menggantikan tulisan Arab dengan yang Latin. Di luar negeri ia menerapkan kebijakan netralitas, menjalin hubungan persahabatan dengan tetangga Turki.

Pada tahun 1935, ketika nama keluarga diperkenalkan di Turki, ia diberi nama Atatürk, yang berarti 'Bapak Turki'. Ia meninggal pada 10 November 1938.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa makam Mustafa Kemal Ataturk mengeluarkan bau busuk, keliru. Jenazah Mustafa Kemal Atatürk dimakamkan di tanah. Tepatnya di lantai dasar mausoleum. Ruang makam terletak tepat di bawah batu makam simbolis yang ditempatkan di lantai pertama mausoleum. Sejumlah pengunjung makam Mustafa Kemal Ataturk asal Indonesia mengaku tidak mencium bau busuk saat berada di dalam museum tersebut.

TIM CEK FAKTA TEMPO


 


  •  

    Selengkapnya