Keliru, Poster yang Sebut PBNU Gelar Konvensi Capres 2024

Rabu, 9 Juni 2021 15:20 WIB
 


 
Keliru, Poster yang Sebut PBNU Gelar Konvensi Capres 2024

Sebuah poster yang berisi klaim bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024 beredar di Facebook. Poster ini berjudul "Sukseskan Konvensi Capres NU 2024". Adapun di bagian bawah, terdapat tim yang disebut sebagai penyelenggara konvensi capres tersebut, yakni Tim Sembilan PBNU.

Dalam poster itu, terlihat beberapa gambar dan foto tokoh-tokoh NU, seperti Said Aqil Siraj, Khofifah Indar Parawansa, Yeni Wahid, Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Ida Fauziyah, Nusron Wahid, dan Yahya Cholil Staquf. Salah satu yang membagikan poster itu adalah akun ini, yakni pada 31 Mei 2021, dengan narasi, “Keren keluarga besar NU dengan banyak kader pemimpin nasional.”

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi poster dengan klaim keliru terkait Nahdlatul Ulama (NU).

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi terkait penyelenggaraan Konvensi Capres NU 2024 itu di situs resmi NU dan media-media kredibel. Dilansir dari situs resmi NU, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Andi Najmi Fuaidi telah memastikan bahwa informasi itu tidak benar. Menurut dia, agenda Konvensi Capres NU 2024 itu tidak akan pernah terjadi selama tidak ada perubahan putusan dari muktamar tentang posisi NU.

Saat ini, posisi NU adalah sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah, atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Hingga kini, NU masih memegang teguh khittah, bukan lembaga politik dan tidak berpolitik praktis. "NU ini organisasi sosial keagamaan yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Demikian kalau kita mau mengacu pada putusan Muktamar terakhir yang tidak diubah. Itu ada di dalam anggaran dasarnya. Secara organisasi seperti itu," kata Andi pada 2 Juni 2021.

Meski begitu, ujar Andi, NU tidak pernah melarang para anggota atau warganya berpolitik praktis. Bahkan, NU menganjurkan seluruh Nahdliyin untuk mempergunakan hak politiknya dalam persoalan politik praktis karena dilindungi oleh undang-undang. “Kalau larangan (berpolitik praktis) tidak ada karena itu hak pribadi masing-masing. NU tentu tidak bisa menilai seseorang melanggar atau tidak dalam penggunaan hak politiknya. Karena, sekali lagi, NU itu bukan institusi atau lembaga politik,” tuturnya.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pun telah menyatakan bahwa poster Konvensi Capres NU 2024 adalah kabar kibul alias hoaks. Dilansir dari situs resmi NU, Said juga mengaku tidak tertarik memberikan komentar apa pun terkait poster tersebut. "Itu jelas hoaks itu. Saya enggak tertarik sama itu (Konvensi Capres NU 2024. Kasih komentar juga enggak tertarik saya," ujarnya pada 3 Juni 2021.

Dalam acara halal bihalal di Lembaga Perekonomian NU pada tanggal yang sama pun, Said Aqil menegaskan bahwa pihaknya tidak punya agenda politik praktis apa pun. Sejak didirikan, NU berperan sebagai pilar bangsa dan kekuatan masyarakat sipil. "Kita harus benar-benar paham jati diri NU yang sebenarnya, tidak ada agenda politik praktis,” ujar Said Aqil.

Walaupun NU harus menjaga jarak dengan partai politik dan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh partai politik, bukan berarti Nahdliyin dilarang untuk berpolitik. “Kita harus jaga jarak. Jangan sampai NU digunakan untuk kepentingan politik praktis. Bukan berarti tidak boleh berpolitik, bukan. Tapi harus menjaga jarak dengan semua partai politik,” katanya.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta, klaim bahwa PBNU akan mengadakan Konvensi Capres 2024, keliru. PBNU telah menyatakan bahwa poster yang berisi klaim tersebut adalah palsu. Hingga kini, NU masih memegang teguh khittah, bukan lembaga politik dan tidak berpolitik praktis. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj pun telah menyatakan bahwa klaim tersebut hoaks.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya