Keliru, Perwira TNI AU Ini Berasal dari Cina dan Bakal Bocorkan Rahasia Negara

Kamis, 3 Juni 2021 09:57 WIB
 


 
Keliru, Perwira TNI AU Ini Berasal dari Cina dan Bakal Bocorkan Rahasia Negara

Foto seorang perwira bintang satu TNI AU (Angkatan Udara) yang sedang berada di dalam sebuah mobil beredar di Twitter. Dalam nametag yang dikenakannya, tertulis "Surya Mar*ono". Menurut klaim yang menyertai foto itu, perwira ini berasal dari Cina, dan oleh karenanya semua rahasia negara telah bocor dan berada di tangan Negeri Tirai Bambu tersebut.

Foto itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Facebook. Unggahan ini berbunyi, "Perkenalkan telah dilantik di istana ... Marsekal Pertama TNI Margono alias Chen Ke Cheng alias Chin kho Syin.Dia menjabat sebagai Direktur di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ini artinya ... segala rahasia TNI Tlh diserahkan padanya oleh rezim."

Gambar tangkapan layar tersebut kemudian diunggah oleh akun ini pada 3 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi dengan huruf kapital, "Semua rahasia strategis data inteligen negara sudah ada di China." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah mendapatkan lebih dari 100 retweet dan disukai lebih dari 350 kali.

Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait salah satu perwira TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Surya Margono.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim tersebut sebenarnya merupakan klaim lawas yang pernah beredar pada 3 Januari 2019. Lewat pencarian dengan reverse image tool Google dan Yandex, Tempo menemukan foto perwira TNI AU yang sama terdapat dalam gambar tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp.

Dalam percakapan itu, tertulis narasi yang serupa dengan yang beredar baru-baru ini, yakni: "Perkenalkan Marsekal Pertama TNI Margono alias Chen Ke Cheng alias Chin kho Syin.Dia menjabat sebagai Direktur di Badan Intelijen Strategis TNI. Mau dibawa kemana negeri ini."

Gambar tangkapan layar itu pun diunggah ke Twitter oleh sebuah akun yang menautkannya ke cuitan akun resmi TNI AU, @_TNIAU. Akun ini menulis, "Min @_TNIAU @Puspen_TNI @BaisTNI @CCICPolri ada yang minta diculik neh... Ibu-ibu tukang buat hoax, tiap jam dia kirim hoax."

Merespons klaim tersebut, dalam cuitannya pada 3 Januari 2019, TNI AU menegaskan bahwa informasi yang menyatakan Marsekal Pertama Surya Margono bukan WNI adalah hoaks. Perwira tersebut lahir di Singkawang, Kalimantan Barat. "Marsma Surya Margono adalah salah satu perwira TNI AU terbaik, belau asli Singkawang, Kalbar," demikian penjelasan TNI AU.

TNI AU kemudian mencuit kembali bahwa, dalam proses rekrutmen prajurit, TNI tidak memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Yang terpenting adalah prajurit tersebut merupakan WNI, bertaqwa kepada Tuhan, memiliki jiwa nasionalisme, dan siap berjuang untuk keutuhan dan kedaulatan NKRI.

Dilansir dari Detik.com, berdasarkan penjelasan di situs resmi TNI AU, Marsekal Pertama Surya Margono mendapat kenaikan pangkat dari kolonel pada Maret 2017. Saat itu, dia menjabat sebagai Direktur D Bais TNI. Surya lahir pada 5 Desember 1962 dan merupakan lulusan Akabri Udara pada 1987.

Dikutip dari JPNN.com, Surya diangkat sebagai Direktur D Bais TNI berdasarkan Surat Keputusan Presiden No 9 Tahun 2017 dan Surat Perintah Panglima TNI Nomor 522 Tahun 2017 pada 23 Maret 2017. Per 9 Desember 2020, Surya ditunjuk sebagai Staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa perwira dalam foto tersebut, Marsekal Pertama Surya Margono, berasal dari Cina, dan oleh karenanya semua rahasia negara telah bocor dan berada di tangan Cina, keliru. Klaim tersebut pernah beredar pada Januari 2019, dan telah dibantah oleh TNI AU. Surya merupakan WNI kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat. Ia pernah menjabat sebagai Direktur D Bais TNI dan saat ini bertugas sebagai staf Ahli Panglima TNI Bidang Hubungan Internasional.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya