Keliru, Klaim Ini Foto Ratusan Warga 4 Desa di Papua yang Mengungsi pada April 2021

Kamis, 29 April 2021 13:40 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Ratusan Warga 4 Desa di Papua yang Mengungsi pada April 2021

Sebuah foto yang memperlihatkan ratusan orang yang sedang berjalan kaki dengan memanggul berbagai barang di sebuah jalan tanah yang membelah perbukitan beredar di Twitter. Foto itu disertai dengan klaim bahwa terdapat ratusan warga dari empat desa di Papua yang mengungsi baru-baru. Foto tersebut diunggah ke Twitter pada 28 April 2021.

Berikut narasi yang ditulis oleh akun ini: "Operasi militer Indonesia dengan pengeboman sejak kemarin menyebabkan ratusan orang di 4 desa di Puncak Jaya mengungsi dari rumahnya ke wilayah terdekat (Pengungsi Internal/IDPs di Papua meningkat dalam 3 tahun terakhir)." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah di-retweet lebih dari 150 kali dan disukai lebih dari 250 kali.

Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter berisi foto yang tidak terkait dengan klaim soal mengungsinya warga dari empat desa di Papua pada April 2021.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah foto peristiwa pada 2020. Foto ini bersumber dari Divisi Humas Polri dan pernah dipublikasikan salah satunya oleh situs media Jawapos.com pada 12 Maret 2020.

Jawapos.com memberikan keterangan bahwa foto itu adalah foto saat warga kampung di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dievakuasi karena kampung mereka dimasuki oleh kelompok bersenjata. Dinas Sosial Mimika mencatat jumlah warga Tembagapura yang dievakuasi ke Timika, ibukota Mimika, mencapai 1.662 orang, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu dan anak-anak.

Kantor berita Antara juga pernah memuat foto yang sama dalam artikelnya pada 8 Maret 2020. Dalam keterangannya, Antara menulis bahwa foto itu memperlihatkan ratusan warga kampung Kimbeli dan kampung-kampung di sekitar Tembagapura yang berjalan kaki dari kampung mereka ke Tembagapura untuk dievakuasi pada 8 Maret 2020, setelah kelompok bersenjata memasuki kampung mereka.

Warga Papua yang mengungsi

Tempo juga menelusuri berita terkait peristiwa mengungsinya warga Papua tersebut. Dikutip dari situs media Papua, Jubi.co.id, pada 27 April 2021, warga dari empat distrik di Kabupaten Puncak, Papua, memang mengungsi usai terjadi kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan TNI/Polri. Keempat distrik itu adalah Distrik Gome, Mayuberi (Distrik Ilaga Utara), Distrik Gome Utara, dan Distrik Beoga.

Situs media Papua lainnya, Suara Papua, juga memuat artikel yang berisi informasi bahwa warga dari empat kampung di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, yakni Tegelobak, Misimaga, Efesus, dan Upaga, mengungsi ke dua kampung terdekat setelah adanya serangan udara dari militer yang mengejar pasukan TPNPB pada 27 April 2021.

Suara Papua mendapatkan informasi tersebut dari seorang advokat dan intelektual dari Kabupaten Puncak Jaya, Oktavianus Tabuni. Menurut Tabuni, laporan itu ia terima dari salah satu kepala kampung yang sedang mengungsi bersama warganya. "Warga kampung Tegelobak dan Misimaga mengungsi ke kampung Tanah Merah, sedangkan warga kampung Efesus dan Upaga mengungsi ke kampung Gome," katanya.

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam surelnya kepada Suara Papua, juga membenarkan adanya serangan udara tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan detail mengenai nama kampung yang terkena serangan ini. Menurut Sebby, baku tembak antara pasukan TNI dan Polri dengan TPNPB terjadi pada pukul 08.26 WIT dan pukul 13.00 WIT. Tidak ada korban dalam serangan itu.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto ratusan warga dari empat desa di Papua yang mengungsi pada April 2021, keliru. Foto itu merupakan foto peristiwa pada 2020, saat warga kampung di sekitar Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dievakuasi karena kampung mereka dimasuki oleh kelompok bersenjata.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya