Keliru, Gambar Artikel yang Klaim Mahfud MD Ungkap Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar adalah Polisi

Selasa, 30 Maret 2021 18:33 WIB
 


 
Keliru, Gambar Artikel yang Klaim Mahfud MD Ungkap Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar adalah Polisi

Gambar tangkapan layar artikel yang berjudul “Mahfud MD : Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat" beredar di Facebook. Artikel itu dimuat pada 28 Maret 2021 pukul 11.45.

Artikel tersebut dilengkapi dengan foto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Dalam gambar itu, terdapat pula logo situs media Kompas.com. Akun ini membagikan gambar tersebut pada 30 Maret 2021.

Gambar tersebut beredar setelah terjadinya bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28 Maret 2021 pukul 10.30 WITA. Menurut polisi, pelaku adalah pasangan suami-istri yang berinisial L dan YSF.

Gambar tangkapan layar artikel hasil suntingan yang memuat klaim keliru terkait Menkopolhukam Mahfud MD dan pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, Kompas.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan judul “Mahfud MD: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat” pada 28 Maret 2021.

Fakta ini didapatkan setelah Tempo memeriksa indeks berita Kompas.com pada 28 Maret 2021. Dalam indeks tersebut, tidak ada berita yang diturunkan pada pukul 11.45 seperti yang terlihat dalam gambar tangkapan layar yang beredar.

Berita Kompas.com yang tayang pada rentang pukul 11.41 hingga pukul 11.46 antara lain:

  • Resmi Dibuka, IKEA Kota Baru Parahyangan Sediakan Area Khusus UMKM
  • PBNU Kecam Bom Bunuh Diri di Depan Gereja Katedral Makassar
  • Cara Masak Terong biar Tidak Menyerap Minyak Banyak
  • Interior Toyota Sienta Welcab, Ramah Disabilitas

Menkopolhukam Mahfud MD juga tidak pernah menyatakan bahwa pelaku bom Gereja Katedral Makassar adalah tiga polisi yang bersuku Batak, beragama Kristen Protestan, dan hobi mabuk miras yang sakit hati karena dipecat.

Pada 28 Maret 2021, Kompas.com mempublikasikan beberapa pernyataan Mahfud MD, bahwa pemerintah akan mengejar jaringan pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Selain itu, Mahfud menyatakan bahwa jumlah korban yang terluka akibat aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar bertambah menjadi 20 orang.

Tempo kemudian menelusuri foto Mahfud MD yang tercantum dalam gambar tangkapan layar yang beredar dengan reverse image tool Google. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut adalah dokumentasi Kemenkopolhukam saat Mahfud MD memberikan pernyataan terkait situasi terkini pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020. Foto yang identik pernah dimuat oleh sejumlah media. Namun, foto itu tidak ditemukan di Kompas.com.

Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar

Berdasarkan arsip berita Tempo, Polri menyebut bahwa pelaku aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami-istri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan pelaku diduga merupakan bagian dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Mereka ditengarai terhubung dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina bagian selatan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Boy Rafli juga mengatakan dua pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar terafiliasi dengan kelompok teroris di Filipina. Kedua pelaku bom Makassar ini merupakan anggota JAD.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar artikel yang berjudul "Mahfud MD: Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar 3 Oknum Polisi suku Batak, hobi Mabuk Miras, beragama Protestan, yang sakit hati karena di pecat" tersebut keliru. Gambar itu merupakan hasil suntingan. Kompas.com tidak pernah mempublikasikan berita dengan judul tersebut, termasuk pada 28 Maret 2021. Menkopolhukam Mahfud MD pun tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang diklaim dalam judul itu.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya