[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pendemo UU Cipta Kerja Teriakkan Anies Presiden saat Ditemui pada 8 Oktober 2020?

Selasa, 13 Oktober 2020 20:18 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Pendemo UU Cipta Kerja Teriakkan Anies Presiden saat Ditemui pada 8 Oktober 2020?

Gambar tangkapan layar dua artikel yang memuat foto saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menemui pendemo UU Cipta Kerja atau Omnibus Law beredar di Facebook. Menurut judul salah satu artikel, saat ditemui Anies, massa meneriakkan "Anies Presiden!".

Artikel yang berasal dari situs Swarakyat itu berjudul "Jokowi Pergi Ke Kalteng, Anies Temui Mahasiswa, Massa Langsung Teriakan 'Anies Presiden!'". Adapun artikel lainnya berjudul "Anies Berulah Lagi, Bukannya Kabur Justru Terjun Langsung Tinjau Lokasi Demo". Kedua artikel itu dimuat pada 8 Oktober 2020.

Akun yang membagikan gambar tangkapan layar itu adalah akun Muji El Karim, tepatnya pada 9 Oktober 2020. Akun ini pun menulis narasi, "THE NEX PRESIDENT. Dari banyak pejabat negara. Hanya Anies yang berani mendatangi mahasiswa, buruh dan pelajar. Hanya Anies yang dapat memberikan rasa teduh di hati dan menenangkan mereka. Hanya Anies yang dapat memimpin negara ini. Lanjutkan Perjuangan. Sampai rezim tumbang !!!!!

Hingga artikel ini dimuat, gambar tangkapan layar tersebut telah mendapatkan lebih dari 300 reaksi dan 51 komentar serta dibagikan lebih dari 200 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Muji El Karim.

Artikel ini akan berisi pemeriksaan fakta terhadap dua hal, yakni:

  • Apa benar demonstran UU Cipta Kerja meneriakkan “Anies Presiden” saat ditemui oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut pada 8 Oktober 2020?
  • Apa benar hanya Anies pejabat negara yang menemui pendemo UU Cipta Kerja?

PEMERIKSAAN FAKTA

Anies Temui Pendemo di Bundaran HI

Video pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan pendemo yang menolak UU Cipta Kerja di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 8 Oktober 2020 telah ramai beredar di YouTube. Salah satu kanal yang mengunggah video tersebut adalah kanal Hendri Official, yakni pada 9 Oktober 2020, dengan judul “Bikin Adem, Anies Baswedan Temui Mahasiswa”.

Video berdurasi 9 menit 10 detik ini memperlihatkan momen ketika Anies baru tiba di Bundaran HI, menenangkan demonstran, kemudian menanyakan aspirasi dari para pendemo. Setelah itu, Anies menyampaikan pidato dan mengajak demonstran menyanyikan lagu "Bagimu Negeri". Lalu, Anies memberikan pernyataan kepada jurnalis. Namun, hingga video itu berakhir, tidak terdengar teriakan dari demonstran yang menyebut “Anies Presiden”.

Video lain yang juga merekam momen ketika Anies bertemu pendemo UU Cipta Kerja di Bundaran HI pun diunggah oleh kanal IB HRS pada 8 Oktober 2020 dengan judul "Anies Temui Mahasiswa 'MASSA TERIAKAN ANIES PRESIDEN'". Namun, dalam video berdurasi 1 menit 33 detik ini, tidak ditemukan pula gambar maupun suara yang menyebut “Anies Baswedan” seperti yang tertera dalam judul video.

Menurut arsip berita Tempo, pada 8 Oktober 2020 petang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memang menemui mahasiswa dan massa lainnya yang menolak UU Cipta Kerja di Bundaran HI. Ia pun berjanji akan menyampaikan aspirasi dari para demonstran yang disampaikan kepadanya. "Besok akan ada undangan rapat semua gubernur, dan besok kita akan teruskan (aspirasi mahasiswa)," katanya.

Dilansir dari Suara.com, setelah mendengarkan aspirasi demonstran, Anies meminta mereka kembali ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Massa juga diminta untuk memantau perkembangan aksi penolakan ini dari rumah masing-masing. "Pantau, ikuti perkembangan, karena itu perjuangan kita semua," tuturnya.

Setelah itu, Anies meminta massa aksi berdiri dan menyanyikan lagu "Bagimu Negeri" bersama-sama. "Ayo kita semua sekarang berdiri. Kita nyanyikan lagu Bagimu Negeri," tuturnya. Anies pun ikut bernyanyi bersama massa sambil mengepalkan tangannya. Tak lama kemudian, massa membubarkan diri.

Sejumlah Kepala Daerah Temui Demonstran

Selain Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sejumlah kepala daerah juga menemui massa yang berdemonstrasi untuk menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law sejak 6 Oktober 2020. Beberapa di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono (HB) X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dikutip dari Kompas.com, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui para demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, pada 8 Oktober 2020. Sebelumnya, ia sempat melakukan audiensi dengan perwakilan buruh di Aula Barat Gedung Sate untuk mendengarkan aspirasi dari berbagai serikat pekerja.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dilansir dari IDN Times, juga bertemu dengan organisasi pekerja buruh di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada 8 Oktober 2020. Dia berjanji akan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait penolakan UU Cipta Kerja yang disuarakan oleh para buruh tersebut.

Sementara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dikutip dari kantor berita Antara, menemui ratusan demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, pada 12 Oktober 2020. Di hadapan demonstran yang berasal dari kalangan buruh ini, Ganjar menyatakan sudah menyampaikan aspirasi terkait UU Cipta Kerja kepada pemerintah pusat.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, unggahan akun Muji El Karim di atas menyesatkan. Terkait klaim bahwa demonstran UU Cipta Kerja meneriakkan “Anies Presiden” saat ditemui oleh Gubernur DKI Jakarta tersebut pada 8 Oktober 2020, dalam video yang memperlihatkan pertemuan antara Anies Baswedan dan pendemo di Bundaran HI, Jakarta, tidak terdengar suara demonstran yang meneriakkan “Anies Presiden”. Adapun terkait klaim bahwa hanya Anies pejabat negara yang menemui pendemo UU Cipta Kerja, berdasarkan pemberitaan media, terdapat sejumlah kepala daerah yang juga menemui demonstran UU Cipta Kerja, seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirim ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya