[Fakta atau Hoaks] Benarkah Hotman Paris Ingatkan Keluarga Cendana dan Cikeas Hati-Hati Jika Jokowi Marah?

Kamis, 1 Oktober 2020 21:07 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Hotman Paris Ingatkan Keluarga Cendana dan Cikeas Hati-Hati Jika Jokowi Marah?

Gambar yang memuat foto pengacara Hotman Paris Hutapea serta narasi yang berisi peringatan terhadap keluarga Cendana dan Cikeas soal kemarahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi beredar di media sosial. Keluarga Cendana merujuk pada keluarga Presiden ke-2 RI, Soeharto. Sementara keluarga Cikeas merujuk pada keluarga Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

“Saya khawatir jika Pak Jokowi bila dipancing-pancing emosinya. Hati-hati saja keluarga Cendana dan keluarga Cikeas, harta gono gini kalianlah jadi pertaruhannya. KPK dan Intelijen sudah dari 2014 mengumpulkan data dan faktanya. Yaaa tinggal menunggu perintahnya Presiden saja, langsung eksekusi tanah negara yang dikuasi mereka. Gawat itu, Saya sudah pasti bela Negara. Hotman Paris," demikian narasi dalam gambar itu.

Di Facebook, gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Kopok, yakni pada 27 September 2020. Akun ini pun menulis, "Siap2 aja."

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Kopok.

Apa benar Hotman Paris ingatkan keluarga Cendana dan keluarga Cikeas untuk berhati-hati terhadap kemarahan Jokowi?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital gambar tersebut dengan reverse image tool Source dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa pernyataan dalam gambar itu bukanlah pernyataan Hotman Paris. Gambar tersebut telah beredar di internet sejak 2018 lalu. Salah satu akun yang pernah membagikannya adalah akun Twitter Wong Pinggiran, tepatnya pada 11 Desember 2018.

Hotman Paris, dalam akun Instagram pribadinya, @hotmanparisofficial, telah membantah klaim dalam gambar itu. Bantahan tersebut diunggahnya pada 29 Mei 2019. Hotman membagikan gambar itu, yang telah diberi tanda silang dan teks "hoax". Ia pun menulis keterangan,"Hoax menggila! Dasar pengecut sebarkan hoax ini! Gus Hotman ngak tertarik politik."

Ketika gambar itu lagi-lagi beredar, Hotman Paris kembali mengunggah gambar itu, yang telah diberi tanda silang dan teks "hoax", pada 30 September 2020. Ia menulis keterangan, “Ini berita Bohong! Tangkap para pelaku yg edarkan berita bohong ini!! Hotman tdk tau ttg selebaran ini.”

Beredar setelah pemberitaan tentang dana Yayasan Supersemar

Gambar hoaks tersebut beredar setelah, pada November 2018, muncul pemberitaan soal upaya Presiden Jokowi untuk memaksa Yayasan Supersemar, yayasan yang didirikan oleh Soeharto pada 1974, mengembalikan uang negara yang diselewengkan. Berita tersebut dimuat salah satunya oleh Detik.com, yakni pada 25 November 2018.

Menurut laporan Detik.com, setelah sejak 2007 bertarung di pengadilan, uang negara yang diselewengkan ke perusahaan keluarga Cendana itu perlahan kembali. Yayasan Supersemar sempat mengajukan perlawanan eksekusi. Namun, pada 19 Oktober 2017, Mahkamah Agung menolak perlawan eksekusi itu. Menurut MA, perlawanan eksekusi tersebut nebis in idem. "Sehingga, putusan perkara a quo nebis in idem," ujar majelis hakim dengan suara bulat.

Mengantongi putusan itu, Kejaksaan Agung mengajukan permohonan eksekusi. Pada Maret 2018, Kejagung melaksanakan pemulihan keuangan negara dari beberapa rekening Yayasan Supersemar di bank dengan total Rp 241,87 miliar. Lalu, Kejaksaan Agung menyita tanah, termasuk yang berada di Megamendung, Bogor, dan Gedung Granadi di Jalan Rasuna Said, Jakarta, milik Yayasan Supersemar.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Hotman Paris ingatkan keluarga Cendana dan keluarga Cikeas untuk berhati-hati terhadap kemarahan Jokowi" keliru. Klaim tersebut telah beredar sejak Desember 2018. Hotman Paris telah membantah klaim itu dan menyatakannya sebagai hoaks. Tidak ditemukan pula pemberitaan di media kredibel bahwa Hotman Paris pernah melontarkan pernyataan tersebut.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya