[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Pembagian Masker Gratis yang Telah Diberi Obat Bius?

Rabu, 16 September 2020 11:10 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ada Pembagian Masker Gratis yang Telah Diberi Obat Bius?

Pesan berantai yang berisi klaim bahwa ada pembagian masker gratis yang telah diberi obat bius beredar di aplikasi percakapan WhatsApp dan media sosial. Menurut pesan berantai ini, pembagian masker yang telah diberi obat bius tersebut merupakan modus baru kajahatan selama pandemi Covid-19.

"Sekarang ada yang baru dan sedang terjadi. Orang datang dari jalan ke jalan, pintu ke pintu, dan membagikan masker. Mereka mengatakan, 'Ini ada pembagian masker dari pemerintah'. Mereka meminta Anda mengenakan masker untuk difoto atau dilihat, apakah masker tersebut cocok untuk Anda pakai," demikian narasi di bagian awal pesan berantai itu.

Lalu, pesan berantai ini menyebut bahwa masker tersebut telah diberi obat bius. "Lalu mereka merampok atau merampas! Tolong jangan ambil masker dari orang asing. Ingat teman-teman, ini adalah waktu yang kritis, orang-orang putus asa, tingkat kejahatan meningkat selama periode Covid-19. Harap berhati-hati!"

Di Facebook, pesan berantai itu dibagikan salah satunya oleh akun Airyn Ruri Pradigta, yakni pada 12 September 2020. Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun tersebut telah disukai lebih dari 100 kali dan dibagikan lebih dari 200 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Airyn Ruri Pradigta.

Apa benar ada pembagian masker gratis yang telah diberi obat bius di tengah pandemi Covid-19?

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, pesan berantai ini telah beredar sejak Mei 2020. Polisi pun merespons pesan berantai yang meresahkan masyarakat itu dengan menyatakan bahwa informasi tersebut palsu. “Itu informasinya hoaks,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus pada 7 Mei 2020 seperti dilansir dari situs resmi Polri.

Meskipun begitu, Yusri meminta masyarakat untuk lebih waspada. Dia juga mengingatkan publik agar tidak mudah percaya dengan berbagai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Penjelasan Yusri tersebut juga dimuat di situs resmi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Covid19.go.id. Yusri menuturkan bahwa pesan berantai itu tidak benar. "Iyalah, itu informasinya hoaks," ujar Yusri.

Pembagian masker gratis

Sejak terjadi pandemi Covid-19, pembagian masker secara gratis kepada masyarakat kerap dilakukan, baik oleh pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Meskipun begitu, menurut anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif, masih banyak masyarakat yang tidak mengenakan masker.

Karena itu, Syarif meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mendistribusikan masker gratis kepada warga ibukota. Pemprov DKI pernah membagikan 20 juta masker kepada seluruh warga ibukota pada Mei 2020 lalu. Setiap orang diberi dua masker.

“Mungkin masker yang dibagikan pemerintah empat bulan lalu sudah rusak atau hilang," kata Syarif pada 1 September 2020. Padahal, menurut dia, penggunaan masker merupakan salah satu cara untuk mencegah penularan virus Covid-19, selain menjaga jarak dan kebersihan diri.

Pembagian masker secara gratis juga pernah dilakukan di Purwakarta, Jawa Barat. Menurut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, hal ini ditujukan agar masyarakat bisa melindungi diri sendiri dari Covid-19. Banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan masker saat melakukan kegiatan sehari-hari membuatnya khawatir akan rentannya masyarakat terpapar Covid-19.

Anne pun memerintahkan jajarannya untuk membagikan masker gratis. "Saya memerintahkan jajaran Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk membagikan masker di sekitar Pasar Rebo, jumlahnya tidak terlalu banyak. Nanti kita akan tambah lagi dan dibagikan kepada masyarakat lainnya," ujarnya pada 9 April 2020 seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Jawa Barat.

Dilansir dari Kompas.com, penggunaan masker diyakini sebagai salah satu upaya pencegahan penularan virus Corona baru penyebab Covid-19 yang efektif. Semua orang pun kini diimbau untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah atau bertemu dengan orang lain.

Sejumlah daerah menetapkan kebijakan yang mewajibkan warganya untuk mengenakan masker saat berada di ruang publik. Bahkan, beberapa daerah menerapkan denda bagi warga yang tidak menggunakan masker. Sejumlah daerah yang menerapkan kebijakan tersebut antara lain Kabupaten Bantul, Lebak, dan Gresik, Kota Banjarmasin, serta Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "ada pembagian masker gratis yang telah diberi obat bius di tengah pandemi Covid-19" keliru. Polri telah menyatakan bahwa informasi tersebut hoaks.

ZAINAL ISHAQ

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya