[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tekan Cancel Dua Kali di ATM Bisa Mencegah Pencurian PIN?

Selasa, 31 Desember 2019 14:25 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Tekan Cancel Dua Kali di ATM Bisa Mencegah Pencurian PIN?

Informasi yang menyebut pencurian PIN kartu nasabah bisa dibatalkan dengan menekan tombol cancel dua kali di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) beredar di grup-grup percakapan WhatsApp. Pesan berantai di WhatsApp tersebut mengklaim bahwa informasi itu berasal dari staf perbankan.

Berikut isi lengkap pesan berantai tersebut:

"PESAN DARI STAF PERBANKAN:

Sebuah nasehat yang sangat berguna, ketika kita menarik uang dari ATM.

Tekan cancel dua kali sebelum masukkan kartu ATM.

Jika ada orang telah memasang sesuatu di tombol untuk mencuri kode ATM-mu, hal ini akan membatalkan apa yang telah dipasang oleh pencuri.

Jadikan hal ini suatu kebiasaan dalamm setiap transaksi yang kamu lakukan."

Gambar tangkapan layar pesan berantai di WhatsApp yang memuat informasi keliru mengenai cara mencegah pencurian PIN kartu ATM.

Benarkah menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM bisa mencegah pencurian PIN kartu nasabah?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk mengecek kebenaran klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci "tekan cancel dua kali di ATM" pada mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan artikel di situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyebut isu bahwa menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM bisa mencegah pencurian PIN kartu nasabah merupakan hoaks.

Menurut artikel tersebut, informasi ini sebelumnya pernah beredar di luar negeri. Oleh beberapa pihak, kabar hoaks tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan kemudian disebarluaskan.

"Diketahui pencurian informasi pada mesin ATM tidak dapat digagalkan hanya dengan menekan tombol cancel. Tidak ada sumber kuat dari pihak bank mana pun yang menyarankan agar pengguna ATM menekan tombol cancel dua kali untuk mencegah pencurian informasi."

Hasil penelusuran pemeriksa fakta Snopes pada 25 November 2018 juga menyatakan klaim bahwa menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM bisa mencegah pencurian PIN kartu nasabah merupakan klaim yang keliru. Menurut Snopes, informasi itu bukan berasal dari aparat penegak hukum, lembaga keuangan, firma keamanan siber, maupun otoritas terpercaya lainnya.

Gambar yang beredar di Amerika Serikat yang memuat hoaks mengenai cara mencegah pencurian PIN kartu ATM.

Klaim tersebut juga tidak menyebut bentuk pencurian PIN seperti apa yang bisa dicegah dengan menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM. Snopes menyatakan bahwa ada beberapa modus yang paling umum untuk mencuri PIN melalui mesin ATM, yakni:

  • memasang tampilan palsu di mesin ATM
  • memasang skimmer, perangkat yang terpasang pada slot pembaca kartu untuk menyalin data
  • memasang "Lebanese loop", selongsong dari logam atau plastik yang terpasang pada slot pembaca kartu yang menyebabkan kartu tidak bisa keluar sehingga dapat diambil oleh pelaku ketika pemilik kartu pergi
  • memasang PIN-pad palsu di atas PIN-pad mesin ATM untuk mendeteksi PIN kartu
  • memasang kamera tersembunyi untuk merekam penekanan PIN kartu

Berdasarkan penjelasan Snopes, tidak satu pun dari modus di atas yang memungkinkan untuk digagalkan dengan menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM. Tidak ditemukan pula lembaga yang merekomendasikan cara mencegah pencurian PIN kartu nasabah dengan menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM.

Asosiasi Bankir Amerika menyatakan tidak pernah mendengar bahwa cara tersebut bisa digunakan untuk mencegah pencurian PIN kartu nasabah. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri ATM Amerika, David Tente, memastikan bahwa informasi itu sepenuhnya salah.

Tips Keamanan di ATM

Dikutip dari Politifact, berikut ini praktik terbaik saat menggunakan mesin ATM:

  • Hindari menggunakan mesin ATM di daerah yang sepi, terhalang dari pandangan, atau memiliki penerangan yang buruk. Gunakan mesin ATM di tempat umum yang cukup terang, seperti di bank atau supermarket.
  • Waspada dengan lingkungan sekitar. Jika Anda melihat sesuatu yang tidak biasa atau mencurigakan, batalkan transaksi dan segera pergi.
  • Jika mesin ATM terlihat rusak, jangan gunakan mesin tersebut dan segera laporkan kepada bank.
  • Tutup tangan yang Anda gunakan untuk mengetik PIN kartu dengan tangan lain. Lindungi juga layar mesin ATM sehingga orang lain tidak bisa melihat.
  • Simpan struk Anda sehingga orang lain tidak tahu berapa banyak uang yang Anda ambil ataupun simpan di rekening.
  • Walaupun banyak mesin ATM yang beroperasi selama 24 jam, hindari menggunakan mesin ATM pada malam hari. Jika terpaksa, ajak teman Anda untuk menemani.

Adapun pengamat keamanan siber, Alfons Tanujaya, membagikan cara untuk mewaspadai skimmer. "Selalu waspada, khususnya ATM yang sepi atau mulut ATM yang aneh dan PIN-ad yang terlalu menonjol," kata Alfons seperti dikutip dari laman CNN Indonesia.

Dalam arsip pemberitaan Tempo, Kepala Pusat Studi Forensika Digital Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Yudi Prayudi, juga membagikan tips bagi nasabah agar terhindar dari kejahatan ATM skimming.

Pertama, gunakan kartu ATM menggunakan chip EMV (Europay Mastercard Visa). "Chip EMV memberikan kode unik untuk setiap transaksi," kata Yudi. Kedua, lakukan transaksi di mesin ATM yang keamanan lokasinya terpantau, terutama kantor-kantor perbankan.

Ketiga, lakukan pemantauan kondisi di sekitar mesin ATM. Jika ada benda yang mencurigakan di mesin ATM dan tidak yakin dengan fungsi benda tersebut, batalkan transaksi. Keempat, monitor rekening sehingga, bila ada transaksi penarikan uang yang mencurigakan, bisa segera diketahui dan dilaporkan ke bank.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa menekan tombol cancel dua kali di mesin ATM bisa mencegah pencurian PIN kartu nasabah merupakan klaim yang keliru. Pencurian informasi pada mesin ATM tidak dapat digagalkan hanya dengan menekan tombol cancel.

IBRAHIM ARSYAD | ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya