[Fakta atau Hoaks] Benarkah penarikan Brimob ke Jakarta terkait skenario penurunan presiden?

Selasa, 30 April 2019 14:34 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah penarikan Brimob ke Jakarta terkait skenario penurunan presiden?

Sebuah narasi tentang penarikan pasukan Brigade Mobil (Brimob) ke Jakarta terkait dengan rencana penurunan presiden RI, beredar di media sosial. Narasi itu dibagikan oleh akun Joni Quindo di Facebook sejak 23 April 2019.

Sebuah unggahan di Facebook menyebut penarikan pasukan Brimob ke Jakarta terkait dengan usaha penurunan presiden.

Ia membagikan teks dengan dua foto suasana apel siaga pasukan Brimob. Teks yang beredar tertulis agar masyarakat menolak ajakan untuk menurunkan presiden. Ajakan itu, dianggap sebagai skenario dari internal calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, agar seolah-olah pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga, yang ingin menurunkan presiden.

“Taktik mereka agar rakyat dan aparat bentrok dan terjadi chaos antara pendukung 01 dan 02 serta aparat negara.”

Teks berikutnya mengkaitkan antara skenario penurunan presiden tersebut dengan penarikan pasukan Brimob dari daerah ke Jakarta. “Ada apa dgn Brimob?”

 

PEMERIKSAAN FAKTA

Polri memang benar menarik 10 ribu personel Brimob ke DKI Jakarta untuk melakukan pengamanan setelah Pemilu 2019. Sekitar 6.200 personel Brimob dari tiga Kepolisian Daerah (Polda) ditarik secara bertahap oleh Mabes Polri untuk membantu pengamanan Ibu Kota.

Misalnya, pada Senin kemarin, sekitar 100 personel Brimob dari Polda Kalimantan Barat sudah tiba di Jakarta. Ratusan personel itu kini berada di kawasan Jakarta Utara untuk pengamanan.

Jumlah yang sama dari Polda Bali juga diberangkatkan menuju Cengkareng pada Senin kemarin.

Kemudian dari Polda Maluku, sekitar 200 anggota Brimob juga dikirim ke Jakarta. Personel yang datang ikut membawa sejumlah alat keamanan, termasuk senjata lengkap dan peluru. Para personel bantuan dari daerah ini berada di bawah komando Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menjelaskan alasan penarikan sejumlah personel Brimob dari berbagai daerah ke Jakarta.

Argo mengatakan, personel itu akan diperbantukan untuk penjagaan di TPS, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Perlu personel dari daerah yang kerawanannya tidak tinggi dikirim ke sini untuk back up ya,” tutur Argo di kantornya, Kamis, 25 April 2019, seperti ditulis Tempo.

Argo menjelaskan, pengamanan di Ibu Kota saat ini difokuskan di tempat penghitungan suara, tepatnya di tingkat kecamatan. Ia pun menyebut secara umum kondisi keamanan di Jakarta pascapemilu terhitung aman. “Tidak ada kejadian yang menonjol,” kata dia.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan sebagai ibu kota, pengamanan Jakarta harus diperkuat.

"Iyalah, intinya itu, karena Jakarta sebagai barometer jadi harus kita perkuatlah," kata Moeldoko di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019), menurut Detik.

Moeldoko menuturkan pasukan Brimob Nusantara itu ditarik ke Jakarta bukan berarti ada indikasi gangguan stabilitas keamanan. Namun, sifatnya hanya mengantisipasi.

"Nggak sih (karena ada ancaman keamanan), kita hanya preventif, tapi ada sementara masyarakat yang bergamang. Kita harus memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa tidak ada apa-apa situasinya. Jadi masyarakat kalau ada pasukan yang turun di lapangan justru harus merasa nyaman jangan merasa ketakutan," ujarnya.

Presiden Joko Widodo dalam arahan pembukaan rapat kabinet paripurna menilai 'riak-riak' kecil seusai Pemilu 2019 adalah hal yang wajar. Namun, dia meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tetap bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

 

KESIMPULAN

Dari keterangan di atas, narasi yang menyebutkan bahwa penarikan Brimob daerah ke Jakarta karena terkait skenario penurunan presiden RI adalah keliru.

 

IKA NINGTYAS

 

  •