Keliru, Video Tiongkok Janjikan Kiamat bagi Australia Bila Tidak Lepas Pulau Pasir

Kamis, 17 November 2022 15:05 WIB

Keliru, Video Tiongkok Janjikan Kiamat bagi Australia Bila Tidak Lepas Pulau Pasir

Sebuah video dengan klaim Tiongkok menjanjikan kiamat bagi Australia bila tidak melepas Pulau Pasir, dibagikan oleh sebuah akun di Facebook. Video tersebut memperlihatkan pengerahan berbagai macam kapal perang, pesawat tempur, rudal serta pasukan militer dengan persenjataan lengkap

Video berdurasi 8 menit 24 detik tersebut dibagikan salah satu akun pada 5 November 2022. Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 526 ribu kali dan mendapat 19 ribu like.

Narator video menyatakan bahwa Cina memberikan ultimatum mengerikan kepada Australia. Tak tanggung-tanggung ancaman yang dilontarkan Cina atau Indonesia akan memberikan kiamat kepada Australia.

Cina telah mengeluarkan peringatan mengerikan kepada Australia bahwa serangan ke Barat segera terjadi. Dirangkum dari Dailymail, seorang pejabat Cina telah mengancam Australia dan Amerika secara bersamaan bahwa akan terjadi kiamat bila kedua negara itu bergerak untuk merebut Pulau Pasir dan memprovokasi Indonesia.

Tangkapan layar video yang beredar dengan klaim Tiongkok menjanjikan kiamat bagi Australia bila tidak melepas Pulau Pasir

Apa benar video ini terkait ancaman Tiongkok kepada Australia bila tidak melepaskan Pulau Pasir?

PEMERIKSAAN FAKTA

Video yang memperlihatkan pengerahan kapal perang, pesawat tempur serta pasukan militer yang dipersenjatai itu bukanlah serangan yang dilakukan Tiongkok ke Australia di Pulau Pasir. Video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan beberapa cuplikan video dengan lokasi dan waktu yang berbeda.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut melalui tangkapan layar dan selanjutnya ditelusuri dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.

Video Pertama

Fragmen 1

Video pada detik ke-27 ini memperlihatkan sejumlah kapal selam yang tampak di permukaan laut. Cuplikan video ini identik dengan video yang pernah diunggah ke YouTube oleh kanal DS, dua tahun lalu dengan judul “Strive for ocean-oriented strength”. Cuplikan video yang identik dengan video di atas terlihat pada detik ke-49.

Video Kedua

Fragmen 2

Video pada menit ke-1:46 hingga 1:55 ini memperlihatkan pasukan militer Australia di atas sebuah kapal perang. Cuplikan video ini identik dengan video yang diunggah ke YouTube oleh kanal Aiirsource Military, 5 tahun lalu. Video ini adalah peristiwa saat Angkatan Pertahanan Australia (ADF) melakukan Latihan Militer Gabungan Talisman Sabre pada tahun 2017. 

Latihan Talisman Sabre adalah kegiatan Pelatihan Militer Australia dan Amerika Serikat dengan fokus pada perencanaan dan pelaksanaan pertempuran perang 'high-end' dengan intensitas sedang. Ini adalah latihan militer gabungan terbesar yang dilakukan oleh Angkatan Pertahanan Australia (ADF).

Video Ketiga

Fragmen 3

Cuplikan video berikutnya dari video di atas memperlihatkan pasukan militer berbaju loreng warna hijau yang terlihat pada menit ke-2:11 hingga 2:16. Bagian ini identik dengan video berjudul “Pasukan Marinir Kembali ke KRI Setelah Menang Bertempur” yang diunggah ke YouTube oleh kanal Commando News,  lima tahun lalu, tepatnya pada detik ke-33.

Video Keempat

Fragmen 4

Cuplikan lainnya dari video di atas yakni pada menit ke-2:21 memperlihatkan empat kapal pengangkut pasukan dan kendaraan militer tengah mendarat di sebuah pulau. Cuplikan ini identik dengan video berjudul “Australian Troops Conduct Beach Landing During Talisman Saber Joint Military Exercises” yang diunggah ke YouTube lima tahun lalu oleh kanal AiirSource Military.

Berdasarkan keterangan pada akun tersebut, ini adalah fase pertempuran darat Latihan Talisman Saber 2017 diluncurkan pada 13 Juli 2017, dengan pendaratan amfibi terbesar yang pernah dilakukan pasukan Australia sejak Perang Dunia Kedua, dengan pasukan dan Kendaraan Mobilitas Terlindungi Bushmaster diangkut ke darat melalui kapal pendarat LCM-8 dari Elemen Kesiapan Amfibi termasuk HMAS Canberra, HMAS Choules dan HMNZS Canterbury.

Narator Video

Terkait narasi yang disampaikan narator video tentang kutipan dari Daily Mail soal ancaman dari seorang pejabat Cina kepada Australia, Tempo menemukan bahwa ancaman tersebut adalah terkait dukungan Australia kepada negara Taiwan, bukan menyangkut persoalan Pulau Pasir.

Seperti dikutip dari situs Tribun Manado, Taiwan, yang didukung oleh AS dan Jepang, telah mengalami konflik berkepanjangan dengan Beijing sejak pemerintah terpisah didirikan di pulau itu setelah Perang Saudara Tiongkok pada tahun 1949.

Selain AS dan Jepang, Australia merupakan salah satu negara yang mendukung Taiwan. Namun, Cina menganggap langkah Australia tersebut sebagai tindakan ikut campur dan mengancam akan menyerang negara itu.

Melansir Daily Mail, Minggu, 9 Mei 2021, sebuah surat kabar propaganda Cina telah mendorong Beijing untuk mengebom Australia jika Canberra mendukung tindakan militer AS dalam melindungi Taiwan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan Tiongkok janjikan kiamat bagi Australia bila tidak lepas Pulau Pasir adalah keliru.

Video yang memperlihatkan pengerahan armada laut dan militer dalam video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan cuplikan sejumlah video dengan lokasi dan waktu yang berbeda.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id