Keliru, Klaim Ini Bukan Video Kremasi Jenazah Covid-19 di India Tapi Korban Kebocoran Gas

Rabu, 5 Mei 2021 15:07 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Bukan Video Kremasi Jenazah Covid-19 di India Tapi Korban Kebocoran Gas

Narasi yang meragukan parahnya gelombang kedua Covid-19 di India beredar di media sosial. Salah satu akun di Facebook mengklaim bahwa video yang beredar di internet, yang diambil dari udara dan disebut memperlihatkan situasi di area kremasi jenazah Covid-19 di India, sebenarnya menunjukkan proses kremasi para korban kebocoran gas.

Video itu berjudul "Asap Kremasi Tutupi Langit India, Kematian Covid-19 Membludak!". Video tersebut juga memuat logo stasiun televisi Metro TV. Akun ini membagikan klaim beserta video tersebut pada 27 April 2021. Selain mengunggah video itu, akun ini menyertakan empat video lain yang diklaim sebagai bukti bahwa kondisi India normal, karena menggelar acara musik.

Akun itu pun menulis, "Slide 1 Pembodohan kopid! Korban yang di kremasi adalah korban kebocoran gas, Slide 2 korban yang berjatuhan akibat pipa kebocoran gas, Slide 3 adalah komentar orang cerdas, Slide 4 sampai terakhir adalah kondisi india saat ini, dangdutan saweran, Selamat jadi manusia yang berakal." Hingga artikel ini dimuat, unggahan itu telah dibagikan lebih dari 100 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Video itu memang menunjukkan situasi di area kremasi jenazah pasien Covid-19 di India.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, video yang memuat logo Metro TV dan berjudul “Asap Kremasi Tutupi Langit India, Kematian Covid-19 Membludak!” itu memang memperlihatkan situasi di area kremasi massal jenazah Covid-19 di India, di tengah meningkatnya jumlah kematian akibat infeksi virus Corona di negara tersebut.

Mula-mula, Tempo memfragmentasi video itu menjadi beberapa gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar tersebut ditelusuri jejak digitalnya dengan reverse image tool Google. Selain itu, Tempo juga menelusuri pemberitaan terkait dengan kata kunci “mass cremation in India” di mesin perambah Google.

Hasilnya, ditemukan bahwa beberapa cuplikan dalam video tersebut sama dengan video yang dipublikasikan oleh media Korea Selatan, SBS, pada 26 April 2021. Video itu berjudul “Jenazah pasien Covid-19 berserakan di trotoar, 'Kekurangan oksigen'". Kesamaan terdapat pada cuplikan dari udara yang menunjukkan area kremasi serta cuplikan beberapa petugas berpakaian hazmat yang sedang menggotong jenazah.

Dua cuplikan yang sama-sama terlihat dalam video yang beredar di Facebook maupun yang diunggah oleh media Korea Selatan SBS pada 26 April 2021.

Tempo pun membandingkan video itu dengan video yang dipublikasikan oleh media kredibel lainnya. Salah satunya adalah media Inggris, The Guardian, yang mengunggah video kremasi yang identik yang diambil dari udara. Video yang dipublikasikan di YouTube pada 26 April 2021 tersebut diberi judul "India: drone footage shows makeshift mass crematorium in Delhi".

Dalam penjelasannya, The Guardian menulis bahwa kremasi massal telah dilakukan di ibukota India, New Delhi, di fasilitas darurat yang disiapkan untuk mengatasi peningkatan kematian akibat virus Corona yang besar. Per 26 April, India mencatat 352.991 kasus Covid-19 baru, hari kelima dari rekor tertinggi, dan 2.812 kematian baru, angka kematian harian tertinggi sejauh ini.

Menurut arsip berita Tempo pada 19 April, India mengalami kekurangan tempat tidur dan oksigen untuk pasien Covid-19 ketika kasus infeksi virus Corona di sana semakin melonjak. Ibukota India, New Delhi, mencatat 25.500 kasus Covid-19 baru dalam periode 24 jam. Namun, kurang dari 100 tempat tidur untuk perawatan kritis tersedia di kota itu. Sementara jumlah kasus di seluruh India pada hari itu mencapai sekitar 233 ribu.

Pada 1 Mei, India mencatatkan rekor tertinggi jumlah kasus Covid-19 dalam satu hari, yakni 401.993 kasus. Menurut arsip berita Tempo, krematorium di seluruh India dipenuhi dengan mayat. Pasien terengah-engah dan sekarat karena rumah sakit kehabisan oksigen. India telah melaporkan lebih dari 300 ribu kasus baru setiap harinya selama sembilan hari berturut-turut sejak 21 April sebelum mencapai angka 400 ribu.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas bukan video kremasi jenazah Covid-19 di India, tapi kremasi korban kebocoran gas, keliru. Video tersebut memang memperlihatkan situasi kremasi massal jenazah pasien Covid-19 di India. Sejak pertengahan April 2021, India mencatatkan kenaikan drastis terkait jumlah kasus Covid-19, dan juga peningkatan angka kematian.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya