[Fakta atau Hoaks] Benarkah Presiden Cina Kunjungi Masjid dan Minta Doa untuk Wabah Virus Corona?

Jumat, 7 Februari 2020 19:09 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Presiden Cina Kunjungi Masjid dan Minta Doa untuk Wabah Virus Corona?

Narasi bahwa Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi sebuah masjid dan minta didoakan beredar di media sosial. Narasi ini menyebar di tengah mewabahnya virus Corona baru bernama 2019-nCov yang pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Cina, pada akhir 2019 lalu.

Salah satu akun di Facebook yang membagikan narasi itu adalah akun Ptq Abdillah, yakni pada 4 Februari 2020. Akun ini menulis, "Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi masjid dan meminta umat Islam untuk berdoa di negara yang sedang dilanda krisis ini. Kami membutuhkan bantuan Anda."

Narasi tersebut dilengkapi dengan video berlogo CCTV Video News Agency, bagian dari China Global Television Network, yang menayangkan kunjungan Xi Jinping ke sebuah masjid. Namun, tidak tercantum keterangan lokasi masjid itu dan kapan kunjungan tersebut dilakukan. Video itu ditayangkan dalam bahasa Mandarin.

Hingga artikel ini dimuat, unggahan akun Ptq Abdillah tersebut telah dibagikan lebih dari 17 ribu kali, direspons lebih dari 4.100 kali, dikomentari lebih dari 2.100 kali, dan ditonton lebih dari 560 ribu kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Ptq Abdillah yang memuat narasi sesat mengenai video yang diunggahnya.

Benarkah Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi masjid dan minta didoakan terkait wabah virus Corona?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim di atas, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci "Xi Jinping visits mosque" di kolom pencarian kanal YouTube CCTV Video News Agency. Hasilnya, video yang sama pernah dipublikasikan kanal tersebut pada 21 Juli 2016 dengan judul "Chinese President Visits Big Mosque in Northwest China".

Menurut keterangan video CCTV tersebut, Presiden Cina Xi Jinping melakukan kunjungan khusus ke Masjid Xincheng di Kota Yinchuan, Cina, pada 19 Juli 2016 dalam rangka tur pencarian fakta di Daerah Otonomi Ningxia Hui di barat laut Cina.

Dalam video itu, menurut CCTV, Xi Jinping mengobrol dan membandingkan catatannya bersama para imam dan pengikut Islam, baik di dalam maupun di luar masjid. Komunitas muslim di masjid itu merupakan komunitas terbesar di wilayah otonom dan salah satu yang terbesar di barat laut Cina.

Xi Jinping pun menitipkan salam hangat serta harapan kepada umat muslim di wilayah itu. Dia mengatakan bahwa kelompok-kelompok etnis minoritas dan agama di Cina telah berevolusi dan berkembang selama lebih dari 5 ribu tahun. Mereka juga dianggap telah tumbuh di atas fondasi yang kuat.

Karena itu, Xi Jinping berharap mereka dapat memainkan peran positif untuk mengurangi kemiskinan dan mempromosikan pembangunan sembari meneruskan tradisi mencintai negara dan agama mereka. Para imam dan muslim di masjid itu pun sepakat untuk terus berkontribusi menuju lingkungan yang harmonis.

Gambar tangkapan layar video kunjungan Presiden Cina Xi Jinping ke sebuah masjid pada 2016 silam.

Beredar ke banyak negara

Narasi yang keliru mengenai video kunjungan Presiden Cina Xi Jinping itu tidak hanya menyebar di Indonesia, melainkan juga ke negara-negara lain, seperti India, Srilanka, dan Pakistan.

Factcrescendo, organisasi cek fakta Srilanka, telah memuat sebuah artikel verifikasi untuk membantah narasi tersebut. Artikel yang berjudul "Did Chinese President Visit A Muslim Mosque Recently? Here’s The Truth!" itu diterbitkan pada 6 Februari 2020.

Di India, organisasi cek fakta Boom Live juga telah menerbitkan sebuah artikel verifikasi yang membantah narasi yang salah tersebut. Artikel yang berjudul "Old Photos of Xi Jinping's Mosque Visit Falsely Linked to Coronavirus" itu dimuat pada 6 Februari 2020.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, narasi yang menyertai video di atas, bahwa Presiden Cina Xi Jinping mengunjungi masjid dan minta didoakan terkait wabah virus Corona, adalah narasi yang menyesatkan. Video itu memang pernah CCTV Video News Agency di YouTube. Namun, video tersebut diambil pada 2016, sebelum virus Corona Wuhan dilaporkan pertama kali pada Desember 2019.

IKA NINGTYAS

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya