[Fakta atau Hoaks] Benarkah di Aceh Terdengar Auman Anjing Raksasa yang Berasal dari Samudera Pasifik?

Senin, 6 Januari 2020 13:06 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah di Aceh Terdengar Auman Anjing Raksasa yang Berasal dari Samudera Pasifik?

Informasi yang menyebut bahwa di Aceh terdengar suara auman anjing yang seperti raksasa dari dasar Samudera Pasifik beredar di media sosial. Menurut informasi itu, suara tersebut merupakan tanda bahwa dajal tengah berusaha naik ke dunia.

Salah satu akun yang membagikan informasi itu adalah akun Facebook Babang Azan Bochel di Facebook. Informasi tersebut diunggah pada 15 Oktober 2018. Namun, informasi ini kembali ramai dibagikan dalam beberapa hari terakhir.

Berikut ini isi lengkap informasi tersebut:

"Di aceh pukul 5 tdi pagi mendengar suara anjing lagi mengaum seperti suara raksasa yang ke-5 kalinya dari bawah dasar laut samudra pasifik menurut para ulama itu dajal yang berusaha naik kedunia, oleh karena itu kita di perintahkan untuk senantiasa mangumandangkan adzan dan sholat. siapa yang membaca ini tolong sebarkan ke 20 orang jangan dipermainkan lilahita'ala demi allah ini amanahmu. dalam waktu 12 jam gk dikirim musibah dan di benci orang!!"

Gambar tangkapan layar unggahan akun Babang Azan Bochel di Facebook.

Benarkah informasi yang menyebut bahwa di Aceh terdengar suara auman anjing raksasa yang berasal dari Samudera Pasifik?

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memeriksa klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo memasukkan kata kunci "suara anjing raksasa di Aceh" dalam mesin pencarian Google. Hasilnya, ditemukan berbagai pemberitaan yang menyatakan bahwa informasi tersebut hoaks.

Salah satu media yang memuat berita tentang kabar bohong itu adalah JPNN.com. Berita yang berjudul "Suara Dajal Terdengar di Aceh, Mikiiiiir" itu dipublikasikan dua tahun yang lalu, tepatnya pada 24 Agustus 2017.

Menurut berita tersebut, informasi bahwa di Aceh terdengar suara auman anjing raksasa yang berasal dari Samudera Pasifik itu telah beredar sejak 2015. Hingga kini, informasi itu terus menyebar walaupun sudah terlihat unsur hoaks pada kalimat pertama.

Dalam berita JPNN.com itu tertulis, "Unsur hoaks sebenarnya sudah kelihatan. Samudera Pasifik lebih dekat dengan kawasan timur Indonesia. Tapi mengapa suaranya terdengar di Aceh yang berada di wilayah barat Indonesia?"

Salah satu warga Aceh yang diwawancarai JPNN.com pun, Mahyudin, tidak mendengar kabar apapun soal suara raksasa di Aceh. "Kalau ada ramai-ramai, pasti dengar," kata Mahyudin kepada JPNN.com pada 23 Agustus 2017.

Situs Turnbackhoax.id pun pernah melakukan pemeriksaan fakta terhadap informasi serupa. Namun, dalam artikel cek fakta yang dimuat pada 30 Oktober 2019 tersebut, suara auman raksasa itu diklaim terdengar di Iran, bukan di Aceh.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Arya van Houten di Facebook.

Berikut ini isi lengkap informasi itu:

"Baru dpt info, sorry kalo telat ngabarinnya, Iran pkl 17.30 ba’da magrib mndapati gempa dan gerhana, dan sesuatu bnyi ganjil lgi sprti ngauman raksasa yg kdua kalinya dri bwah dasar lautan samudra pasifik, mnurut Para ULAMA, itu suara dajjal yg brusaha naik kedunia. oleh sbab itu kita senantiasa tdk brhenti adzan dan shalat. siapa yg membaca ini tlong sbarkan ke-20 orng, jngan DIPERMAINKAN! lillahita’ala demi Allah ini amanah NU dlam wkt 12 jam gak dikrim musibah berupa dibnci orng, akn sial smpai umur 48 thn, dan KEMALUAN NYA mbusuk! apa susahny kita mengabari hanya saling mengingatkan.."

Turnbackhoax.id melabel informasi itu sebagai konten yang menyesatkan. Dalam artikel itu tertulis, "Tidak ada satu pun bukti sahih yang mendukung klaim bahwa gempa di Iran berkaitan dengan suara misterius diduga dajjal yang mengaum di Samudera Pasifik."

Suara aneh di Samudera Pasifik

Dilansir dari artikel di situs Merdeka.com pada 1 November 2013, suara aneh di dalam lautan Pasifik terdeteksi oleh ilmuwan pada 1997. Karena tidak ada informasi apapun terkait suara itu, banyak yang mengira bahwa suara tersebut berasal dari monster laut.

Sebenarnya, suara tersebut tidak dapat didengarkan secara langsung oleh manusia karena frekuensinya sangat rendah. Untuk menelitinya, ilmuwan dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) merekam suara itu dengan bantuan penangkap suara khusus.

Misteri mengenai suara yang dikenal dengan nama bloop tersebut baru terpecahkan pada 2013. Dikutip dari Wired, menurut seismolog Robert Dziak, bloop merupakan suara yang ditimbulkan dari pecahnya lempengan es di dasar lautan.

Dziak berani menyimpulkan bahwa bloop bukan suara monster laut, melainkan hanya aktivitas pecahnya gugusan es, karena karakteristik frekuensi dan durasi waktu keluarnya suara tersebut sama persis dengan sinyal pecahnya gugusan es yang pernah direkam di Antartika.

"Suara tersebut adalah aktivitas natural dari alam ketika gunung atau gugusan es terpecah. Dari pecahnya lempengan tersebut maka akan menimbulkan suatu suara tertentu dan karakteristik dari frekuensi serta durasi waktunya sama persis seperti bloop," kata Dziak.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa di Aceh terdengar suara auman anjing raksasa yang berasal dari Samudera Pasifik merupakan klaim yang keliru. Klaim serupa pernah beredar pada 2015 dan 2017. Menurut ahli gempa bumi, suara aneh yang terdengar di Samudera Pasifik merupakan suara pecahnya lempengan es.

IBRAHIM ARSYAD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id



  •  

    Selengkapnya