[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ditemukan Bahan Peledak saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin?

Senin, 21 Oktober 2019 14:04 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Ditemukan Bahan Peledak saat Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin?

Informasi yang menyebut bahwa aparat keamanan menemukan bahan peledak saat pelantikan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI kemarin beredar di media sosial.

Informasi itu disebarkan oleh akun @mochamadarip di Twitter pada Minggu, 20 Oktober 2019. Ia membagikan empat foto, yakni foto barang bukti, foto mobil Nissan Terra putih, foto tiga pria, dan foto KTP yang diklaim sebagai KTP salah satu pelaku.

Unggahan itu dibagikan dengan narasi, “Halo... @tempodotco & LSM HAM masih mau bilang: pengamanan pelantikan presiden, LEBAY? Aparat mendapatkan mobil dengan no polisi palsu berisikan bahan peledak.”

Gambar tangkapan layar unggahan akun di Twitter yang menyebutkan bahwa ditemukan bahan peledak saat pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI.

Pada 20 Oktober kemarin, Jokowi dan Ma’ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI di gedung DPR. Terkait pelantikan ini, aparat kepolisian memberlakukan pengamanan berlapis di sekitar gedung DPR/MPR.

Penjagaan lapisan pertama berada di pertigaan jalan dari Stasiun Palmerah menuju Jalan Tentara Pelajar dan Jalan Gelora. Petugas menutup jalan menggunakan tameng huru-hara yang disusun berjejer menutupi ruas jalan. Penjagaan lapisan kedua berada di Jalan Gelora dekat gardu PLN. Barikade dilakukan menggunakan beton, kawat, dan water barrier.

Namun, benarkah saat penjagaan pelantikan presiden tersebut aparat keamanan menemukan mobil dengan nomor polisi palsu berisikan bahan peledak ?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tim CekFakta Tempo menggunakan reverse image tools untuk mencari informasi mengenai foto-foto tersebut. Hasilnya, dua dari foto yang teridentifikasi tidak berkaitan dengan temuan bahan peledak saat pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Foto pertama yang menunjukkan sejumlah barang, yakni bungkusan berisi bubuk, gunting, dan telepon seluler, di atas meja identik dengan foto dalam situs media Lampung, Saibumi.com, pada berita berjudul "Geledah Rumah Kakek Terduga Teroris Rifki, Densus 88 Temukan Tas Berisi Bahan Peledak". Berita itu dipublikasikan pada 15 Oktober 2019.

Berita itu menyebut bahwa barang bukti yang dijejerkan di atas meja itu adalah bahan peledak milik terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Rifki Montajeri. Dalam foto di berita itu, tampak dua bungkusan berwarna kuning muda, gunting, dan enam telepon seluler yang sama seperti dalam foto yang diunggah akun @mochamadarip.

Barang bukti tersebut disita oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat menggeledah rumah kakek Rifki Montajeri, Halimi Musa, di Jalan Dempo, Perumnas Wayhalim, Bandar Lampung, pada 15 Oktober 2019.

Gambar tangkapan layar berita yang diunggah situs Saibumi.com.

Tempo juga mencocokkan foto itu dengan video yang diterbitkan Lampung TV pada 15 Oktober 2019 yang berjudul "Terduga Teroris Lampung Titip Bahan Bom di Rumah Nenek". Pada menit 1:49 hingga menit 2:31, terlihat polisi sedang meletakkan sejumlah barang bukti di atas meja. Barang bukti itu sama dengan sejumlah barang dalam foto yang diunggah akun @mochamadarip.

Dengan demikian, klaim yang menyebutkan bahwa foto tersebut adalah barang bukti bahan peledak yang ditemukan saat pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin adalah keliru.

Foto kedua, yang menampakkan mobil Nissan Terra putih, diambil dari berita dalam situs Indonews.id yang berjudul "Polisi Dalami Kasus Mobil Berisi Sajam Yang Halangi Tamu Negara" pada 20 Oktober 2019.

Dalam berita itu dijelaskan bahwa, hingga kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah mendalami mobil yang menghalangi kendaraan tamu negara di Hotel Raffles, Setiabudi, Jakarta Selatan, itu. Dalam mobil Nissan Terra putih berplat nomor B 1 RI itu, ditemukan senjata tajam. Polisi pun menangkap pemilik mobil itu, IL, dan pengemudi, HS.

Video mengenai pengamanan mobil itu oleh polisi juga direkam kanal Jurnalis Jalanan @JAKJOUR 810, di Youtube pada 20 Oktober 2019. Dalam video itu, terlihat mobil Nissan Terra putih berplat nomor B 1 RI yang sama dengan yang terdapat dalam foto di berita Indonews.id. Dalam video itu, mobil tersebut telah dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Dalam video itu, terlihat pula KTP yang diduga dimiliki oleh pengemudi mobil tersebut. Nama dalam KTP itu tercantum sebagai Haryono Sangaji. KTP ini sama dengan KTP yang fotonya diunggah oleh akun @mochamadarip.

Tempo juga memberitakan penemuan senjata tajam dalam mobil Nissan Terra putih itu. Menurut pemberitaan Temppo, mobil yang berstiker organisasi masyarakat Barata Yudha itu diamankan oleh Polda Metro Jaya karena menghalangi lintasan tamu negara yang akan menghadiri pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019. Mobil itu terparkir di Hotel Raffles, Setibudi, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. “Mobil itu terparkir di lobi hotel. Kemudian anggota dan pihak hotel membangunkan pemilik mobil tersebut yang kebetulan juga menginap,” kata dia melalui keterangan tertulis pada 20 Oktober 2019. Polisi pun menggeledah mobil tersebut.

Argo menyebut bahwa anggota Polda Metro Jaya menemukan dua senjata tajam jenis parang, plat nomor polisi diduga palsu, pin anggota Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI), beserta kartu anggotanya. “Saat ini, kendaraan, pengemudi, dan pemilik kendaraan serta sajam (senjata tajam) tersebut diamankan di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Argo.

Selain Tempo, CNN Indonesia pun memberitakan penemuan senjata tajam dalam mobil Nissan Terra putih itu. Dikutip dari situs CNN Indonesia, engemudi mobil tersebut diketahui berinisial HS, sementara pemiliknya diketahui berinisial IL.

Selain temuan mobil Nissan Terra putih dengan plat nomor palsu dan senjata tajam itu, tidak terdapat pemberitaan mengenai penemuan bahan peledak saat pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI. Dengan demikian, klaim bahwa mobil Nissan Terra putih dalam foto yang diunggah akun @mochamadarip mengangkut bahan peledak adalah keliru.

KESIMPULAN

Pemeriksaan fakta di atas menunjukkan bahwa pemilik akun @mochamadarip mengaitkan sejumlah foto dengan narasi yang keliru. Aparat keamanan tidak menemukan bahan peledak saat pelantikan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019 kemarin. Polisi hanya mengamankan sebuah mobil Nissan Terra putih yang berisi plat nomor palsu dan dua senjata tajam. Sementara foto barang bukti berupa bahan peledak terkait dengan peristiwa di Lampung pada 15 Oktober 2019. Dengan demikian, unggahan akun @mochamadarip tergolong sesat.

IKA NINGTYAS