Keliru, Klaim Video Dampak Gempa Cianjur pada 21 November 2022

Kamis, 24 November 2022 14:15 WIB

Keliru, Klaim Video Dampak Gempa Cianjur pada 21 November 2022

Sebuah video dampak gempa Cianjur yang memperlihatkan kerusakan bangunan dan jalanan retak beredar di Twitter pada 21 November 2022. Video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut dibagikan dengan narasi “Pray for Cianjur”, untuk menunjukkan bahwa video itu adalah dampak gempa bumi di Cianjur.

Dalam video tersebut juga terdengar suara seseorang yang mencari korban yang Masih terjebak dalam reruntuhan bangunan rumah. “Ya Allah. Masya Allah. Ada orang? Ada orang di rumah?”

Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 18.600 kali dan  dibagikan ulang sebanyak 22 kali. Apa benar ini video dampak gempa Cianjur pada 21 November 2022?

PEMERIKSAAN FAKTA

Video di atas bukanlah dampak gempa Cianjur pada 21 November 2022 melainkan bencana gempa, likuifaksi dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 2018.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya, penelusuran jejak digital dilakukan dengan menggunakan reverse image Google dan Yandex.

Tempo menemukan video identik di YouTube yang diunggah pada 1 Oktober 2018 oleh kanal Tegas.co. Video tersebut diunggah dengan judul, Video Amatir, Gempa Palu dan Donggala, Rumah & Warga Tertimbun Jalan. Fragmen yang memperlihatkan kondisi jalan, bangunan dan sebuah tiang listrik terlihat identik dengan fragmen video ini pada menit ke-1:07.

Sumber: akun YouTube Tegas.co

Video lainnya yang juga identik pernah dimuat ke YouTube oleh kanal Ancoss_01 pada 29 Desember 2018 dengan judul Kumpulan Video Detik-detik Gempa, Likuifaksi dan Tsunami di Palu Indonesia.

Fragmen yang sama yang memperlihatkan kondisi jalan, bangunan dan sebuah tiang listrik terlihat identik dengan fragmen yang terlihat pada menit ke-20:20 dari video tersebut.

Dalam arsip Tempo, gempa bumi berkekuatan 7,4 Skala Richter disusul tsunami dan likuifaksi yang melanda Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 28 September 2018 menimbulkan kerugian material Rp 18,48 triliun serta menelan korban jiwa 4.340 orang.  

Gempa di Cianjur

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa 22 November 2022 mencatat sebanyak 268 korban meninggal akibat gempa di Cianjur. Dari 268 korban tersebut, sudah teridentifikasi identitasnya sebanyak 122 jenazah.

Kemudian BNPB juga mencatat, terdapat 151 korban hilang, dan masih dalam pencarian. Untuk korban luka-luka sebanyak 1.083 orang, jumlah pengungsi 58.362 orang.

Sementara rumah rusak berat sejumlah 6.570 unit, rumah rusak sedang sejumlah 2.071 unit, dan rumah rusak ringan 12.641 unit. Data itu masih berkembang seiring dengan terus dilaksanakannya pendataan.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim dampak gempa di Cianjur pada 21 November 2022 adalah keliru

Video di atas telah beredar di internet sejak 2018 saat terjadinya gempa, likuifaksi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id