Keliru, Klaim Ini Foto Pria yang Disiksa di Penjara Cina karena Memeluk Islam

Senin, 28 Juni 2021 17:43 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Pria yang Disiksa di Penjara Cina karena Memeluk Islam

Foto yang memperlihatkan seorang pria dengan kondisi tubuh terkekang dalam sebuah kursi besi beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa pria tersebut merupakan seorang tahanan di Cina yang disiksa karena beragama Islam.

Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 7 Juni 2021. Berikut narasi yang ditulis oleh akun itu, yang telah diterjemahkan dari bahasa Hindi:

"Muslim China. Orang yang terlihat duduk di kursi ini tidak lain adalah bapak dari umat ini, adalah saudara kita yang beragama Islam. Tidak tahu berapa banyak orang seperti itu yang terlibat dalam satu atau lain cara dan satu-satunya kesalahan mereka adalah bahwa mereka adalah orang-orang yang percaya pada kalma lailahaillallah. Ini gambar penjara di China di sini Muslim Uyghur ini diperlakukan seperti ini. Mereka benar-benar terikat di kursi, bahkan mereka tidak bisa bergerak. Mereka disimpan seperti ini selama berminggu-minggu, orang-orang malang ini tidur di atasnya, makan di atasnya."

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto yang diunggahnya. Penangkapan dan interogasi yang terlihat dalam foto itu sama sekali tidak terkait dengan Islam.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto tersebut merupakan gambar tangkapan layar dari sebuah video penahanan dan interogasi oleh personel polisi Cina terhadap seorang pria yang dituduh telah mengkritik polisi lalu lintas Cina saat menangkap seorang pengendara motor.

Video interogasi tersebut pernah diunggah ke YouTube oleh kanal China Min TV pada 8 Agustus 2018. Menurut kanal itu, pria bernama Zhuifengluhua tersebut melontarkan kritiknya di sebuah grup WeChat pada malam sebelum ia ditangkap. Keesokan harinya, pria ini dibawa oleh polisi untuk diinterogasi. Namun, ia menolak untuk mengakuinya, dan mengatakan bahwa ia telah minum terlalu banyak. Ia pun terus meminta maaf kepada polisi.

Video yang identik juga pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Lieutenants Loft pada 3 Desember 2019. Video ini diberi judul “China Police Interrogate Man For Social Media Comments”. Situs Bichute.com juga pernah memuat video tersebut pada 4 Desember 2019. Menurut keterangan video tersebut, pria itu dikurung di kursi besi dan diinterogasi oleh polisi Cina karena komentar yang dia bikin secara online.

Hal ini pun diberitakan oleh Reclaimthenet.org. Dalam laporannya, Reclaimthenet.org juga menulis bahwa pria itu diborgol ke kursi besi dan diinterogasi karena mengkritik polisi Cina di media sosial. Dia diketahui mengeluh tentang polisi di QQ dan WeChat. Ia pun ditanyai tentang nama akunnya, serta aktivitasnya di grup WeChat.

“Mengapa Anda mengeluh tentang polisi di QQ dan WeChat?” tanya seorang polisi kepada pria tersebut. “Mengapa Anda berbicara tentang polisi lalu lintas secara online? Apa yang salah dengan polisi yang menyita motor? Mengapa Anda menjelek-jelekkan polisi? Apakah kamu membenci polisi?” Pria itu pun ketakutan dan meminta maaf, "Maaf, saya salah. Saya tahu, saya tahu itu sekarang. Tolong maafkan saya, saya tidak akan melakukannya lagi."

Terkait kursi besi dalam foto itu, dikutip dari France24, kursi tersebut kerap disebut “kursi harimau”, yang diklasifikasikan sebagai alat penyiksaan dalam laporan Human Rights Watch pada 2015. Kursi ini memiliki cincin yang digunakan untuk melumpuhkan tahanan dan menjaga mereka dalam posisi yang sangat tidak nyaman. Menurut Human Rights Watch, polisi Cina terkadang menyiksa tahanan dengan meninggalkan mereka di kursi ini selama beberapa hari.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah merekomendasikan kursi ini dilarang. Tapi pihak berwenang Cina membela diri dengan mengatakan bahwa kursi itu merupakan "tindakan perlindungan untuk memastikan bahwa tersangka tidak melarikan diri, melukai diri sendiri, atau menyerang personel".

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto di atas merupakan foto pria yang disiksa di penjara Cina karena beragama Islam, keliru. Foto itu memang diambil dari sebuah video penahanan dan interogasi oleh personel polisi Cina. Namun, penangkapan dan interogasi tersebut sama sekali tidak terkait dengan agama pria tersebut. Pria ini ditahan dan diinterogasi polisi Cina karena melontarkan kritik di sebuah grup WeChat tentang kinerja polisi lalu lintas Cina yang menahan seorang pengendara motor.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya