Keliru, Klaim Ini Video-video Pesawat Antariksa Cina yang Jatuh di Laut India

Kamis, 27 Mei 2021 08:43 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Video-video Pesawat Antariksa Cina yang Jatuh di Laut India

Empat video yang memperlihatkan cahaya terang yang bergerak lambat melintasi langit beredar di Facebook. Video-video tersebut diklaim sebagai video pesawat antariksa milik Cina yang bergesekan dengan atmosfer saat jatuh dari luar angkasa ke laut India.

Akun ini membagikan empat video tersebut pada 10 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi, “Itu bkn comet tapi itu pesawat antariksa apolo .. Milik cina yg jatuh Dari luar angkasa ke bumi. Bergesekan dgn atmosfir. Jatuhnya di laut india.”

Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video-video yang diunggahnya. Video itu bukan video pesawat antariksa Cina yang jatuh.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, cahaya terang yang bergerak lambat melintasi langit dalam video-video tersebut disebabkan oleh roket Falcon 9 milik SpaceX, perusahaan antariksa yang didirikan oleh Elon Musk, yang turun dari orbit. Saat itu, Falcon 9, yang diluncurkan pada awal Maret 2021 lalu, gagal membuat "pembakaran deorbit" dan masuk kembali ke atmosfer.

Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video-video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Selanjutnya, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex.

Hasilnya, ditemukan kompilasi video-video yang identik yang pernah diunggah ke YouTube oleh kanal terverifikasi milik situs media KING 5 News pada 26 Maret 2021. Video itu berjudul “Streak of lights over Pacific Northwest was Falcon 9 rocket debris”.

Dalam laporannya, KING 5 News menulis bahwa cahaya terang yang bergerak lambat itu terlihat di atas Pacific Nortwest, Amerika bagian utara, sekitar pukul 9 malam waktu setempat. Cahaya ini menarik perhatian warga yang tinggal di Kanada hingga oregon. Mereka menyangka bahwa cahaya itu merupakan hujan meteor atau komet yang terbakar saat memasuki atmosfer.

James Davenport, asisten profesor peneliti astronomi di University of Washington, menyatakan bahwa cahaya tersebut disebabkan oleh roket Falcon 9 yang turun dari orbit. Dia mengatakan puing-puing roket itu kemungkinan berada sekitar 30 mil dalam atmosfer, dan tidak mungkin ada potongan substansial yang akan mencapai bumi. SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, meluncurkan roket Falcon 9 tahap 2 ini pada 4 Maret 2021 lalu.

Kompilasi video serupa juga pernah diunggah oleh kanal YouTube Global News pada 27 Maret 2021 dengan judul “SpaceX rocket debris likely the reason for strange lights seen in skies over Pacific Northwest”. Menurut Global News, yang mengutip penjelasan National Weather Service dan pakar astromoni, cahaya yang terlihat di British Columbia, Washington, dan Oregon itu kemungkinan besar adalah sampah luar angkasa.

Orang-orang berspekulasi di media sosial tentang cahaya itu dan bertanya-tanya apakah benda tersebut merupakan meteor atau bahkan obyek tak dikenal. Astronom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, Jonathan McDowell, mengatakan di Twitter bahwa itu adalah roket tahap 2 SpaceX, Falcon 9, yang diluncurkan pada awal Maret lalu, yang gagal membuat "pembakaran deorbit" dan masuk kembali ke atmosfer.

Peluncuran Falcon 9 oleh SpaceX pada 4 Maret ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube-nya. Video peluncuran itu diunggah dengan judul “Starlink Mission”.

Berdasarkan arsip berita Tempo, saat ini, SpaceX memiliki lebih dari seribu satelit Starlink di orbit karena membangun megaconstellation yang mampu menyediakan jangkauan internet berkecepatan tinggi secara global. Roket Falcon 9 untuk Starlink 17 mencakup pendorong tahap pertama yang sejauh ini telah terbang tujuh kali. Ini meluncurkan misi satelit Iridium-8 dan Telstar 18 Vantage, serta lima penerbangan Starlink.

Booster ini siap menjadi booster Falcon 9 ketiga yang terbang delapan kali, dan jika semuanya berjalan lancar, akan mendarat di kapal drone "Of Course I Still Love You" di Samudera Atlantik sehingga dapat dipulihkan. Roket Block 5 Falcon 9 SpaceX itu dirancang untuk terbang hingga 10 kali sebagai bagian dari program penggunaan kembali perusahaan untuk menurunkan biaya peluncuran.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas adalah video pesawat antariksa milik Cina yang bergesekan dengan atmosfer saat jatuh dari luar angkasa ke laut India, keliru. Cahaya terang yang bergerak lambat melintasi langit dalam video-video tersebut disebabkan oleh roket Falcon 9 milik SpaceX, perusahaan antariksa yang didirikan oleh Elon Musk, yang turun dari orbit. Saat itu, Falcon 9, yang diluncurkan pada awal Maret 2021 lalu, gagal membuat "pembakaran deorbit" dan masuk kembali ke atmosfer.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya