Keliru, Massa Demo Tolak Kenaikan BBM Membakar SPBU di Tuban

Jumat, 9 September 2022 15:58 WIB

Keliru, Massa Demo Tolak Kenaikan BBM Membakar SPBU di Tuban

Sebuah akun Facebook membagikan kolase video yang memperlihatkan massa demo tolak kenaikan BBM dan kepulan asap dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU). Video lainnya berisi gabungan video aksi unjuk rasa. 

Video tersebut diberi judul ‘Kesabaran Rakyat Sudah Habis !!! SPBU Di Tuban Dibakar Massa’.  Sejak diunggah pada Senin, 5 September 2022, video ini sudah ditanggapi 20 ribu netizen, 7 ribuan komentar dan 425 ribu kali tayang.

Tangkapan layar cuplikan video yang beredar di Facebook soal kebakaran sebuah SPBU di Tuban akibat kemarahan massa atas kenaikan harga BBM, 1 September 2022

Video itu beredar di tengah penolakan kenaikan harga BBM di sejumlah daerah. Namun, benarkah SPBU di Tuban dibakar oleh para demonstran?

PEMERIKSAAN FAKTA

Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, kepulan asap yang terlihat dari sebuah SPBU bukan lantaran dibakar oleh massa yang berunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Kepulan asap itu disebabkan terbakarnya mobil pick-up di SPBU Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Tuban.  

Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi setiap potongan video menjadi gambar. Setelah itu, Tempo menelusuri gambar dengan reverse image tool milik Google dan Yandex.

Video yang memperlihatkan kepulan asap di SPBU tersebut sebelumnya ditayangkan di akun YouTube Harian Surya. Media ini menjelaskan, mobil pick up tersebut terbakar saat mengisi bahan bakar pada 3 September 2022. Namun karena tangkinya bocor, kemudian menimbulkan kebakaran kecil.  

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Tuban, Sutaji, menyebut kebakaran ini hanya kebakaran kecil. Tak lama kemudian, api bisa dipadamkan dengan alat pemadam api ringan (APAR) oleh petugas SPBU setempat.

Sedangkan kolase video berikutnya yang memperlihatkan aksi unjuk rasa, merupakan demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak dan menuntut pemilu bersih. Unjuk rasa itu terjadi pada 21 April 2022 dan 1 September 2022.

Video 1

Potongan video 1

Potongan video menit ke-1:52 memperlihatkan massa aksi sedang mengendarai sepeda motor dengan membawa spanduk pada Kamis, 1 September 2022. Video unjuk rasa ini terjadi di berbagai daerah, seperti di Makasar dan Surabaya. Di di akun YouTube CNN Indonesia video ini diberi judul Demo Menolak Kenaikan Harga BBM.

Video 2

Potongan video 2

Pada menit ke-3:30, terlihat Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal. Video ini sebelumnya diunggah di YouTube Kompas.com yang diberi judul 11 Tuntutan Buruh pada Aksi May Day 14 Mei dan ditayangkan pada 21 April 2022.

Ketua Umum Partai Buruh yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, di Jakarta aksi akan dilakukan di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di daerah, para buruh juga melakukan aksi di Kantor KPUD Provinsi. Said Iqbal bilang, aksi buruh tersebut akan mengusung tuntutan pemilu jujur adil, tolak politik uang, dan pemilu harus diselenggarakan 14 Februari 2024.

"Dari KPU, aksi akan dilanjutkan di Bundaran Hotel Indonesia dengan menyuarakan tuntutan tolak Omnibus Law, turunkan harga kebutuhan bahan pokok, dan copot Menteri Perdagangan yang telah kalah dengan mafia minyak goreng," kata dia melalui keterangan tertulis, Rabu, 20 April 2022 dilansir dari Kompas.com.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi “Kesabaran rakyat sudah habis !!! SPBU di Tuban dibakar massa”, adalah keliru.

Obyek yang terbakar di SPBU Desa Laju Lor, Kecamatan Singgahan, Tuban itu adalah sebuah mobil pick-up. Saat melakukan pengisian bahan bakar, tangkinya bocor sehingga terjadi kebakaran. Namun tidak ada massa penolak harga BBM yang membakar Stasiun Pengisian Bahan Bakar di Tuban.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id