[Fakta atau Hoax] Benarkah Ada Bom Meledak Saat Reuni 212 di Monas?

Rabu, 12 Desember 2018 17:22 WIB
 
Share the Facts
5
1
7
Tempo rating logo Tempo Penilaian:
Keliru
Bom Monas di Acara Reuni Akbar 212
Facebook
Sabtu, 8 Desember, 2018

Informasi tentang adanya bom meledak saat reuni 212 di Monas, menjadi viral di media sosial. Pengunggahnya adalah akun di Facebook bernama Supri Yadi Ibn Almahdi pada 8 Desember 2018. Unggahan ini telah dibagikan hingga 2,1 ribu kali.

Akun tersebut mengunggah satu buah video dan tiga poster. Video berdurasi 2 menit 44 detik berisi potongan gambar dan tulisan yang menggambarkan adanya bom meledak saat peserta reuni 212 sedang berkumpul di depan panggung. Pada vídeo itu tertera judul mencolok “Bom Monas di Acara Reuni Akbar 212”

Unggahan Hoax Terkait Ledakan Bom di Acara Reuni 212

 

Berikutnya video itu menuliskan:

“Ada peristiwa yg belum dipublikasikan Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 di Monas yaitu: Dua bom paralon dipasang musuh bangsa dan negara di lokasi acara reuni akbar 212. Bom paralon pertama meledak dekat genset acara reuni 212 hari Sabtu 1 Desember 2018 jam 18.15 WIB. Saat terjadi ledakan beberapa laskar FPI dan aparat keamanan berkumpul di lokasi mengumpulkan semua serpihan ledakan dan barang bukti lainnya utk penyelidikan.

Laskar FPI bersama aparat TNI dan Polri menyisir semua lokasi acara yang vital di lingkungan monas spt panggung, kemah dan tempat logistik. Laskar FPI sempat mengeluarkan jamaah peserta reuni dari beberapa ruas dan menutup beberapa pintu Monas untuk pensterilan bersama aparat. Setelah dipastikan aman, baru semua pintu dibuka kembali dan jamaah dipersilakan masuk kembali.

Pada Sabtu 1 Desember 2018 ba’da isya setelah disisir laskar FPI bersama aparat ditemukan bom paralon yang belum meledak di bawah panggung acara reuni 212 kemudian diamankan aparat. Bom ini terdiri dari 2 pipa dan kotak yang berisi kabel-kabel. Di dalam kotak juga terdapat sebuah handphone tipe lama."

Selain video tersebut, ada tiga buah poster bergambarkan Habib Rizieq Al Shihab lengkap dengan latar monas dan ledakan besar di tengah peserta reuni 212. Isi poster itu menuntut agar pelaku dan aktor intelektualnya diusut tuntas. Salah satu poster itu juga menerangkan bahwa panitia sengaja menutup berita itu agar umat tidak panik.

Benarkah terjadi ledakan di Monas yang menjadi lokasi reuni 212?

Penelusuran Fakta

  1. Ledakan karena korsleting

Ledakan memang terjadi pada Sabtu malam 1 Desember 2018. Akan tetapi ledakan tersbeut bukan bersumber dari bom paralon, melainkan berasal dari mesin generator listrik (genset) yang berada di belakang panggung utama di sisi Barat Monas.

Pemberitaan Tempo Sabtu 1 Desember pukul 22.14 WIB menyebutkan, bahwa saat itu Kepolisian Resor Jakarta Pusat langsung menyisir lokasi. Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Roma Hutajulu Roma menjelaskan, ledakan terjadi sekitar Pukul 19.20 WIB. Suaranya cukup keras namun tak sampai menimbulkan korban.

Kepala Kepolisian Sektor Gambir Ajun komisaris Besar Johaness mengatakan genset meledak diduga karena korsleting. "Tapi masih diselidiki," katanya sambil menambahkan pula, "Ada handphone di genset tersebut.”

CNN Indonesia juga menuliskan bahwa ledakan tersebut terdengar cukup keras dan sempat membuat terkejut warga yang berada di sekitar Monas. Namun, tidak sampai membuat kepanikan karena diketahui bahwa ledakan berasal dari salah satu genset yang berada di belakang panggung utama.

Kapolsek Gambir AKBP Johaness Kindangen mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas ledakan tersebut. Dugaan awal, kata dia, terjadi korsleting listrik. Ia mengatakan sejumlah barang bukti telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Seperti sejumlah serpihan akibat ledakan tersebut dan juga unit handphone. Selain itu, pihaknya juga meminta keterangan orang-orang yang ada di sekitar lokasi kejadian serta pihak-pihak yang mengamankan genset tersebut.

2. Video Suntingan

Munculnya ledakan besar dengan kobaran api yang meymbubung tinggi —sebagaimana ditunjukkan dalam video maupun gambar pada poster, terlihat hasil suntingan. Tidak satupun sumber dapat memverifikasi munculnya kobaran api besar baik pada Sabtu malam 1 Desember maupun saat pelaksanaan reuni pada 2 Desember 2018.

CNN Indonesia menulis meski terdengar ledakan karena korsleting pada genset, namun tidak sampai membuat kepanikan peserta. Saat itu massa aksi yang sudah berada di areal monas tengah asyik menikmati gelaran musik yang tampil di panggung utama. Massa terus berdatangan ke lokasi ini.

Demikian juga pada pelaksanaan reuni 212 keesokan harinya, berlangsung dengan aman. Tidak ada ledakan besar yang menyerang massa aksi tersebut.

Kesimpulan

Dari penelusuran fakta di atas informasi adanya Bom Monas pada Reuni 212 adalah keliru.

 

IKA NINGTYAS