Sabtu, 15 Desember 2018

[Fakta atau Hoax] Benarkah Air Rebusan Pembalut Wanita Bisa Membuat Mabuk?

Kamis, 15 November 2018 11:19 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Air Rebusan Pembalut Wanita Bisa Membuat Mabuk?

Pemberitaan tentang sejumlah remaja yang menggunakan air rebusan pembalut wanita untuk mabuk sedang menjadi perhatian publik. Salah satu yang menjadi rujukan adalah tulisan yang dimuat di http://www.wajibbaca.com edisi 7 November 2018 berjudul Karena Ada Bahan Kimia Ini Pada Pembalut, Banyak Remaja Merebus Pembalut Untuk Dibuat Mabuk. Tulisan tersebut telah dibagikan 231.191 kali di facebook.

Pemberitaan tentang sejumlah remaja yang menggunakan air rebusan pembalut wanita untuk mabuk sedang menjadi perhatian publik

Tulisan itu memuat pernyataan dari Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, AKBP Suprinarto, yang dikutip ulang dari situs Okezone. Selain itu, ada pernyataan dr Hari Nugroho, Institute of Mental Health Addiction And Neurosience (IMAN) yang dikutip dari situs berita Detik.

AKBP Suprinarto dalam tulisan tersebut menyatakan bahwa menemukan kasus tersebut di beberapa daerah. Kebanyakan mereka adalah anak-anak muda yang mendiami wilayah pinggiran kota, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, serta di Kota Semarang bagian timur.

Sedangkan dr Hari Nugroho menjelaskan bahwa pembalut wanita mengandung chlorine (klorin), alkohol, dan chloroform (kloroform) yang kemungkinan membuat remaja-remaja tersebut high.

Benarkah pernyataan tersebut memang disampaikan oleh AKBP Suprinarto dan dr Hari Nugroho? Dan benarkah ada kandungan zat kimia di pembalut wanita yang bisa menyebabkan mabuk?


Penelusuran fakta
Tempo menelusuri apakah pernyataan AKBP Suprinarto dan dr Hari Nugroho pernah dimuat di Okezone dan Detik. Hasilnya, Tempo menemukan pernyataan AKBP Suprinarto itu dipublikasikan oleh Okezone edisi 6 November 2018 berjudul Sejumlah Remaja di Jawa Tengah Kecanduan Air Rebusan Pembalut.

Kemudian penjelasan dr Hari Nugroho diterbitkan di Detik edisi 7 November 2018 dengan judul Viral Remaja Mabuk-mabukan dengan Air Rebusan Pembalut, Ini Kata Ahli.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif (NAFZA), Sitty Hikmawatty, mengatakan fenomena remaja yang mabuk pembalut  itu berawal dari eksperimen, coba coba.

"Mereka mencari alternatif zat yang dapat membuat mereka fly, tenang ataupun gembira," ujar Sitty kepada Tempo, Jumat, 9 November 2018.

Diduga, kandungan yang terdapat di dalam pembalut yang menyebabkan seseorang mabuk serta berhalusinasi adalah klorin dan sodium polyacrylate. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) pada tahun 2015, hampir seluruh produk pembalut dan pantyliner yang beredar di pasaran mengandung bahan untuk proses pemutihan pembalut, yaitu klorin.

Dikutip dari sebuah jurnal berjudul “Regulatory Toxicology and Pharmacology” yang ditulis oleh Kara E. Woeller, pembalut juga mengandung bahan lain yang berguna untuk menyerap cairan, yaitu sodium polyacrylate.

Dilansir dari website kesehatan di Amerika Serikat, healthline.com, klorin dan sodium polycrylate ini menghasilkan senyawa dioksin dan formaldehida. Keduanya dapat ditemukan dalam kandungan lem kayu yang biasa digunakan untuk membuat seseorang mabuk. Dengan caranya yang mudah dan murah, yaitu hanya merobek pembalut baru dan merebus isi dari pembalut tersebut yang nantinya didinginkan sebelum di konsumsi, remaja pun berbondong-bodong pindah ke alternatif baru ini.

Namun, hal yang harus selalu diperhatikan adalah efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi air rebusan pembalut ini. Dilansir dari health.ny.gov, klorin dan sodium polycrylate yang masuk ke dalam tubuh akan sangat berbahaya bagi kesehatan. Kedua kandungan tersebut akan bereaksi dengan air untuk menghasilkan asam.

Kesimpulan
Dari penelusuran fakta itu bisa disimpulkan bahwa informasi yang diunggah pada http://www.wajibbaca.com adalah benar. Adanya kandungan klorin dan sodium polyacrylate pada pembalut wanita yang diperkirakan membuat seseorang menjadi mabuk.

Ika Ningtyas

 

  •