Sabtu, 15 Desember 2018

[Fakta atau Hoax] Benarkah Al Jazeera Menayangkan Wawancara Kasus Rizieq Shihab?

Selasa, 13 November 2018 17:03 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Al Jazeera Menayangkan Wawancara Kasus Rizieq Shihab?

Informasi yang menyebutkan bahwa media Al Jazeera TV menyiarkan talkshow tentang Saudi Arabia yang telah mengantongi pelaku pemfitnah Habib Rizieq Shihab, beredar di media sosial.

Di Twitter, informasi itu disebarkan oleh akun Mustofa Nahra Tampang Jateng V @AkunTofa pada 10 November 2018.

Unggahan @AkunTofa terkait berita Al Jazeera

@AkunTofa menulis:

"Dikabarkan al Jazeera, polisi KSA sudah mengantongi identitas pelaku, setelah melihat CCTV cadangan. Doakan semoga para pelaku tertangkap."

@AkunTofa menulis status tersebut disertai dengan sebuah foto suasana talkshow di ruang studio Al Jazeera. Unggahan itu sempat di bagikan ulang 735 kali dan disukai 534 akun.

Di Facebook, informasi serupa juga diunggah oleh Khairul Anam dengan tulisan:

#AlJazeerahTv
Kasus HRS murni ada di TV Al Jazeerah. Para pelaku fitnah sedang diburu otoritas Saudi. Polisi Saudi sudah mengantongi identitas pelaku utama dari CCTV cadangan. Nama2 pelaku sudah dikantongi polisi Saudi & sudah masuk target.

Semoga pelaku dan aktor inteligen busuk yang sudah memfitnah HRS segera tertangkap.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri telah mengkonfirmasi kebenaran Rizieq dimintai keterangan oleh aparat keamanan Arab Saudi. Ini terkait laporan adanya bendera mirip bendera ISIS yang terpasang di depan rumah Imam Besar FPI tersebut di Mekah.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni atau PA 212, Novel Bamukmin, menduga ada rekayasa dan campur tangan intelijen hitam dalam pemasangan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Lalu benarkah Al Jazeera menyiarkan berita bahwa otoritas Saudi Arabia telah mengantongi pemfitnah Rizieq Shihab?


Penelusuran Fakta
Tempo menggunakan Google Image untuk menelusuri toto talkshow di Al Jazeera TV. Dengan tools tersebut, muncul sebuah berita beserta video di website Al Jazeera berjudul Should the world be worried by a President Trump?

Video yang dipublikasikan di Al Jazeera itu sama dengan foto yang beredar di Twitter dan Facebook. Akan tetapi talkshow tersebut dilakukan pada 11 November 2016, jauh sebelum kasus Rizieq Shihab.

Kedua, selain waktu yang tidak sesuai, narasumber talkshow tersebut bukan dari pihak polisi Saudi Arabia. Melainkan, Mark Burns, yang tak lain adalah juru kampanye Donald Trump saat bertarung dalam Pemilihan Presiden AS melawan Hillary Clinton.

Ketiga, isi talkshow itu tentu saja bukan terkait Rizieq Shihab. Akan tetapi tentang masa depan kebebasan sipil di dunia ketika Donald Trump akhirnya memenangkan Pemilihan Presiden AS.

Kesimpulan
Dari penelusuran fakta itu bisa disimpulkan bahwa beredarnya informasi bahwa Al Jazeera menyiarkan berita bahwa otoritas Saudi Arabia telah mengantongi pemfitnah Rizieq Shihab, adalah salah.

Setelah menjadi viral, @AkunTofa sebagai penyebar informasi telah mencabut dan meminta maaf. Melalui twitter, Mustofa Nahra menulis:

“Maaf tuips. Berita al Jazeera tadi saya hapus saja karena sumber informasinya ternyata anonim setelah saya teliti. Daripada menakuti (menjadi genderuwo) dan menyesatkan Cebong, maka lebih baik saya hapus. tks”

IKA NINGTYAS

 

  •