Rabu, 14 November 2018

[Fakta atau Hoax] Benarkah Prabowo Subianto Mengatakan Saya Produk Asing ?

Sabtu, 20 Oktober 2018 07:59 WIB
 
[Fakta atau Hoax] Benarkah Prabowo Subianto Mengatakan Saya Produk Asing ?

Sebuah video wawancara Tempo dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menjadi viral di media sosial. Video berjudul “Prabowo: Saya Ini Produk Asing” diunggah oleh akun Humor Politik di Facebook pada 13 Agustus 2018.

Facebook memperkirakan video berdurasi 47 detik itu telah dibagikan 32,3 ribu kali sejak diunggah hingga 22 September 2018. Video itu memuat pernyataan Prabowo  bahwa dia mengagumi negara-negara barat karena 16 tahun hidup di Amerika dan Inggris untuk sekolah sebelum dan setelah lulus dari AKABRI.

Screenshot akun Humor Politik di Facebook yang memotong-motong wawancara Tempo dengan Prabowo dan kehilangan konteksnya [Dok: Istimewa].

Prabowo Subianto memang benar pernah menyatakan hal itu saat datang ke kantor lama Tempo di Kebayoran Baru, Jakarta.

Akan tetapi, video wawancara tersebut sebenarnya dipublikasikan di website Tempo pada 7 November 2013. Tempo kemudian mempublikasikannya juga ke channel di Youtube  pada 22 April 2014.

Tempo mewawancarai Prabowo secara khusus terkait pandangannya mengenai Indonesia. Saat itu dia memutuskan maju dalam Pemilihan Presiden 2014 melawan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Video asli yang ditayangkan oleh Tempo pun berdurasi 2 menit 55 detik. Sementara video yang dibagikan Humor Politik itu tidak utuh, karena memotong wawancara dari video asli pada detik ke 49 hingga menit 1:49.

Pemotongan video itu menyebabkan konteks sebenarnya dari pernyataan Prabowo hilang. Konteks dari pernyataan Prabowo saat itu, adalah, dia tidak anti-asing. Tapi, budaya asing yang diterimanya hanya berkaitan dengan kehidupan, kebebasan, dan pencarian kebahagiaan.

Justru ia menegaskan bahwa dirinya merupakan produk asing yang pernah sekolah dan besar di beberapa negara. Ketika ditanya tentang pertambangan, Prabowo justru dengan bangga menyebutkan dirinya memiliki satu dari tambang batu bara yang dikuasai perusahaan asing di tanah Indonesia.

Prabowo justru mengkritik sistem neoliberal di Indonesia. Menurut dia, sistem ini dilakukan melalui deregulasi dan privatisasi. Dia mengibaratkannya seperti perampokan kekayaan negara untuk segelintir orang.

Video asli wawancara Prabowo Subianto selengkapnya bisa ditonton di https://bit.ly/2Nx0Xl8 dan https://bit.ly/2NzqObZ.

Potongan video itu dibuat dan disebarkan akhir-akhir bersamaan dengan kembali majunya Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 melawan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

IKA NINGTYAS

 

  •