[Fakta atau Hoaks] Benarkah Menhub Budi Karya Ikut Urusi Kegiatan Masjid?

Jumat, 8 November 2019 12:40 WIB
 
[Fakta atau Hoaks] Benarkah Menhub Budi Karya Ikut Urusi Kegiatan Masjid?

Narasi yang menyebut bahwa Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ikut mengurusi kegiatan masjid beredar di media sosial. Narasi yang diunggah oleh akun Amalia Fidyarini di Facebook pada Sabtu, 2 November 2019, itu terdapat dalam sebuah gambar yang dilengkapi dengan foto Budi Karya.

Dalam gambar itu, terdapat dua foto Budi Karya. Pertama, yang mengenakan kemeja batik berwarna hitam dengan ornamen kuning serta yang memakai kemeja putih saat berada di tengah kerumuman pelajar bersama mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Amalia Fidyarini di Facebook.

Di bawah kedua foto Budi Karya itu, terdapat tulisan "Menhub: Cek Kegiatan Mahasiswa di Masjid Untuk Cegah Radikalisme". Di bawahnya, tertulis narasi, "Ia meminta para rektor memperhatikan aktivitas mahasiswa di masjid-masjid dan asrama agar tidak menjadi 'radikal'. 'Juga (diperhatikan) tempat kos untuk dilihat sejauh mana adik-adik kita belajar agama'."

Dalam gambar itu, sebuah logo disematkan, bertuliskan "Indonesia Bertauhid". Akun Amalia pun menulis narasi yang menyertai unggahan gambar itu, "MenHub kok jadi ikut ikutan ngurusin kegiatan Masjid??" Hingga kini, unggahan akun itu telah dibagikan lebih dari 200 kali dan dikomentari sebanyak 60 kali.

Benarkah Menhub Budi Karya ikut mengurusi kegiatan masjid?

PEMERIKSAAN FAKTA

Pertama-tama, Tim CekFakta Tempo menelusuri foto Menhub Budi Karya dalam gambar di atas melalui reverse image tools Yandex. Hasilnya, foto itu serupa dengan video yang diunggah salah satu kanal program televisi NET di YouTube, Indonesia Morning Show, pada 4 Desember 2019. Dalam video wawancara itu, Budi Karya mengenakan kemeja batik yang sama dengan yang terlihat dalam gambar di atas.

Video wawancara versi lengkap NET dengan Budi Karya diunggah di kanal YouTube Official Net News pada 3 Desember 2016. Dari video itulah foto Budi Karya dalam gambar di atas diambil. Dalam video itu, Budi Karya menjelaskan berbagai program di bidang transportasi yang dijalankan oleh kementeriannya.

Gambar tangkapan layar video NET di YouTube.

Terkait narasi yang menyebut bahwa Menhub Budi Karya meminta rektor mengecek kegiatan mahasiswa di masjid, Tempo pernah memuat berita soal itu. Namun, berita yang diunggah pada 28 Oktober 2017 tersebut bukan berjudul seperti dalam gambar di atas, melainkan "Menhub Ingatkan Mahasiswa Rentan Terkena Radikalisme".

Berita ini menyebutkan bahwa Menhub Budi Karya memang meminta rektor dan pengelola kampus berbasis Islam untuk memperhatikan aktivitas mahasiswanya di masjid-masjid dan asrama mereka. Tujuannya, agar mahasiswa tidak terkena virus radikalisme. “Juga (diperhatikan) tempat kos untuk dilihat sejauh mana adik-adik kita belajar agama,” kata Budi Karya dalam kuliah akbar di hadapan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palembang pada 28 Oktober 2017.

Namun, kuliah akbar yang dihadiri Budi Karya tersebut digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Budi Karya menjelaskan bahwa mahasiswa tergolong kelompok pemula yang rentan terhipnotis paham radikal. Akhir-akhir ini pun, kata Budi, kebinekaan Indonesia sedang diuji. Ujian terbesar, menurutnya, adalah menangani radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme.

Bukan kali itu saja Menhub Budi Karya berbicara tentang Islam. Dikutip dari salah satu berita di Republika yang dimuat pada 26 Januari 2019, Budi Karya pernah membahas penangkalan hoaks yang mengatasnamakan masjid bersama seratus ustad dari seratus masjid di Jakarta. Pertemuan itu digelar oleh Budi Karya karena ia merupakan Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid.

Sementara itu, dikutip dari salah satu berita di Bisnis yang dimuat pada 19 Oktober 2019, tepat di penghujung masa jabatannya sebagai Menhub dalam kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi periode yang pertama, Budi Karya menyatakan bahwa ia bisa melakukan hal lain jika tidak ditunjuk kembali menjadi Menhub dalam periode kedua Jokowi.

“Saya orang swasta, bisa jual pempek-pempek, bisa membangun properti, bisa jadi konsultan. Banyak pekerjaan yang bisa saya lakukan, bisa mengurusi yayasan karena saya wakil sebuah yayasan dari sebuah masjid,” kata Budi Karya saat itu.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, pernyataan bahwa Menhub Budi Karya ikut mengurusi kegiatan masjid termasuk menyesatkan. Konteks pernyataan Budi Karya kala itu adalah saat memberikan kuliah akbar dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Budi Karya pun bukan kali itu saja berbicara tentang Islam karena dia merupakan Ketua Dewan Pembina Masyarakat Cinta Masjid.

IBRAHIM ARSYAD