Senin, 22 Oktober 2018

Fakta atau Hoax] Benarkah Kabar Perampokan oleh Asisten Rumah dengan Cara Meracun Majikannya di Kota Bandung ?

Jumat, 6 Juli 2018 23:38 WIB
 
Fakta atau Hoax] Benarkah Kabar Perampokan oleh Asisten Rumah dengan Cara Meracun Majikannya di Kota Bandung ?

Kabar adanya asisten rumah tangga yang berupaya merampok majikannya di Kota Bandung dengan cara meracun, menjadi viral di berbagai grup WhatsApp (WA). Ini isinya:

“Hati-hati punya pembantu baru, baru dapat info nih. Seorang ibu mau diracun sama pembantu baru. Pagi-pagi dibiknin teh yang dicampur dengan porstex. Pas mau minum terasa panas di mulut. Untung keburu dimuntahkan. Ditanya ini apa, si pembantu diam saja, disuruh dicicipi gak mau. Ibunya telpon anaknya, si pembantu dibawa ke kantor polisi, dipaksa bicara sampai ngaku. Ternyata mereka sindikat perampok, kalau si ibu sudah keracunan, si pembantu telpon teman-temannya untuk datang rampok rumah. Kejadian ini baru tadi pagi di Bandung. Waspadalah !!!. Ini wajah si pembantu.”

Foto close up asisten rumah tangga itu melengkapi kabar yang menjadi viral tersebut.

Screenshot kabar yang beredar di grup WhatsApp tentang pembantu rumah tangga yang berupaya meracuni majikannya untuk merampok di Kota Bandung pada awal Juli 2018. Istimewa

Dari konfirmasi Tempo ke Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, ternyata belum ada laporan upaya perampokan oleh pembantu rumah tangga dengan modus meracun.

“Belum ada laporannya ke Polrestabes Bandung. Modus seperti itu belum ada laporannya," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar M Yoris kepada Tempo pada Kamis, 5 Juli 2018.

Yoris enggan berkomentar lebih jauh ihwal kabar itu. Disinggung apakah kabar itu termasuk kabar bohong alias hoax atau bukan, Yoris belum bisa memastikannya.

Menurutnya, kepolisian bertindak ketika ada laporan dari masyarakat. Sementara hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait masalah itu.

Yoris menjelaskan kasus perampokan dengan modus meracun majikannya oleh pembantu tidak pernah terjadi di Kota Bandung.

AMINUDDIN A.S | UWD

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

 

  •