Sebagian Benar: Meletakkan Es di Tengkuk untuk Meredakan Sakit Kepala

Kamis, 13 November 2025 13:59 WIB

Sebagian Benar: Meletakkan Es di Tengkuk untuk Meredakan Sakit Kepala

UNGGAHAN beredar di Instagram [arsip] pada 6 November 2025 membagikan tips kesehatan tentang cara meredakan sakit kepala dengan menempelkan es di belakang leher atau tengkuk.

Video itu memperlihatkan langkah-langkah meletakkan es di titik tersebut. Metode ini diklaim mampu mengatasi pusing, migrain, menstimulasi emosi, hingga meremajakan tubuh. Tips itu disebut berasal dari tradisi pengobatan Cina Feng Fu.

Benarkah menempelkan es di tengkuk bisa mengobati pusing, migrain, menstimulasi emosi, dan meremajakan tubuh?

PEMERIKSAAN FAKTA

Tempo memverifikasi klaim itu dengan mewawancarai pakar kesehatan dan menelusuri artikel dari situs medis kredibel. Hasil verifikasi menunjukkan menempelkan es di tengkuk dapat meredakan beberapa jenis sakit kepala tetapi tidak menyembuhkan penyebab utamanya.

Ketua PP PERDOSRI Dr. dr. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., SubSp. N.M. (K)., FEMG., AIFO-K, menjelaskan suhu dingin memicu vasokonstriksi yang menekan peradangan dan menghambat transmisi sinyal nyeri sehingga memberi efek analgesik.

“Efek yang dirasakan mungkin merupakan respons relaksasi akibat stimulus dingin yang kuat pada sistem saraf otonom,” ujar Rumaisah kepada Tempo, Selasa, 11 November 2025.

Namun, Rumaisah mengingatkan, belum ada rujukan ilmiah yang dapat memperkuat terapi tersebut. Selain itu, efek relaksasi yang ditimbulkan oleh es tidak sepenuhnya dapat menyembuhkan sumber penyakit yang mendorong sakit kepala. 

Dilansir Detik.com, dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS dari RS Medistra DKI Jakarta juga menilai penggunaan es sebagai pereda migrain perlu hati-hati. Jika dilakukan terlalu sering, bisa menimbulkan dampak psikologis mirip ketergantungan, ketika seseorang merasa migrain setiap kali berada di tempat panas.

Selain itu, meletakkan es di permukaan kulit dapat memberikan resiko tertentu di antaranya:

  1. Kerusakan jaringan lokal: kontak es langsung ke kulit dalam waktu lama bisa menyebabkan radang dingin (frostbite) atau kerusakan saraf tepi superfisial.
  2. Reaksi berlawanan: pada beberapa orang, paparan dingin yang intens bisa memicu sakit kepala dingin (ice cream headache) atau meningkatkan ketegangan otot.
  3. Kontra indikasi: harus dihindarkan pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti Raynaud's phenomenon, alergi dingin (cold urticaria), atau masalah peredaran darah serius. 

Untuk mengurangi risiko tersebut, berikut beberapa tips untuk meletakkan es di bagian tengkuk:

  1. Gunakan alas atau pembungkus es. Jangan pernah meletakkan es langsung di kulit. 
  2. Durasi ideal pengompresan ialah 15-30 detik, lalu diangkat sekitar 10 detik sebagai waktu jeda. Bila dirasa kurang, dapat diulang sampai maksimal waktu totalnya 15 menit. Durasi waktu itu sudah cukup untuk meredakan nyeri dan meminimalkan risiko kerusakan kulit.
  3. Posisi tubuh disarankan untuk berbaring telentang di tempat yang nyaman atau duduk dengan sandaran leher. Letakkan kompres es di cekungan dasar tengkorak (area suboksipital) atau area leher yang terasa nyeri.
  4. Perhatikan reaksi kulit. Jika kulit menjadi mati rasa, terasa sakit yang membakar, atau berubah menjadi merah gelap/pucat, segera hentikan penggunaan es.

KESIMPULAN

Verifikasi Tempo menyimpulkan klaim bahwa meletakkan es di tengkuk dapat mengobati pusing, migrain, menstimulasi emosional, dan meremajakan tubuh hanya sebagian benar.

Kompres es di tengkuk memang bisa meredakan nyeri seperti sakit kepala dan migrain, tapi tidak menyembuhkan penyebabnya. Adapun manfaat menstimulasi emosional dan meremajakan tubuh belum terbukti secara ilmiah.

TIM CEK FAKTA TEMPO

**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]