Menyesatkan: Video Banjir Rob di Tarakan Disebabkan Gempa Bumi
Kamis, 13 November 2025 13:46 WIB
VIDEO yang diklaim memperlihatkan naiknya air laut akibat gempa di Tarakan, Kalimantan Utara, beredar di Instagram [arsip] pada 5 November 2025.
Video itu memperlihatkan banjir yang menutup sejumlah ruas jalan, sementara beberapa kendaraan tetap melintas di tengah genangan air. Unggahan tersebut mengklaim peristiwa itu terjadi di Tarakan, dan air laut naik ke daratan setelah gempa mengguncang wilayah itu.

Namun, benarkah banjir dalam video itu disebabkan gempa?
PEMERIKSAAN FAKTA
Tempo memverifikasi video tersebut menggunakan mesin pencari Google dengan kata kunci dan penelusuran lokasi di Google Maps. Hasilnya, banjir dalam video itu bukan disebabkan gempa, melainkan fenomena pasang air laut akibat gaya gravitasi bulan.
Verifikasi Lokasi
Pada awal video tampak sebuah jalan yang ditutup portal. Hasil penelusuran Tempo menunjukkan jalan itu identik dengan akses menuju kawasan pesisir Pelabuhan Perikanan Tengkayu II Tarakan berdasarkan tampilan Google Street View.
Pelabuhan Tengkayu II merupakan pusat bisnis perikanan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat.

Klip berikutnya memperlihatkan bagian tengah pintu masuk Pelabuhan Perikanan Tengkayu II, yang juga tampak dalam Google Street View. Di lokasi itu terlihat dua tiang cor sebagai pembatas dan sebuah pintu terali besi di tengahnya.

Petunjuk lainnya berupa dua buah rambu-rambu lalu lintas berbentuk bulat, yang sama dengan foto lokasi tersebut yang diunggah Fokusborneo.com.

Melalui verifikasi lokasi di atas, video yang beredar dipastikan memang direkam di Kabupaten Tarakan, Kalimantan Utara.
Banjir Rob Bukan karena Gempa
Menurut situs Fokus Borneo, banjir rob melanda kawasan pesisir Kota Tarakan selama beberapa hari pada awal November 2025. Banjir rob merupakan genangan air di daratan akibat pasang naik air laut.
Prakirawan cuaca BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna, menjelaskan bahwa banjir rob tersebut tidak disebabkan oleh gempa bumi pada 5 November 2025. Gempa terjadi karena aktivitas lempeng di bawah tanah, sementara banjir rob dipicu oleh gaya gravitasi bulan. “Dua peristiwa alam itu sangat berbeda dan tidak saling berkaitan,” kata Ida Bagus, Jumat, 7 November 2025.
Ia menyebut, kenaikan permukaan laut saat itu rata-rata mencapai 3,3 meter—ambang batas genangan di pesisir Tarakan. Kondisi serupa juga dialami wilayah pesisir lain di Indonesia, dan fenomena supermoon yang memicu pasang tinggi diperkirakan berakhir pada 10 November 2025.
Tempo, melaporkan sebelumnya bahwa dua gempa mengguncang Tarakan pada 5 dan 8 November 2025 dengan kekuatan M 4,8 dan M 4,4. Wilayah lain di Kalimantan Utara, seperti Tanjung Selor, Tana Tidung, Tanjung Redep, dan Nunukan, juga merasakan getaran dengan kekuatan M 2 hingga M 4. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer. Menurut Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, gempa tersebut merupakan jenis dangkal akibat aktivitas Sesar Tarakan dan tidak berpotensi tsunami.
KESIMPULAN
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa rekaman video yang diklaim sebagai peristiwa banjir rob di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, karena gempa bumi pada awal November 2025 adalah menyesatkan.
Gempa bumi memang melanda Kota Tarakan pada tanggal 5 dan 8 November 2025. Namun gempa tersebut tidak menyebabkan naiknya permukaan laut ke daratan.
TIM CEK FAKTA TEMPO
**Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email [email protected]


