Senin, 18 Juni 2018

[Fakta atau Hoax] Akibat amuk gerombolan bersepeda motor, Polda Metro Jaya minta warga Kemang, Jakarta Selatan, tidak keluar rumah dan berkumpul di pinggir jalan pada malam hari

Rabu, 7 Maret 2018 15:09 WIB [Fakta atau Hoax] Akibat amuk gerombolan bersepeda motor, Polda Metro Jaya minta warga Kemang, Jakarta Selatan, tidak keluar rumah dan berkumpul di pinggir jalan pada malam hari

Sebuah geng motor mengamuk di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Senin 5 Maret 2018, dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Sejumlah mobil dan motor menjadi korban pengrusakan. Tak hanya itu, sejumlah warga sekitar dianiaya dan mengalami luka-luka.

Insiden ini terekam dalam sebuah video amatir yang beredar di youtube. Dalam video tersebut, tampak segerombolan geng motor menyerang warga di di depan Cafe Locarasa yang berada di Jalan Kemang Raya, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. 

Selepas insiden itu, beredar himbauan di aplikasi percakapan WhatsApp yang diklaim berasal dari polisi. Isinya, meminta warga Kemang menghindari berkerumun di luar rumah pada malam hari, sebagai antisipasi jika amuk gerombolan bersepedamotor itu terulang kembali. 

Ketika dikonfirmasi redaksi, Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Mardiaz Kusin membantah  adanya imbauan tersebut. "Gak bener itu," ujarnya. Peningkatan keamanan, kata dia, dilakukan dengan mengadakan patroli gabungan antara personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) setiap malamnya.

Saat ini, polisi masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengidentifikasi dan memburu pelaku pengrusakan dan penganiayaan pada Senin dinihari lalu. 

REFERENSI: Polisi Bantah Larang Warga Kemang Berkumpul di Malam Hari

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

 

 

 

  •