Keliru, Klaim Ini Foto Kremasi Massal saat Tsunami Covid India

Jumat, 30 April 2021 13:16 WIB
 


 
Keliru, Klaim Ini Foto Kremasi Massal saat Tsunami Covid India

Foto yang memperlihatkan suasa di sebuah lokasi kremasi jenazah beredar di media sosial. Foto itu dibagikan bersama narasi-narasi yang menyinggung kondisi pandemi Covid-19 di India saat ini. Beberapa hari terakhir, India memang sedang dilanda "tsunami Covid", karena melonjaknya jumlah kasus infeksi virus Corona di sana.

Di Twitter, akun terverifikasi ini membagikan foto itu pada 18 April 2021 dengan narasi sebagai berikut: "#POSTPONE_SSC_CSHL Ujian harus ditunda selama pandemi Covid-19 semacam ini. Itu akan sulit bagi siswa untuk menjangkau pusat ujian. Mereka sangat rentan terinfeksi." Hingga artikel ini dimuat, cuitan itu telah di-retweet lebih dari 150 kali dan disukai 85 kali.

Sementara akun terverifikasi ini mengunggah foto tersebut pada 17 April 2021 dalam komentarnya terhadap cuitan Perdana Menteri India Narendra Modi soal pandemi Covid-19. "Setelah ini?? Anda bertanggung jawab atas ini," demikian komentar akun itu, merujuk pada foto yang diunggahnya. Hingga kini, cuitan tersebut telah di-retweet lebih dari 100 kali dan disukai 771 kali.

Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter berisi foto yang tidak terkait dengan narasinya soal kondisi pandemi Covid-19 saat ini di India.

PEMERIKSAAN FAKTA

Untuk memverifikasi klaim itu, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto itu adalah foto lama, yang tidak terkait dengan pandemi Covid-19. Foto tersebut memperlihatkan suasana di Manikarnika Ghat, salah satu tempat kremasi di tepi sungai suci (ghat) di sepanjang Sungai Gangga, Kota Varanasi, Uttar Pradesh, India.

Tempo menemukan foto itu telah beredar di internet setidaknya sejak Maret 2010. Foto ini diunggah di sebuah blog, Blog of Krishna Sharma, pada 17 Maret 2010. Foto itu terdapat dalam tulisan yang berjudul "Banaras (Manikarnika Ghat)". Dalam tulisan ini, terdapat foto-foto lain yang diambil dari lokasi yang sama.

Foto-foto yang sama juga dimuat di blog lain, Hindi Script Writer, namun dengan nama pemilik yang sama, Krishna Sharma, pada Januari 2012. Foto-foto ini terdapat dalam tulisan yang berjudul "Banaras (Baranasi) Kota Paling Kuno di Dunia dan Masih Hidup (Manikarnika Ghat dari Varanasi)".

Foto tersebut pun pernah diunggah di sejumlah situs sepanjang 2018-2019. Situs Naukrinama.com misalnya, memuat foto itu dalam artikelnya pada 3 September 2018, dengan penjelasan yang serupa. Sementara situs Jansatta.com mencantumkan foto tersebut dalam artikelnya pada 18 Juni 2019, juga dengan keterangan yang sama, bahwa foto itu diambil di Manikarnika Ghat.

Situs pemeriksa fakta asal India, Alt News, juga telah memverifikasi klaim beserta foto tersebut. Alt News menghubungi pemilik blog di atas, yang bernama Krishna Kumar. Dia berkata, "Ya, saya mengambil foto ini dari ponsel saya. Foto itu menunjukkan Manikarnika Ghat di Banaras. Saya mengunggah foto ini pada Januari 2012."

Foto-foto kremasi jenazah Covid-19 di India

Foto-foto yang menunjukkan kremasi jenazah pasien yang meninggal akibat infeksi virus Corona di India, di tengah gelombang kedua Covid-19 di sana, telah dimuat oleh berbagai situs media. Tempo mengunggah foto-foto tersebut dalam sejumlah artikel, yakni sebagai berikut:

Petugas menggunakan pakaian pelindung hazmat membawa jenazah korban Covid-19 yang akan dikremasi pada kremasi massal di New Delhi, India, 26 April 2021. REUTERS/Adnan Abidi

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut adalah foto kremasi massal jenazah di tengah tsunami Covid di India, keliru. Foto itu adalah foto lama yang telah beredar di internet setidaknya sejak Maret 2010, jauh sebelum terjadinya pandemi virus Corona pada Desember 2019. Foto tersebut memperlihatkan suasana di Manikarnika Ghat, salah satu tempat kremasi di tepi sungai suci (ghat) di sepanjang Sungai Gangga, Kota Varanasi, Uttar Pradesh, India.

TIM CEK FAKTA TEMPO

Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id


 


  •  

    Selengkapnya