[Fakta atau Hoaks] Benarkah Presiden Jokowi Ancam Copot Prabowo karena Kalah Pamor?

Senin, 2 Desember 2019 09:32 WIB

[Fakta atau Hoaks] Benarkah Presiden Jokowi Ancam Copot Prabowo karena Kalah Pamor?

Narasi yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengancam akan mencopot Menteri Pertahanan Prabowo Subianto karena kalah pamor beredar di media sosial. Narasi itu tertulis dalam gambar tangkapan layar sebuah video yang diunggah akun Rana O'neil di halaman Facebook Manusia Merdeka pada Minggu, 24 November 2019.

Gambar tangkapan layar itu berasal dari video yang diunggah kanal Pojok Dunia di YouTube pada 23 November 2019. Dalam thumbnail-nya, video itu diberi tulisan "Jokowi Kalah Pamor, Prabowo Terancam Dicopot". Sementara judul video itu adalah "Jokowi Ancam Pecat Prabowo, Ini Alasannya". Hingga artikel ini dimuat, video itu telah ditonton lebih dari 55 ribu kali.

Dalam unggahannya, akun Rana O'neil pun menambahkan narasi, "Sungguh miris pemerintah zaman now. Bagaimana tanggapan Saudara sebagai rakyat NKRI? Sepertinya kejujuran akan hilang di tubuh pemerintahan." Hingga kini, unggahan akun Rana O'neil telah disukai 249 kali, dikomentari 184 kali, dan dibagikan 126 kali.

Gambar tangkapan layar unggahan akun Rana O'neil di Facebook.

Benarkah Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor?

Advertising
Advertising

PEMERIKSAAN FAKTA

Di awal video yang diunggah kanal Pojok Dunia, terdapat cuplikan video yang memperlihatkan juru bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman. Penelusuran Tim CekFakta Tempo menemukan cuplikan itu diambil dari tayangan Mata Najwa episode "Membawa Jokowi di Jilid 2" segmen "Pemekaran, Jadi Solusi untuk Papua" pada 20 November 2019.

Dalam tayangan itu, Fadjroel mengatakan bahwa Presiden Jokowi meminta seluruh menterinya untuk serius dalam bekerja. Jika tidak serius, menteri yang bersangkutan bisa dicopot di tengah jalan.

Saat Fadjroel mengatakan hal itu, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, melontarkan pertanyaan, "Bagaimana kalau Pak Prabowo dianggap tidak serius?" Fadjroel pun menjawab, "Sangat mungkin kalau mengikuti apa perintah Pak Presiden."

Dalam cuplikan video itu, tidak ada pernyataan bahwa Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor.

Setelah cuplikan video itu, terdapat suara narator kanal Pojok Dunia yang kembali menceritakan diskusi yang terjadi dalam tayangan Mata Najwa tersebut. Berdasarkan penelusuran Tempo, narator hanya membacakan berita yang diambil dari situs Tribunnews. Berita yang dimuat pada 23 November 2019 itu berjudul "Jubir Istana Fadjroel Rachman Pastikan Prabowo Subianto Dicopot dari Menhan oleh Jokowi Jika".

Menurut berita itu, Fadjroel menegaskan menteri di Kabinet Indonesia Maju akan segera dicopot jika tidak serius dalam bekerja. Fadjroel juga mengatakan bahwa Jokowi tidak akan tebang pilih dalam memberikan sanksi terhadap menteri yang tidak serius bekerja. Ancaman Jokowi itu ditujukan untuk semua menteri, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Namun, dalam berita ini, juga tidak ada pernyataan bahwa Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor.

Di bagian akhir video yang diunggah kanal Pojok Dunia, terdapat suara narator yang menceritakan tentang dorongan Prabowo kepada pemerintah Ghana untuk membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Indonesia. Berdasarkan penelusuran Tempo, narasi yang dibacakan bersumber dari berita di Tempo.co berjudul "Prabowo Dorong Pemerintah Ghana Beli Alutsista Buatan Indonesia" yang dimuat pada 21 November 2019.

Berita ini pun tidak memuat pernyataan bahwa Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor.

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, narasi dalam judul video kanal Pojok Dunia, bahwa Presiden Jokowi mengancam akan mencopot Prabowo karena kalah pamor, merupakan narasi yang menyesatkan. Menurut juru bicara presiden, Fadjroel Rachman, menteri yang akan dicopot oleh Jokowi adalah menteri yang tidak serius bekerja. Hal itu berlaku untuk seluruh menteri di Kabinet Indonesia Maju, termasuk Prabowo.

ANGELINA ANJAR SAWITRI

Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cekfakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id