[Fakta atau Hoaks] Benarkah Moeldoko Mengangkat Bos Mayapada Sebagai Penasehat Panglima TNI?

Rabu, 29 Mei 2019 04:18 WIB

[Fakta atau Hoaks] Benarkah Moeldoko Mengangkat Bos Mayapada Sebagai Penasehat Panglima TNI?

Foto Bos Mayapada grup, Dato Sri Tahir, yang tengah berpidato dengan mengenakan pakaian Brimob beredar di media sosial. Foto yang diunggah akun Alex Hendra disertai narasi Moeldoko membuat keputusan kontroversial dengan mengangkat Dato Sri Tahir sebagai Penasihat Panglima TNI.

Sebuah akun mengklaim bahwa mantan Panglima TNI pada 2014, Moeldoko, mengangkat Dato Sri Tahir sebagai pembina Brimob.

“Sekarang jadi paham ane kenapa brimob jadi sadis begitu. Orang ini ternyata jadi pembina brimob loh. Dan si moeldog pun gak mo ketinggalan, sekarang angkat dia jadi penasihat panglima TNI,” tulis akun Alex Hendra.

Sejak diunggah melalui jejaring sosial Facebook pada Senin 27 Mei 2019, informasi ini telah mendapat 15 komentar dan dibagikan oleh 44 akun lainnya.

PEMERIKSAAN FAKTA

Dari penelusuran Tempo.co, foto yang diunggah akun Alex Hendra diambil saat Dato Sri Tahir memberi sambutan setelah menerima anugerah warga kehormatan Korps Brimob, Senin 12 November 2011.

Foto tersebut digunakan laman Beritasatu.com pada artikel berjudul: “Jadi Warga Kehormatan Brimob, Dato Sri Tahir Terus Bantu Polri.”

Perharikan perbandingan kedua foto tersebut di bawah ini:

Foto asli dalam unggahan tersebut dipakai oleh situs Beritasatu (kiri).

Menurut laporan laman Tempo.co, Chief Executive Officer Mayapada Group, Dato Sri Tahir, ditunjuk Panglima TNI Jenderal Moeldoko sebagai penasihat bidang kesejahteraan rakyat pada September 2014.

“Saya terima SMS langsung dari Moeldoko, memberitahu penunjukan,” kata Tahir, yang tidak menyebutkan tanggal persis penunjukan itu, kepada Tempo, Senin malam, 2 September 2014.

Menurut Tahir, penunjukan itu bukan sesuatu yang luar biasa. Jauh sebelum diangkat, dia mengklaim sudah sering terlibat dalam kegiatan sosial dengan TNI. Melalui Tahir Foundation yang dipimpinnya, Tahir menyatakan sudah beberapa kali membantu prajurit dan keluarga TNI. Bantuan itu berupa pemberian beasiswa dan pembangunan rumah sakit.

Ketika menerima mandat menjadi penasihat, Tahir juga tengah menyiapkan program seribu rumah untuk prajurit TNI. Pembangunan rumah itu direncanakan akan selesai sekitar tiga bulan. Karena itu, ketika menerima pesan bahwa dia diangkat menjadi penasihat bidang kesra, Tahir bereaksi biasa saja.

Tahir membantah ada unsur politis di balik penunjukan dirinya. “Saya kira tidak ada satu titik pun yang membuat saya mengharapkan sesuatu,” ujarnya. Sebagai penasihat, dia menyatakan akan turut membantu Panglima TNI memberi masukan tentang program peningkatan kesejahteraan prajurit.

Pengangkatan Tahir dan Peter Sondakh menjadi penasihat Panglima TNI sempat menuai polemik. Anggota Komisi Pertahanan DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengatakan penunjukan itu dikhawatirkan bisa mempengaruhi profesionalitas TNI.

“Saya khawatir pengangkatan dua orang ini membawa konsekuensi yang tidak perlu,” ujar Mardani.

Menurut Mardani, seharusnya panglima tidak meminta bantuan orang per orang untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Alasannya, urusan kesejahteraan prajurit ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara. Karena itu, upaya peningkatan kesejahteraan dilakukan dengan mendorong penambahan alokasi anggaran belanja TNI.

Sebagaimana diberitakan laman Detik.com, upacara pengangkatan Tahir sebagai Penasehat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit itu dilakukan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014) pagi. Moeldoko dan para petinggi TNI hadir di lokasi.

"Saya mengucapkan selamat kepada Dato' Sri Prof. Dr. Tahir MBA atas pengangkatannya selaku Penasihat Panglima TNI Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Prajurit," kata Moeldoko dalam pidatonya.

Kata Moeldoko, Tahir selama ini telah banyak memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan prajurit TNI. Bahkan Tahir akan memberikan bantuan 1.000 unit rumah untuk prajurit di Jakarta.

"Beliau (Tahir) akan memberikan bantuan untuk pembangunan 1.000 rumah yang knock down untuk prajurit yang nilainya cukup besar," imbuh Moeldoko.
Moeldoko berkata, tugas pokok Panglima TNI ada 2. Pertama, menyiapkan prajurit TNI agar siap perang. Kedua memelihara kesejahteraan prajurit. Alasan kedua itulah yang membuat dirinya mengangkat Tahir.

"Untuk itulah Panglima TNI mengangkat Bapak Tahir untuk bisa membantu tugas Panglima TNI di bidang kesejahteraan. Dengan kehadiran Pak Tahir ini, Panglima TNI semakin ringan dalam memikirkan kesejahteraan prajurit," ucap Moeldoko.

Saat ini Moeldoko telah pensiun dari TNI dan dipercaya sebagai Kepala Staf Presiden Jokowi. Presiden Jokowi melantik Jenderal TNI (Purn) Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden menggantikan Teten Masduki. Pelantikan Moeldoko didasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 11p Tahun 2018 tentang Pengangkatan Kepala Kantor Staf Presiden.

KESIMPULAN

Dato Sri Tahir bukan sebagai Pembina Brimob melainkan sebagai warga kehormatan Brimob. Dato Sri Tahir menjadi penasehat Moeldoko yang menjabat sebagai Panglima TNI pada tahun 2014.

Berdasarkan sumber yang ada, pernyataan ini menggunakan fakta dan data yang benar, namun cara penyampaian atau kesimpulannya keliru serta mengarahkan ke tafsir yang salah.

ZAINAL ISHAQ