Keliru, Video Cacar Monyet Sudah Masuk ke Batam

Rabu, 17 Agustus 2022 06:35 WIB

Keliru, Video Cacar Monyet Sudah Masuk ke Batam

Video berdurasi 10 detik yang diklaim merupakan informasi masuknya virus cacar monyet atau monkeypox ke wilayah Batam, Kepulauan Riau beredar di Tiktok.

Dalam video terlihat gabungan tangkapan layar berita dari situs worldofbuzz.com berjudul, Man Tests Positive For Monkeypox in Singapore, 23 People Quarantined For 21 Days.

Pembuat video juga menambahkan narasi, “Hati-hati cacar monyet sudah masuk ke Batam".

Sebuah akun di TikTok menyebarkan video soal kabar cacar monyet telah masuk Batam

Hingga tulisan ini dibuat, video tersebut telah disukai 6.385 akun dan mendapat 93 komentar.

Advertising
Advertising

Benarkah cacar monyet telah masuk dan menginfeksi warga di Batam?

HASIL PEMERIKSAAN

Penelusuran TEMPO, informasi tentang virus cacar monyet masuk ke wilayah Batam merupakan informasi lawas yang pernah beredar pada Mei 2019.

Tempo mula-mula menelusuri berita berjudul, Man Tests Positive For Monkeypox in Singapore, 23 People Quarantined For 21 Days, yang dimuat oleh worldofbuzz.com. Hasilnya, berita ini dimuat pada 10 Mei 2019. Berita itu berisi pernyataan Kementerian Kesehatan Singapura yang mengkonfirmasi "kasus impor" cacar monyet. Kementerian mengungkapkan bahwa warga negara Nigeria berusia 38 tahun itu tiba di Singapura pada 28 April 2019. Kemudian, pada 8 Mei 2019, ia dinyatakan positif cacar monyet.

Dinas Kesehatan Kota Batam pada 2019 telah membantah ada kasus cacar monyet di daerah itu, sebagaimana dilansir dari Antara.

Hingga 16 Agustus 2022, otoritas kesehatan Batam juga belum mengkonfirmasi kasus positif cacar monyet. Rumah Sakit (RS) Elisabeth Batam Kota memang pernah menangani satu kasus yang menyerupai penyakit cacar monyet pada 27 Juli 2022, seperti dilaporkan oleh Kumparan.

Namun Dinas Kesehatan setempat telah mengumumkan bahwa dari hasil pemeriksaan, pasien tersebut negatif cacar monyet.

Dilansir dari Antara, Melda Sari, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, dari hasil pengambilan sampel dan pemeriksaan delapan orang yang melakukan kontak erat pasien diketahui negatif.

Pertemuan peningkatan kewaspadaan monkeypox di Kota Batam, 3 Agustus 2022. (Sumber: Antara)

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, hingga Juli 2022 di Indonesia sebenarnya sudah ada 11 kasus suspect yang diduga monkeypox. Namun setelah dilakukan uji sampe, sebelas pasien tersebut menderita cacar air biasa.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ini, Indonesia sendiri sudah mendapat sumbangan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) alat uji sampel. Sudah ada 1500 reagen yang disebar ke seluruh provinsi.

Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM, MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga mengatakan yang sama, hingga saat ini belum ada laporan terkait kasus monkeypox di Indonesia.

Mengenal Cacar Monyet

Melansir Badan Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet atau monkeypox adalah virus zoonosis (virus yang ditularkan ke manusia dari hewan) dengan gejala yang mirip dengan yang terlihat di masa lalu pada pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah. Dengan pemberantasan cacar pada tahun 1980 dan penghentian selanjutnya dari vaksinasi cacar, monkeypox telah muncul sebagai orthopoxvirus yang paling penting bagi kesehatan masyarakat.

Cacar monyet terutama terjadi di Afrika tengah dan barat, seringkali di dekat hutan hujan tropis, dan semakin sering muncul di daerah perkotaan. Hewan inang termasuk berbagai hewan pengerat dan primata non-manusia.

Arsip berita TEMPO, berdasarkan jurnal berjudul Human Monkeypox Virus: Respon Kesiapan Darurat Dunia yang terbit tahun 2019, pertama ditemukan secara endemis di Afrika Barat dan Tengah. Kedua kawasan tersebut dikenal dengan cuaca tropis dan dikelilingi oleh banyaknya hutan. Lama-kelamaan penyakit ini mulai merambah ke daerah perkotaan.

Kasus pada manusia pertama yang diketahui pada anak laki-laki berusia sembilan tahun di provinsi Equaire Zaire dikenal sebagai Republik Demokratik Kongo (DRC) pada tahun 1958. Awalnya ia hanya menderita penyakit cacar biasa. Namun setelahnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa penyakit tersebut ialah cacar monyet.

Rentang tahun 1970 sampai 1986, dilaporkan terdapat sepuluh kasus individu yang terserang cacar monyet di negara bagian Afrika Barat, seperti Pantai Gading, Liberia, dan Sierra Leone. Sementara jumlah yang lebih banyak dilaporkan di daerah Kongo dengan jumlah 394 orang.

Namun seiring penelitian berjalan, di temukanlah vaksin cacar ini. Menurut studi yang terbit tahun 2019, orang-orang yang divaksinasi terhadap cacar memiliki sedikit kemungkinan mengalami tingkat keparahan penyakit ini. Meskipun penyakit ini bisa disembuhkan dengan sendirinya, dengan estimasi waktu dua sampai empat minggu.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan hingga 12 Agustus sudah ada 11.177 kasus cacar monyet di AS serta 31.799 kasus secara global. WHO bahkan sudah menyatakan cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat pada bulan Juli. Awal bulan ini Gedung Putih menyatakan darurat kesehatan untuk cacar monyet di Amerika Serikat.

KESIMPULAN

Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim informasi virus cacar monyet atau monkeypox telah masuk ke wilayah Batam, Kepulauan Riau, adalah Keliru.

Unggahan video di Tiktok itu mencuplik berita dari World Buzz pada 2019 tentang kasus cacar monyet di Singapura. Otoritas Kesehatan di Kota Batam telah membantah adanya kasus cacar monyet di kotanya pada 2019.

Pasien yang dirawat di RS Elisabeth Batam Kota pada akhir Juli 2022, tidak mengidap virus cacar monyet. Hingga 16 Agustus 2022, belum ada kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia.

TIM CEK FAKTA TEMPO

** Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami.