Keliru, Hubungan Jokowi-Megawati Retak, hingga PDIP Tarik Semua Kader Menteri

Kamis, 19 Agustus 2021 09:20 WIB

Keliru, Hubungan Jokowi-Megawati Retak, hingga PDIP Tarik Semua Kader Menteri

Sebuah video dengan thumbnail yang memperlihatkan ketua Umum PDI Perjuangan Presiden Megawati Soekarno Putri berpidato di forum dan dibalas dengan pidato presiden Jokowi, beredar di Facebook. Video tersebut dibagikan dengan klaim bahwa hubungan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Presiden Jokowi itu sedang tidak harmonis dan membuat PDIP menarik semua menterinya dari Istana.


Video tersebut dibagikan akun ini pada 10 Agustus 2021. Akun ini menambahkan narasi, “Hubungan Jokowi & Megawati Berakhir, Pdip Tarik Semua Menteri²nya Dari Istana!!”
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan 388 ribu kali serta mendapat 5.400 reaksi dan lebih dari 2.400 komentar.


Benarkah video dengan klaim hubungan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Presiden Jokowi retak sehungga membuat PDIP menarik semua menterinya dari Istana?

Tangkapan layar unggahan video dan narasi klaim PDIP menarik semua menteri dari Istana.


PEMERIKSAAN FAKTA

Advertising
Advertising


Untuk memverifikasi klaim video di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menggunakan tool InVid, dan selanjutnya, gambar-gambar hasil fragmentasi ditelusuri jejak digitalnya dengan menggunakan reverse image tools Google dan Yandex.


Hasilnya, video berdurasi 10 menit 09 detik tersebut merupakan kumpulan sejumlah cuplikan video yang berbeda. Cuplikan video yang memperlihatkan Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Putri yang sedang berpidato di hadapan kader PDIP merupakan video pengambilan sumpah jabatan ketua umum PDIP pada 2019. Video serupa pernah diunggah detik.com pada kamis, 08 Agustus 2019 dengan judul “ Sah! Megawati Pimpin PDIP Periode 2019-2024”.


Selanjutnya, Video yang menampilkan cuplikan Presiden Jokowi yang mengunjungi fasilitas kesehatan bersama menteri BUMN Erick Thohir merupakan video saat Presiden Jokowi meresmikan rumah sakit modular pertamina Tanjung Duren, Jakarta pada 6 Agustus 2021. Video ini diunggah akun resmi sekretariat presiden dengan menambahkan keterangan “Peresmian Rumah Sakit Modular Pertamina Tanjung Duren, Jakarta, 6 Agustus 2021”.


Dilansir dari warta ekonomi, hingga saat ini ada 35 orang yang menjabat sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi. Dari jumlah itu, 17 diantaranya merupakan kader partai politik dan PDI Perjuangan menjadi penyumbang menteri terbanyak dengan jumlah 5 orang kader yakni Yasonna H. Laoly (Menteri Hukum dan HAM), Tri Rismaharini (Menteri Sosial), Tjahjo Kumolo (Menpan RB), I Gusti Ayu Bintang Darmawati (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), dan Pramono Anung Wibowo (Sekretaris Kabinet).

Jokowi menekankan, komposisi menteri kabinet periode 2019-2024 dari kalangan profesional 55 persen dan partai politik 45 persen, atau 21 orang dari profesional dan 17 orang dari parpol.

Berdasarkan arsip berita TEMPO, pemberian porsi kursi menteri terbanyak untuk PDI Perjuangan merupakan jaminan Presiden Jokowi jika terpilih dalam pemilu. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa jumlah menteri dari PDIP di kabinetnya mendatang pasti yang terbanyak. "Itu jaminannya saya," kata Jokowi saat memberi sambutan di pembukaan Kongres V PDIP di Bali, Kamis, 8 Agustus 2019.


Jaminan ini disampaikan untuk merespon permintaan Ketua umum PDIP Megawati yang dalam sambutan di kongres yang sama blak-blakan meminta kepada Jokowi agar PDIP dapat jatah menteri terbanyak. "Saya meminta dengan hormat kepada bapak presiden, PDIP perjuangan harus masuk kabinet dengan jumlah menteri terbanyak," ujar Megawati Soekarnoputri.


Sementara itu hubungan Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI Perjuangan diduga mulai renggang kala Presiden Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai Koordinator penanganan pandemi Covid-19. Dikutip dari Fajar, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati pernah meminta Presiden Jokowi sendiri untuk memimpin langsung penanganan pandemi Covid-19.


Meski demikian Presiden Jokowi masih mempercayakan jabatan Ketua Badan Ideologi dan pembinaan Pancasila pada Ketua Umum PDIP ini. Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden Jokowi bahkan mempercayakan Megawati sebagai Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama delapan orang lainnya yaitu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto, Andreas Anangguru Yewangoe, Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Said Aqil Siradj, dan Rikard Bagun.


Selain itu Presiden Jokowi bahkan diketahui masih tetap mempertahankan kader PDIP untuk menjabat sebagai menteri. Pergantian kursi menteri Sosial pun tetap diberikan untuk kader PDIP. Dikutip dari CNBC Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial 2020-2024, menggantikan Juliari Batubara yang tersandung dugaan kasus korupsi bantuan sosial. Risma sendiri adalah ketua bidang kebudayaan DPP PDI Perjuangan.


KESIMPULAN


Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim bahwa hubungan ketua umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Presiden Jokowi yang sedang tidak harmonis membuat PDIP menarik semua menterinya dari Istana, Keliru. Hingga saat ini, komposisi menteri presiden Jokowi masih terdapat kader dari PDI Perjuangan. Jokowi bahkan masih mempercayakan Jabatan Ketua Badan Ideologi dan pembinaan Pancasila serta Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional pada Ketua Umum PDIP Megawati.


TIM CEKFAKTA TEMPO